Organda Aceh Minta Warga Laporkan Penemuan Tiket Mudik yang Dinaikkan Harganya

Organda Aceh Minta Warga Laporkan Penemuan Tiket Mudik yang Dinaikkan Harganya

Pemantauan Harga Tiket Angkutan Umum Selama Mudik Lebaran

Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Aceh mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya kenaikan harga tiket angkutan selama mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Pihaknya memastikan bahwa harga tiket angkutan umum tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Ramli, Ketua DPD Organda Aceh, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem tarif batas bawah dan batas atas dalam penentuan harga tiket angkutan. Sistem ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pengusaha angkutan dan para penumpang.

  • Apabila masyarakat menemukan adanya kenaikan harga tiket di lapangan, ia meminta agar segera melaporkannya kepada Organda agar dilakukan penegakan.
  • “Tidak ada kenaikan harga tiket, nggak ada. Nah, itu kami jamin itu. Kalau memang masyarakat ada menemukan kenaikan harga laporkan kepada Organda,” kata Ramli.

Sistem tarif batas bawah biasanya berlaku pada hari-hari biasa, sedangkan tarif batas atas dapat diterapkan pada momen tertentu seperti libur tahun baru atau Lebaran. Namun demikian, Ramli tidak bisa merincikan terkait besaran tarif batas bawah hingga batas atas karena setiap daerah di Aceh memiliki jarak tempuh dan tarif yang berbeda.

  • Perbedaan antara tarif batas bawah dan tarif batas atas sekitar 20 persen perbandingannya. Kalau misal harga batas bahwa Rp 100 ribu, berarti harga batas atas bisa sekitar Rp 120 ribu. Tetapi tiap-tiap daerah beda tarifnya, misalnya ke Tamiang beda, ke wilayah barat selatan beda lagi.

Persiapan Armada Angkutan Jauh-Jauh Hari

Selain itu, Ramli menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan armada angkutan jauh-jauh hari guna memastikan kelancaran arus mudik masyarakat di Aceh. Ia juga menekankan bahwa salah satu fokus utama Organda saat ini adalah memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar layak jalan demi keselamatan penumpang selama perjalanan mudik.

  • Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan tiket menjelang Lebaran. Menurutnya, jumlah armada yang tersedia dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
  • “Kita armada cukup banyaklah. Jadi nggak usah khawatir, kepada masyarakat kita mengimbau jangan khawatir tiket habis. Apalagi nanti dari Pemerintah Aceh juga kita laksanakan mudik gratis. Ini juga terbantu masyarakat. Kita sudah cek semua,” jelasnya.

Jumlah Armada yang Cukup Besar

Berdasarkan data Organda Aceh, jumlah armada angkutan yang siap melayani pemudik tahun ini cukup besar. Tercatat terdapat lebih dari 600 unit bus serta sekitar 3.000 unit kendaraan jenis KIA dan Hiace yang beroperasi di berbagai trayek.

  • “Kalau bus hampir 600 lebih, kalau Hiace hampir 3.000 lebih. Jadi tidak ada kendala apa pun,” ujarnya.

Selain angkutan penumpang, Ramli juga memastikan distribusi angkutan barang selama Ramadhan dan menjelang Lebaran berjalan normal tanpa kendala berarti. Hingga saat ini, pihaknya tidak menerima keluhan terkait distribusi logistik maupun ketersediaan barang di pasar.

Kendala Lalu Lintas di Jembatan Kutablang

Meski demikian, Ramli mengakui terdapat sedikit kendala lalu lintas di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang kerap mengalami antrean kendaraan.

  • “Kendala sedikit di jembatan Kutablang. Di situ ada agak antre, tetapi nanti mungkin kita antisipasi dan pemerintah juga akan turun tangan,” ujarnya.

Prediksi Puncak Arus Mudik

Sementara itu, Ramli menambahkan bahwa puncak arus mudik Lebaran di Aceh diperkirakan terjadi tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.

  • “Biasanya puncak mudik itu H-3 Lebaran, sekitar tanggal 17, 18, dan 19 Maret,” pungkasnya.


0 Komentar