Babinsa Suboh dan Warga Situbondo Gotong Royong Bersihkan Irigasi, Dukung Ketahanan Pangan

SITUBONDO – Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan melalui langkah nyata di tingkat desa. Salah satunya terlihat dari kegiatan gotong royong yang dilakukan Babinsa Koramil 0823/12 Suboh bersama warga dalam membersihkan saluran irigasi di Kampung Krajan, Desa Mojodungkol, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan saluran air dari sampah dan endapan lumpur yang selama ini menghambat aliran irigasi. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, upaya tersebut bertujuan untuk memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar, sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian warga.

Babinsa Koramil 0823/12 Suboh, Kopka Muhlis, mengatakan bahwa kelancaran sistem irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hasil panen petani. Menurutnya, saluran air yang tersumbat dapat berdampak langsung pada penurunan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

“Saluran irigasi yang bersih akan memastikan pasokan air ke sawah tetap lancar. Ini sangat penting untuk mendukung hasil pertanian dan ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi sekitar, khususnya infrastruktur pertanian.

Dengan semangat kebersamaan, Babinsa dan warga tampak bahu-membahu membersihkan saluran irigasi sepanjang area yang terdampak. Mulai dari mengangkat sampah, mengeruk lumpur, hingga memastikan aliran air kembali normal. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai keterlibatan aparat TNI tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan motivasi untuk terus menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Salah satu warga setempat mengungkapkan bahwa kegiatan gotong royong ini sangat membantu, terutama dalam mengatasi permasalahan saluran air yang kerap tersumbat saat musim tanam.

“Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini. Saluran air jadi lebih lancar dan kami jadi lebih semangat untuk merawatnya bersama,” ujarnya.

Selain memberikan dampak langsung terhadap kelancaran irigasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih, sektor pertanian masih menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar warga di wilayah tersebut.

Kopka Muhlis menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan seperti ini menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjaga fasilitas umum, termasuk saluran irigasi. Ia berharap kegiatan gotong royong dapat dilakukan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Jika saluran irigasi terawat, maka pertanian juga akan lebih optimal,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendekatan teritorial. Babinsa sebagai ujung tombak di tingkat desa diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan.

Dengan adanya sinergi antara Babinsa dan masyarakat, diharapkan lingkungan yang bersih dan sistem irigasi yang terjaga dapat terus mendukung peningkatan hasil pertanian. Kondisi tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Situbondo.

Melalui kegiatan sederhana namun berdampak ini, semangat gotong royong kembali ditegaskan sebagai kekuatan utama dalam membangun desa. Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. (*)

0 Komentar