
Sinergi Polda Bali, TP PKK, dan DKPKP Gianyar dalam Pasar Murah
Polda Bali, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, serta Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Gianyar bekerja sama menggelar Pasar Rakyat atau Pasar Murah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari raya besar keagamaan, yaitu Hari Suci Nyepi Tahun Caca 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Polda Bali menyalurkan 16 ton beras murah secara serentak di seluruh wilayah Bali pada pasar murah yang berlangsung di Kantor Perum Bulog Kanwil Bali, Denpasar, Jumat (13/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Polri yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Acara dimulai dengan konferensi video bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo pada pukul 10.00 WITA sebelum dilanjutkan dengan peninjauan stand oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Bali yang dipimpin Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Made Astawa.
Dirbinmas Polda Bali, Kombes Pol Suwandi Prihantoro menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat jelang hari raya besar keagamaan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah kelanjutan dari kesuksesan program serupa di tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, Polda Bali berhasil mencapai 135 persen dari target nasional, dengan volume penjualan beras meningkat signifikan dari 1.800 ton menjadi 3.000 ton untuk membantu kebutuhan warga.
“Gerakan Pangan Murah pada hari ini adalah kelanjutan dari tahun 2025. Apalagi pada saat ini Polri bersama Bulog ingin memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi Hari Suci Nyepi maupun Hari Raya Idulfitri,” ujar Kombes Pol Suwandi saat ditemui Tribun Bali, kemarin.
Untuk pendistribusian kali ini, Polda Bali menyasar 10 titik strategis di seluruh jajaran Polres/ta dengan total penyaluran beras mencapai 16 ton atau 16.000 kilogram (kg) yang diperuntukkan bagi sekitar 3.700 penerima manfaat. Selain beras SPHP, pasar murah ini juga menyediakan berbagai komoditas penting lainnya seperti beras premium Punokawan, gula Manis Kita, minyak goreng Minyak Kita, hingga bahan dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, dan telur ayam ras.
Keunggulan utama dari bazar ini terletak pada harga jualnya yang berada di bawah harga pasar konvensional. Sebagai contoh, beras SPHP dijual dengan harga Rp57.000 per kantong kemasan 5 kg, atau setara dengan Rp11.400 per kg. “Jelas sangat lebih murah dari pasar. Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini sebelum masa liburan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” ujar dia.
Sinergi antara Polda Bali dan Perum Bulog ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga bertujuan sebagai strategi pengendalian inflasi daerah. Distribusi dilakukan merata mulai dari Mapolda Bali yang menyediakan 3.000 kg beras untuk 750 orang, hingga ke wilayah seperti Buleleng dan Karangasem yang masing-masing mendapatkan alokasi 3.000 kg beras untuk ratusan warga setempat.
Inisiatif ini juga dirangkaikan dengan penyediaan layanan kesehatan oleh tim Biddokkes Polda Bali yang menyiagakan personel di lokasi bazar untuk mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Penjualan bahan pokok kepada masyarakat terus berlangsung hingga pukul 13.00 WITA guna memastikan akses yang luas bagi warga yang membutuhkan.
“Untuk sementara hari ini adalah peluncurannya, ke depan kami akan terus melihat kondisi di lapangan serta titik-titik mana lagi di Bali yang masyarakatnya membutuhkan intervensi pangan murah seperti ini,” kata Kombes Pol Suwandi.
Pasar Rakyat di Lapangan Niti Mandala Renon
Sementara itu, Pasar Rakyat dibuka oleh TP PKK Bali di tengah lonjakan harga cabai jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Pasar ini dibuka di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (13/3).
“Sebelum hari raya kami laksanakan (Pasar Rakyat) supaya masyarakat hadir ramai-ramai, produknya dari petani dan UMKM lokal langsung kami siapkan sampai jam 6 sore, barangnya ada terus kalau habis kami ambil lagi,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan Pangan) Bali, Wayan Sunada saat ditemui kemarin.
Lebih lanjut ia mengatakan di Pasar Murah ini khusus produk pertanian yang merupakan produk lokal diambil langsung dari petani tanpa perantara. Harga bahan pangan pokok di Pasar Rakyat juga lebih murah dari harga di pasar tradisional. Satu di antara yang diatensi Distan Pangan Bali harga komoditas cabai yang melonjak tajam yaitu dari harga Rp75.000 kini menyentuh Rp92.000-Rp100.000 per kg.
“Seperti secara umum, kami di sini menjual cabai Rp90.000 per kg sedangkan di pasar paling murah Rp92.000 ke atas, jadi setidaknya beda Rp2.000 sekian,” ujar Sunada.
Demi mendapatkan harga yang lebih murah, pemerintah daerah mendatangkan hasil pertanian langsung dari sumbernya seperti komoditas cabai, bawang putih, dan bawang merah hasil petani Bangli dan Tabanan. Tak hanya itu, produk lokal yang dijual dengan harga murah seperti buah-buahan lokal dari Buleleng dan Tabanan. Sementara untuk daging tidak dihadirkan mengingat sampai saat ini produk daging di pasar tradisional harga dan stoknya masih stabil.
Di luar Pasar Rakyat, melihat kondisi harga cabai yang naik di pasar tradisional ia memastikan akan terus menelusuri penyebabnya di lapangan sambil menekan dengan kegiatan-kegiatan operasi pasar.
Gerakan Pangan Murah di Gianyar
Di tempat terpisah, DKPKP Gianyar juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Jumat (13/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Nyepi dan Idulfitri. Gerakan tersebut melibatkan sejumlah pihak, mulai Bulog, agen LPG, dan pelaku UMKM di Kabupaten Gianyar.
Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan gerakan pangan murah dilaksanakan guna menstabilkan harga pangan pokok di masyarakat menjelang hari raya, serta memastikan ketersediaan pangan.
“Melalui GPM ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Gerakan ini juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah,” terangnya.
Adapun bahan pokok yang disediakan dalam gerakan ini, meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, gas LPG 3 Kg, buah-buahan, serta berbagai produk UMKM. Harga yang ditawarkan di bawah harga pasar, namun tidak pula merugikan pelaku usaha lain.
0 Komentar