Pabrik Susu Terbesar Indonesia Siap Beroperasi di Brebes Mulai 2027

Pabrik Susu Terbesar Indonesia Siap Beroperasi di Brebes Mulai 2027

Peternakan Sapi Perah Terbesar di Jawa Tengah

Jawa Tengah akan memiliki peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek ini direncanakan dibangun di Kabupaten Brebes dan akan beroperasi mulai tahun 2027. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengungkapkan rencana pembangunan tersebut saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang.

Peternakan ini akan dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) dengan kapasitas sebanyak 30 ribu ekor sapi perah. Proyek ini akan dikelola secara terpadu dalam bentuk mega farm. Menurut Agung, kehadiran peternakan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan susu tetapi juga akan mendorong perekonomian daerah.

Produksi susu dari peternakan ini diperkirakan mencapai 180.000 ton per tahun atau menyumbang 18 persen dari total produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri hanya sekitar 1 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton. Dengan tambahan produksi dari Brebes, ketergantungan impor bisa diminimalkan.

Meningkatkan Posisi Jawa Tengah sebagai Produsen Susu Nasional

Kehadiran proyek ini akan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai tiga besar produsen susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga, di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat. Dengan proyek ini, Jawa Tengah berpotensi naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur.

Pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai dukungan untuk proyek ini. Mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease).

Sistem Peternakan Terpadu yang Berkelanjutan

Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa peternakan sapi perah di Brebes akan dikelola secara terpadu, berbasis teknologi modern, dan berkelanjutan. Lokasi peternakan ini akan dibangun di atas lahan seluas 710 hektare.

"Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir," ujar Ihsan. Proyek ini akan menggunakan konsep close loop system yang menghubungkan seluruh proses. Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, sementara residunya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pakan ternak.

Air juga akan dikelola lewat sistem daur ulang. Di dalamnya juga ada fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.

Kontribusi Signifikan pada Produksi Susu Nasional

Dengan skala yang besar, proyek ini akan berkontribusi signifikan terhadap produksi susu nasional. Ihsan mengatakan, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat.

Proyek ini juga akan melibatkan sekitar 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekitar 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.

Persiapan lahan pembangunan peternakan ini akan dimulai Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember tahun tersebut.

Dukungan Penuh dari Gubernur Jawa Tengah

Rencana pembangunan peternakan sapi perah di Brebes ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Luthfi mengatakan, proyek ini akan mendukung swasembada pangan, terutama sektor peternakan dan produksi susu.

"Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka, investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh," ungkap Luthfi.


0 Komentar