
Upaya Pemerintah dalam Memperlancar Angkutan Lebaran
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan berbagai langkah untuk memperlancar angkutan Lebaran tahun ini. Langkah-langkah tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Haris Muhammadun.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi positif dalam menghadapi angkutan Lebaran. Tujuan utamanya adalah untuk mengurai kemacetan sekaligus memitigasi kecelakaan serta mengakomodasi pergerakan angkutan umum dan logistik.
“Lebih dari sekadar mobilitas, MTI memandang mudik 2026 sebagai momentum ekonomi strategis. Pergerakan 143,9 juta pemudik menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM di daerah tujuan,” ujarnya pada Jumat (13/3/2026).
Haris menekankan bahwa pengelolaan terpadu tetap menjadi kunci utama dalam suksesnya angkutan Lebaran. Untuk itu, MTI mendorong pembentukan Satu Komando Pengendalian Angkutan Lebaran Nasional di bawah kendali Kementerian Perhubungan. Dengan kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan yang aman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
Program Mudik Gratis Dinanti oleh Masyarakat
Pada kesempatan terpisah, Head of Researcher Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifa menyebutkan bahwa program Mudik Gratis yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk oleh Ditjen Hubdat, sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat. Hal ini diketahui melalui kuesioner yang disebarkan di internet.
Kuesioner disebarkan kepada 1.053 warga negara Indonesia berusia 17-55 tahun pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026. Hasilnya menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap program mudik gratis cukup besar, di mana sekitar 53,3 persen responden berminat untuk mengikuti mudik gratis. Minat masyarakat terhadap program ini pun melonjak dari tahun lalu.
Survei KedaiKOPI pada tahun 2025 mencatat hanya 39 persen masyarakat yang berminat ikut program mudik gratis. Sehingga terdapat peningkatan sebesar 10 persen lebih kenaikan orang yang berminat ikut mudik gratis tahun ini.
Strategi Kemenhub dalam Mendukung Angkutan Lebaran
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menjelaskan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan Angkutan Lebaran, pihaknya menyiapkan strategi untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi darat di periode tersebut.
"Untuk mendukung mobilisasi masyarakat, kami juga berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mencakup pembatasan operasional angkutan barang, manajemen rekayasa lalu lintas berupa one way, contra flow dan ganjil-genap, serta pengaturan lalu lintas menuju dan di area pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk. Saat ini kami tengah proses sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Adapun, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang semata-mata untuk melindungi keselamatan jutaan masyarakat yang mudik dan memastikan perjalanan berlangsung lancar, aman, dan nyaman. Tujuannya bukan membatasi atau melarang usaha, tetapi mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang sama-sama bisa berjalan dengan aman dan lancar selama arus mudik Lebaran.
Sarana dan Prasarana Angkutan Jalan yang Disiapkan
Aan juga menuturkan pihaknya tengah menyiapkan sarana dan prasarana angkutan jalan yang terdiri dari 177 Terminal (115 Tipe A dan 62 Tipe B), 48 UPPKB fungsional menjadi Rest Area. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Kementerian Agama dengan menjadikan 115 lokasi masjid dan fasilitas umum juga disarankan untuk menjadi titik istirahat sementara.
Selain dari UPPKB yang difungsikan menjadi rest area, katanya, pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan beberapa masjid menjadi rest area di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo dan Kebumen.
"Kami juga akan menyediakan 401 bus mudik gratis yang memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang dan 8 truk untuk mengangkut 240 sepeda motor dengan 34 kota tujuan mudik gratis meliputi provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera. Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2026," tutupnya.
0 Komentar