Sejarah dan Perjalanan John Kei, "Godfather of Jakarta"
John Refra Kei atau yang lebih dikenal dengan nama John Kei adalah sosok yang terkenal di kawasan bawah tanah Jakarta. Ia lahir di Tutrean, Pulau Kei, Maluku Utara, dan memiliki julukan "Godfather of Jakarta" karena perannya dalam berbagai kasus kejahatan yang menghebohkan. Nama John Kei kembali menjadi perbincangan setelah insiden tewasnya pamannya, Nus Kei.
Latar Belakang John Kei
John Kei mulai menapaki dunia kejahatan sejak usia muda. Pada usia 18 tahun, ia merantau ke Surabaya dan sempat tinggal di sebuah gereja. Setelah itu, ia pindah ke Jakarta dan bergabung dengan organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI) sebagai debt collector. Nama John Kei semakin melambung setelah kematian Basri Sangaji, pesaingnya, yang sering dikaitkan dengan kelompok John Kei.
Pada 2012, John Kei terlibat dalam pembunuhan Tan Harry Tantono, bos Sanex Stell Mandiri. Ia divonis 12 tahun penjara, namun kemudian bandingnya ditolak dan hukumannya ditambah menjadi 16 tahun. Selama menjalani hukuman, John Kei ditempatkan di penjara Nusakambangan dengan keamanan khusus.
Kehidupan di Penjara dan Perubahan
Selama di penjara, John Kei sempat mengaku bertaubat dan aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya mulai membaca Alkitab dan mempercayai Tuhan. Pada 2019, John Kei bebas bersyarat setelah menjalani hukuman selama 7 tahun 10 bulan.
Setelah bebas, John Kei bergabung dengan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pada Januari 2020. Namun, enam bulan setelah bebas, ia kembali ditangkap oleh Polda Metro Jaya karena dugaan kepemilikan senjata tajam dan aktivitas kriminal.
Konflik dengan Nus Kei
John Kei pernah nyaris membunuh Nus Kei, pamannya, akibat masalah penjualan tanah. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana, mengungkapkan bahwa konflik ini bermula dari ketidakpuasan dalam pembagian uang hasil penjualan tanah. Dua kali penyerangan dilakukan oleh kelompok John Kei terhadap rumah Nus Kei, termasuk kerusakan rumah dan kendaraan serta ancaman terhadap penghuni.
Penyerangan pertama terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, sedangkan penyerangan kedua terjadi di Green Lake City, Tangerang. Dalam aksi tersebut, 30 orang terduga pelaku termasuk John Kei diamankan oleh polisi.
Pengakuan John Kei
Dalam wawancara dengan Andy Noya di Kick Andy Show, John Kei mengakui bahwa sejak usia 22 tahun ia sudah mulai membunuh orang. Ia menyatakan tidak ada penyesalan atas tindakannya, meskipun ia menegaskan tidak akan melukai orang yang tidak melukainya terlebih dahulu.
John Kei juga menjelaskan bahwa masa penjara yang keras membuatnya merenung dan berubah. Ia mengaku ingin mati masuk surga dan semakin rajin beribadah. Ia percaya bahwa Tuhan akan memberikan keberkahan jika ia melayani-Nya.
Kesimpulan
John Kei tetap menjadi sosok yang kontroversial, baik dalam dunia kejahatan maupun kehidupan pribadi. Meski pernah menjalani hukuman dan berusaha berubah, nama John Kei tetap menjadi perbincangan publik. Dengan latar belakang yang kompleks dan perjalanan hidup yang tidak biasa, John Kei tetap menjadi ikon dalam dunia bawah tanah Jakarta.
0 Komentar