Kubu Trump Diserang: Rudal Iran Hancurkan Pesawat AS di Irak, Kapal LPG India Lintasi Hormuz

Kubu Trump Diserang: Rudal Iran Hancurkan Pesawat AS di Irak, Kapal LPG India Lintasi Hormuz

Peristiwa Kematian Awak Pesawat Angkatan Udara AS di Irak Barat

Pada hari Kamis (12/3/2026), enam awak pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS tewas diduga ditembak jatuh oleh sekutu Iran di Irak Barat. Kejadian ini terjadi setelah adanya laporan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyatakan bahwa jatuhnya pesawat bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri.

Namun, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengklaim bahwa pesawat tersebut menjadi sasaran dan terkena rudal yang ditembakkan oleh Front Perlawanan di Irak Barat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan bahwa pesawat tersebut dicegat dan dihancurkan saat sedang melakukan misi pengisian bahan bakar untuk sebuah pesawat tempur.

Dilansir dari TASS, Front Perlawanan di Irak mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Mereka menyatakan bahwa mereka telah menembak jatuh pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 milik Angkatan Udara AS. Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, mereka mengatakan bahwa serangan dilakukan untuk melindungi negara dan wilayah udaranya.

Selain itu, dilansir dari CNN, ada pesawat AS lainnya yang mendarat darurat di Israel. Pesawat tersebut mendarat dalam kondisi ekor rusak, namun seluruh awaknya berhasil selamat. Front Perlawanan di Irak mengklaim telah menyerang pesawat Angkatan Udara AS tersebut. Mereka menyatakan bahwa insiden ini terjadi di wilayah barat Iran dan bahwa awak pesawat berhasil melarikan diri dan mendaratkan pesawat di lapangan terbang musuh.

Menurut data Pentagon, jumlah tentara AS yang tewas mencapai setidaknya 13 orang sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, kelompok-kelompok perlawanan Irak telah melakukan serangan terhadap aset-aset AS di Irak dan di seluruh wilayah tersebut.

Izin Pengangkutan LPG Berbendera India Melalui Selat Hormuz

Iran telah mengizinkan dua kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) berbendera India untuk berlayar melalui Selat Hormuz, kata para pejabat Iran pada hari Jumat. Langkah ini diharapkan dapat meringankan krisis gas masak di India.

“Kapal-kapal tersebut telah diizinkan untuk melewati Selat Hormuz,” kata seseorang yang menolak disebutkan namanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Langkah ini diambil beberapa jam setelah percakapan telepon antara Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian – percakapan pertama mereka sejak dimulainya konflik Iran-AS – serta Menteri Luar Negeri S Jaishankar dan mitranya dari Iran, Seyed Abbas Araghchi.

Modi mengatakan bahwa ia telah membahas “keselamatan dan keamanan warga negara India” dan “kebutuhan akan kelancaran arus barang dan energi” dengan Pezeshkian, dan menggambarkannya sebagai prioritas utama India. Sebelumnya, duta besar Iran Mohammad Fathali mengindikasikan bahwa kapal-kapal India akan diberikan izin untuk melewati Selat Hormuz dengan aman, sebuah jalur pelayaran penting yang mengangkut hampir 50 persen impor minyak India.

“Kami percaya bahwa Iran dan India adalah teman. Kami memiliki kepentingan bersama, kami memiliki nasib bersama,” kata Fathali kepada wartawan ketika ditanya apakah kapal-kapal India akan diizinkan melewati Selat Hormuz. Ia juga menyatakan bahwa perkembangan positif terkait transit melalui jalur air penting tersebut diperkirakan akan terjadi dalam “dua atau tiga jam”.

Orang-orang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa pihak India terus berhubungan dengan Iran terkait jalur aman bagi sekitar dua lusin kapal berbendera India yang saat ini berada di sebelah barat Selat Hormuz.

Perkembangan Terkini

Dalam perkembangan terpisah, sebuah kapal tanker minyak mentah diperkirakan akan tiba di India pada hari Sabtu, membawa minyak Arab Saudi setelah berlayar melalui selat tersebut, kata beberapa sumber.


0 Komentar