
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengungkapkan hasil awal pengeboran yang menunjukkan adanya potensi signifikan di prospek Kolokoa. Lokasi ini berada dekat dengan area konsesi Tambang Emas Pani, yang terletak di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Hasil pengeboran ini menegaskan keberadaan sistem mineralisasi emas yang kuat, serta potensi untuk meningkatkan sumber daya secara signifikan dan memperpanjang umur tambang proyek. Kolokoa terletak dalam distrik mineral yang sama dengan Tambang Emas Pani, sekitar 500 meter dari deposit utama. Hal ini menjadikannya sebagai sumber daya satelit yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Kedekatan lokasi juga mendukung efisiensi pengangkutan material dan optimalisasi pengendalian kadar bijih di kedua deposit.
Dalam waktu empat bulan, pengeboran awal telah mengonfirmasi zona mineralisasi emas yang luas. Beberapa titik dekat permukaan memiliki kadar hingga 1,57 g/t emas. Berdasarkan 30 lubang bor yang telah dilakukan, Kolokoa memiliki target eksplorasi antara 20 juta ton hingga 40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas. Target ini merupakan salah satu dari beberapa prospek prioritas tinggi yang telah diidentifikasi dalam area konsesi EMAS seluas 14.670 hektare.
Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi untuk material oksida (87%–94%) serta perolehan yang kuat untuk material transisi (81%–92%). Ini mendukung kesesuaian Kolokoa dengan operasi Tambang Emas Pani saat ini. Namun, jumlah dan kadar potensial masih bersifat konseptual dan akan dipertajam melalui eksplorasi lanjutan. Sampai saat ini, eksplorasi yang dilakukan belum cukup untuk mengestimasi sumber daya mineral atau memastikan apakah eksplorasi lanjutan akan menghasilkan estimasi sumber daya.
Hingga saat ini, EMAS telah menyelesaikan 30 lubang bor sebagai bagian dari program pengeboran sejumlah 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Untuk langkah ke depan, EMAS akan melanjutkan beberapa strategi, seperti:
- Melanjutkan pengeboran untuk menguji batasan area dan mendukung estimasi sumber daya mineral di masa mendatang.
- Melakukan pengujian lanjutan guna memastikan kinerja proses pengolahan.
- Mengevaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan.
Tambang Emas Pani sendiri telah memulai produksi pada Februari 2026 dan menargetkan produksi sebesar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026. Pani merupakan salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan rencana produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun seiring penyelesaian pengembangan penuh fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach.
Direktur Utama Merdeka Gold Resources Boyke Poerbaya Abidin menyatakan bahwa prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. "Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, telah menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (17/4).
Boyke menambahkan, EMAS akan terus menjalankan program eksplorasi yang disiplin dan terarah untuk meningkatkan keyakinan terhadap potensi sumber daya di proyek ini. Penemuan ini juga melengkapi hasil sebelumnya EMAS dengan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total sumber daya mineral sebesar 7 juta ounces emas. Hal ini menegaskan komitmen EMAS untuk terus memperluas basis sumber daya secara berkelanjutan.
0 Komentar