Lahir dari 'Pinggiran', 7 Serikat Buruh Cirebon Bentuk F-Garuda

Lahir dari 'Pinggiran', 7 Serikat Buruh Cirebon Bentuk F-Garuda

Lahirnya Federasi Gabungan Buruh Daerah (F-Garuda) di Kabupaten Cirebon

Dari sebuah pertemuan sederhana di kawasan Talun, Kabupaten Cirebon, lahir sebuah wadah baru yang dinamakan Federasi Gabungan Buruh Daerah (F-Garuda). Inisiatif ini bermula dari tujuh serikat pekerja yang selama ini belum memiliki wadah bersama. Mereka akhirnya menyatukan suara untuk membentuk organisasi yang lebih kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak buruh secara lebih efektif.

Awal Mula Pembentukan F-Garuda

Pembentukan F-Garuda dipimpin langsung oleh Ketua F-Garuda, Arianto. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari kebutuhan nyata di tingkat akar rumput. "Kegiatan hari ini, Alhamdulillah, adalah pembentukan Federasi Gabungan Buruh Daerah atau F-Garuda. Ini juga amanah dari Undang-Undang Dasar 1945, bahwa berserikat dan berkumpul itu memang hak kita," ujarnya saat diwawancarai di kawasan Talun, Kabupaten Cirebon, Jumat (17/4/2026).

F-Garuda tidak dibentuk dari penggabungan federasi besar, melainkan dari serikat pekerja tingkat perusahaan yang belum memiliki wadah bersama. "Kita bukan gabungan federasi, tapi kita bentuk dari serikat pekerja yang belum berfederasi. Kita jadikan satu wadah, yaitu Federasi Gabungan Buruh Daerah," katanya.

Proses Pembentukan dan Anggota

Proses pembentukan F-Garuda dimulai dengan upaya menyatukan visi dan pemahaman antar-serikat pekerja yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. "Kita mencoba menyerap aspirasi dari serikat pekerja di tingkat perusahaan, kita satukan visi, misi dan pemahaman. Akhirnya terbentuklah F-Garuda," jelas Arianto.

Saat ini, F-Garuda telah dihuni oleh tujuh serikat pekerja dari berbagai sektor industri, mulai dari pabrik sepatu hingga industri rotan. Meski jumlahnya masih terbatas, potensi penambahan anggota terus terbuka. "Kita baru kurang lebih ada tujuh dari perusahaan. Tapi kita sudah pendekatan, mungkin ada dua atau tiga perusahaan lain yang siap bergabung," kata Arianto.

Jumlah anggota di masing-masing serikat pun bervariasi dan cenderung fleksibel. "Ada yang 20, ada yang 30, ada yang 40 anggota. Masih fleksibel," ujarnya.

Tantangan dan Harapan

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), F-Garuda belum dapat langsung turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi. Hal itu lantaran organisasi tersebut masih dalam tahap awal dan belum tercatat secara resmi. "Kalau berbicara turun ke jalan, kita belum sah secara aturan karena baru terbentuk. Kita juga belum mencatatkan ke Dinas Ketenagakerjaan. Syarat utamanya harus dicatatkan dulu," ucap Arianto.

Meski begitu, Arianto memastikan bahwa pembentukan F-Garuda tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. Bahkan, ia menilai pemerintah tidak memiliki alasan untuk menghalangi lahirnya federasi baru. "Kalau dari dinas, ya enggak bisa mencegah. Regulasi mengatur siapa saja boleh membentuk. Kalau dilarang, ya kita yang turun," jelas dia.

Tujuan dan Visi F-Garuda

Lebih jauh, Arianto menegaskan bahwa tujuan utama F-Garuda tetap sejalan dengan serikat pekerja pada umumnya, yakni melindungi dan memperjuangkan kesejahteraan anggota. Namun, ia ingin menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual dengan kondisi daerah. "Tujuannya sama, melindungi, menyejahterakan, dan membela kepentingan anggota. Tapi kita ingin ada warna kedaerahan, dari Cirebon untuk Cirebon," katanya.

Arianto juga menyoroti minimnya dorongan dari daerah dalam pembahasan regulasi ketenagakerjaan yang selama ini dinilai terlalu berpusat di tingkat nasional. "Pergerakan itu banyak di pusat. Daerah enggak ada yang mendorong. Padahal daerah itu berbeda, harusnya ada analisa dan kajian sesuai kondisi daerah," ujarnya.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan semangat kolektif dari bawah, kehadiran F-Garuda diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Kabupaten Cirebon, sekaligus menjadi mitra strategis dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih adil dan berimbang.

0 Komentar