Maria Agustina, Mahasiswi Unmed Anak Anggota DPRD Tebingtinggi Tewas di Indekos, HP Pecah Dua

Penemuan Mayat Mahasiswi di Kost

Seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia di sebuah indekos di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan pada Kamis (12/3/2026). Korban diketahui bernama Maria Agustina br Naibaho. Kejadian ini mengejutkan warga sekitar dan memicu penyelidikan oleh pihak berwajib.

Latar Belakang Korban

Maria Agustina br Naibaho adalah putri dari Mangatur Naibaho, anggota DPRD Tebingtinggi periode 2024-2029 dan juga Bendahara DPC PDI-Perjuangan Kota Tebingtinggi. Ia merupakan mahasiswi semester VIII di Universitas Negeri Medan (Unmed) dan tinggal di indekos milik keluarga Sinaga. Informasi terkini menyebutkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal selama sekitar 4 hari di dalam kamar kostnya.

Awal Penemuan

Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun, yang datang ke kost korban di Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 20.00 WIB. Karena tidak ada sahutan dari dalam kamar dan pintu dalam keadaan terkunci, Sanggam kemudian meminta dua temannya untuk mendobrak pintu kamar. Saat pintu terbuka, ia menemukan korban sudah meninggal dan tercium bau busuk dari kamar tersebut.

Kemudian Sanggam dan temannya memanggil Ibu Kost dan melaporkan kejadian tersebut kepada Pihak Kelurahan dan Polsek Medan Tembung. Petugas kemudian tiba di lokasi dan membawa jenazah Maria ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

Kondisi Fisik Korban

Menurut informasi dari Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, kondisi fisik korban menunjukkan adanya perubahan drastis, seperti perut yang membesar dan kepala serta kedua tangan mulai membiru. Hal ini mengindikasikan bahwa jenazah korban hampir kurang lebih 4 hari di dalam kamar.

Berdasarkan pengakuan dari orang tua korban, Maria Agustina Naibaho mengalami gejala sakit demam dan selanjutnya tidak ada lagi kabar. Hingga kini, orang tua korban sudah berada di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Kekurangajaran dalam Penyelidikan

Menurut salah satu anggota keluarga yang enggan disebut namanya, terdapat luka memar di tubuh Maria. Beberapa di antaranya ada di bawah ketiak kiri, lutut, hingga bagian organ vitalnya berdarah. Selain itu, handphone Maria disebut rusak terbelah di dalam kamar kos. Hal ini diungkapkan berdasarkan keterangan abang kandung Maria yang juga sebagai pelapor ke Polisi.

Ayah korban, Mangatur Naibaho, membenarkan kalau pihaknya telah membuat laporan ke Polisi. Laporan dilayangkan untuk mengungkap penyebab pasti kematian putrinya. Menurutnya, 2 hari sebelum ditemukan tewas, anaknya sempat berkirim pesan ke ibunya. Dalam pesannya, ia mengatakan sedang sakit kepala hingga suaranya menghilang.

Reaksi Keluarga

Mangatur Naibaho mengaku syok mendengar kabar kematian putrinya. Ia mendapat informasi anaknya meninggal dunia ketika dalam bus dari Pekanbaru hendak pulang, Kamis (12/3/2026) malam, sekira pukul 20:00 WIB. Tiba-tiba, handphonenya berdering mendapat telepon dari rekannya. Di sinilah ia mendapat informasi kalau Maria Agustina sudah meninggal dunia, di dalam kamar indekosnya.

Penyebab Kematian Masih Dicari

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian mahasiswi yang tengah menempuh tingkat akhir tersebut. Sementara itu, warga sekitar mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali melihat kondisi jenazah di dalam kamar. Bau menyengat yang sempat dikira bangkai hewan ternyata berasal dari jasad MA br Naibaho yang sudah membiru.

0 Komentar