
Kudapan Indonesia terus menarik perhatian dunia. Kini, sejumlah makanan khas Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam ajang kuliner internasional di Ottawa, Kanada.
KBRI Ottawa turut serta dalam ajang bergengsi Y Embassy Chef Showcase 2026 yang digelar di Ottawa pada hari Rabu (16/4). Dalam ajang tersebut, RI memperkenalkan berbagai hidangan tradisional Indonesia, seperti nasi kuning dengan aroma rempah yang khas, rendang daging yang lezat dan kaya bumbu Minangkabau, kue talam yang lembut, hingga srikaya Palembang yang menggugah selera para pengunjung.
Hasilnya, tiga penghargaan utama berhasil diraih oleh KBRI Ottawa, yaitu Best Dressed Booth, Best Beverage, dan People's Choice. Selain itu, KBRI Ottawa juga menjadi runner-up untuk kategori Judges' Choice, di bawah Ethiopia dan Filipina yang mendapatkan nilai tertinggi dari juri.

Booth Indonesia menjadi daya tarik utama sejak pintu dibuka. Penataan booth yang indah dan terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia berhasil memukau para juri untuk kategori Best Dressed Booth.
Penghargaan People's Choice—yang ditentukan langsung oleh suara pengunjung—menunjukkan betapa kuatnya daya tarik kuliner Indonesia di kalangan publik Ottawa.

Ajang ini diikuti oleh 15 perwakilan negara asing di Ottawa. Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai peserta yang paling banyak meraih penghargaan dalam acara tersebut.
Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh YMCA of the National Capital Region ini dihadiri sekitar 500 orang dari kalangan korps diplomatik, profesional, dan media massa. Hal ini menjadikan malam tersebut sebagai salah satu perayaan keberagaman budaya paling meriah di Ottawa di awal musim semi ini.

Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menyampaikan bahwa Indonesia patut bangga atas dominasi mereka dalam penghargaan utama Y Embassy Chef yang merupakan salah satu program promosi kuliner dan kebudayaan internasional di Ottawa.
Menurutnya, kolaborasi antara KBRI Ottawa dan diaspora Indonesia di Ottawa menjadi semangat untuk terus memperkenalkan dan mendekatkan Indonesia di hati dan pikiran publik Kanada.
Muhsin menegaskan bahwa keberhasilan ini memiliki dampak yang lebih luas dari sekadar kompetisi kuliner. Salah satunya adalah peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia.
"Saya percaya upaya kita akan meningkatkan jumlah wisatawan Kanada ke Indonesia yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, di mana tahun lalu hampir mencapai 100 ribu wisatawan," ujarnya.

Ketua Dewan Juri Margaret Dickenson juga menyampaikan selamat kepada Indonesia yang meraih banyak penghargaan dalam ajang ini.
"Saya mengucapkan selamat kepada Indonesia yang menyapu bersih seluruh penghargaan pada Y Embassy Chef tahun ini," katanya.
Lebih dari sekadar penilaian profesional, kemenangan Indonesia tampaknya menyentuh sisi emosional perempuan yang dikenal sebagai penulis buku masak bertaraf internasional dan mantan presenter televisi.

Y Embassy Chef Showcase adalah perayaan kuliner diplomatik tahunan yang hanya bisa lahir dari ibu kota Kanada. Sejak pertama kali digelar, acara ini mempertemukan juru masak terbaik dari kedutaan besar dan perwakilan negara asing di Ottawa untuk bersaing dalam semangat kompetisi persahabatan, keberagaman budaya, dan inklusi.
Tiket masuk seharga CAD 150 per orang seluruhnya disumbangkan untuk mendukung program-program vital YMCA, mulai dari layanan bagi pendatang baru (newcomers) di Kanada, penilaian kemampuan bahasa, kamp musim panas, hunian transisional, hingga layanan ketenagakerjaan bagi masyarakat di wilayah Ottawa Raya.

Dalam edisi tahun ini, Y Embassy Chef berhasil mengumpulkan lebih dari CAD 59.000 (sekitar ±Rp.750 juta), meningkat tipis dari capaian tahun lalu sebesar CAD 55.000 (sekitar ±Rp.690 juta) yang akan didonasikan untuk berbagai komunitas setempat.
Selain Indonesia, lima belas perwakilan negara asing yang ikut serta dalam acara ini antara lain Ekuador, Ethiopia, Filipina, Ghana, India, Jamaika, Jerman, Malaysia, Pakistan, Sri Lanka, China, Tunisia, Uganda, dan Yordania.

Keberhasilan KBRI Ottawa di ajang ini bukan hanya prestasi kuliner. Ini adalah cerminan dari komitmen Indonesia dalam membangun soft power dan mempererat persahabatan antarbangsa melalui pendekatan yang paling universal: makanan.
0 Komentar