Kisah Debutan Piala Dunia: Timnas Indonesia vs Kuba, 88 Tahun Menunggu Hasil


gubukinspirasi.id
Meski terpisah oleh jarak sejauh 18 ribu kilometer, Indonesia dan Kuba memiliki kesamaan dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia. Kedua negara ini sama-sama hanya pernah tampil sekali dalam kejuaraan yang diselenggarakan oleh FIFA.

Kemunculan tunggal Indonesia dan Kuba terjadi pada penyelenggaraan edisi ketiga Piala Dunia di Prancis pada tahun 1938. Sekitar 88 tahun lalu, kedua tim melakukan debut sekaligus penampilan terakhir mereka di ajang tersebut. Saat itu, Indonesia masih menjadi bagian dari wilayah jajahan Belanda. Tim nasional yang dipimpin oleh Johan Mastenbroek menggunakan identitas Dutch East Indies atau Hindia Belanda.


Hindia Belanda turun sebagai satu-satunya wakil Asia di putaran final. Uniknya, kualifikasi untuk Piala Dunia dilakukan melalui dua kali giveaway. Di tengah kekacauan geopolitik pada masa itu, Jepang yang seharusnya menjadi lawan Hindia Belanda di kualifikasi Zona Asia Timur mundur karena perang. Hal ini membuat Hindia Belanda mendapatkan tiket secara otomatis ke babak play-off.

Pada babak play-off, mereka dijadwalkan menghadapi Amerika Serikat. Namun, AS juga mundur dari persaingan, sehingga Hindia Belanda langsung lolos ke putaran final di Prancis. Dengan format yang hanya terdiri dari 16 tim, Achmad Nawir dkk langsung masuk bertanding di babak 16 besar untuk menghadapi Hungaria.

Sayangnya, Hindia Belanda tidak mampu berbuat banyak. Mereka kalah telak dari Hungaria dengan skor 0-6. Gawang yang dikawal oleh Mo Heng Tan dikoyak oleh Vilmos Kohut (13'), Geza Toldi (15'), Gyorgy Sarosi (25', 89'), dan Gyula Szengeller (30', 76'). Kiprah Indonesia dalam momen debut dan partisipasi satu-satunya sejauh ini berakhir tragis di pertandingan pertamanya.

Sementara itu, timnas Kuba juga berhasil melaju ke babak play-off sebagai pemenang kualifikasi Zona Amerika Tengah. Seperti Hindia Belanda, Kuba meraih tiket bye ke putaran final setelah lawannya di play-off interkontinental, Argentina, mundur.

Pada turnamen di Prancis, Kuba melaju sedikit lebih jauh dibandingkan Hindia Belanda. Meskipun akhirnya juga kalah, mereka berhasil mengalahkan Rumania di babak 16 besar melalui dua pertandingan. Duel pertama di Toulouse berakhir imbang 3-3 hingga extra time. Karena belum ada adu penalti, laga diulang empat hari kemudian.

Pada pertandingan ulangan, Kuba menghancurkan Rumania dengan skor 2-1 dan melaju ke perempat final. Namun, langkah mereka terhenti secara tragis karena dibantai Swedia dengan skor 0-8.

Sejak tampil di Prancis 1938, timnas Indonesia dan Kuba belum bisa kembali ke Piala Dunia selama nyaris sembilan dekade. Tepatnya 88 tahun kemudian, kedua tim harus bersabar menunggu kesempatan itu kembali. Indonesia gugur di fase-fase akhir kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Patrick Kluivert kandas di ronde keempat, padahal cuma berjarak 180 menit dari tiket ke Amerika Utara. Adapun Kuba gugur di ronde kedua kualifikasi Zona CONCACAF. Mereka gagal melaju ke tahap terakhir karena kalah tinggi di klasemen dari Honduras dan Bermuda.

Artinya, sudah 20 edisi lamanya timnas Indonesia dan Kuba gagal lolos kembali ke Piala Dunia (1934-2026). Di antara negara-negara yang pernah tampil di Piala Dunia, penantian tersebut merupakan rekor paling lama.

Setelah Indonesia dan Kuba, posisi berikutnya ditempati Israel, yang melewatkan 14 kali penyelenggaraan setelah penampilan terakhirnya di Piala Dunia (1970). Urutan berikut ditempati El Salvador dan Kuwait (11 edisi), serta Hungaria dan Irlandia Utara (10).

0 Komentar