Jemaah Haji Termuda dan Tertua 2026 Jawa Tengah, Selisih Usia 80 Tahun

Jemaah Haji Termuda dan Tertua 2026 Jawa Tengah, Selisih Usia 80 Tahun

Jemaah Haji Termuda dan Tertua dari Jawa Tengah yang Akan Berangkat ke Tanah Suci

Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, Jawa Tengah (Jateng) akan mengirimkan sebanyak 34.122 jemaah haji. Dari jumlah tersebut, terdapat dua jemaah spesial yang menarik perhatian: Kyra Talita Sakhi, jemaah termuda asal Jateng, dan Dalimin Harjo Sumarto, jemaah tertua. Keduanya memiliki perbedaan usia yang mencapai 80 tahun.

Kyra Talita Sakhi, yang lahir pada November 2012, akan menjadi jemaah haji termuda asal Jateng. Ia berasal dari Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Saat melakukan ibadah haji, Kyra akan berusia 13 tahun 5 bulan. Sementara itu, Dalimin Harjo Sumarto, warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, akan berusia 94 tahun saat ia tiba di Tanah Suci. Ia lahir pada Maret 1932.

Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Abdul Jalil, menyampaikan bahwa Kyra Talita Sakhi adalah jemaah termuda, sedangkan Dalimin Harjo Sumarto adalah jemaah tertua dalam kloter haji 2026. Abdul Jalil juga menjelaskan bahwa Dalimin akan tergabung dalam Kloter 61 SOC. Ia dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, pada 11 Mei 2026, lalu terbang ke Arab Saudi pada 12 Mei 2026.

Persiapan dan Imbauan untuk Jemaah Haji

Menjelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Jateng pada Rabu, 22 April 2026, Abdul Jalil mengimbau para jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Ia juga meminta agar para jemaah menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

"Dengan tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan, mari kita luruskan niat agar ibadah menjadi lebih tenang, aman, nyaman, nikmat, dan mabrur. Jaga kesehatan, jaga hati dan pikiran, fokus ibadah lillahita'ala," ujarnya.

Pembagian Kloter dan Embarkasi

Jateng akan memberangkatkan jemaah haji melalui Embarkasi Solo dan Yogyakarta. Totalnya ada 96 kloter, dengan rincian 81 kloter dari Embarkasi Solo dan 15 kloter dari Embarkasi Yogyakarta. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana seluruh jemaah haji asal Jateng berangkat dari Embarkasi Solo.

Jemaah haji yang akan berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta adalah jemaah haji yang tinggal di Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kota Magelang. Sementara jemaah haji dari wilayah Pantura, Banyumas dan sekitarnya, serta Solo Raya akan berangkat dari Embarkasi Solo.

Di antaranya, Kabupaten dan Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang, Pati, Banyumas, Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, dan Sragen.

Proses Keberangkatan dan Persiapan

Proses keberangkatan jemaah haji 2026 dari Jawa Tengah telah mencapai 95 persen. Kloter pertama dari Jateng akan berangkat pada Selasa, 21 April 2026 dari Kabupaten Tegal. Kakanwil Kemenhaj Provinsi Jateng, Fitriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya akan berangkat dulu dari wilayah Pantura, yakni Kabupaten Tegal pada Kloter Pertama.

Mengenai situasi di Timur Tengah, Fitriyanto menyatakan bahwa kondisi masih dalam keadaan aman. Ia meminta para jemaah tidak khawatir karena pemerintah Arab Saudi juga menjamin keamanan wilayah tersebut. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah mitigasi semisal ada perubahan situasi di Timur Tengah.

"Sejauh ini, kondisi aman, jadi kami akan berangkatkan jemaah sesuai jadwal," katanya.


0 Komentar