
Kekhawatiran Pekerja Venue Piala Dunia 2026
Para pekerja di salah satu venue Piala Dunia 2026, yaitu SoFi Stadium di Los Angeles, California, mengancam melakukan mogok kerja. Mereka menyampaikan protes terkait minimnya jaminan keamanan dan sosial yang diberikan kepada mereka saat bekerja keras dalam mendukung penyelenggaraan event sepak bola besar empat tahunan ini.
Selain itu, para pekerja juga khawatir tentang keberadaan Agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE). Mereka takut sewaktu-waktu bisa digrebek dan dideportasi ke daerah asal bila tidak memiliki dokumen tinggal yang sah.
"Para pekerja siap melakukan apapun," kata Maria Hernandez, koordinator pekerja, dikutip dari CBS. "Banyak orang yang merasa tidak aman dan kami harus membuat pihak SoFi Stadium tahu soal ini."
"Sepertinya FIFA-lah yang berkuasa atas event ini dan mereka memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang benar."
"Tanpa para tukang masak, cuci piring, pelayan dan yang lainnya, tidak akan ada pertandingan digelar," sambungnya.
Ancaman Trump dan Keberadaan ICE
Keberadaan ICE di sekitar event Piala Dunia 2026 memang bukan sekadar wacana. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pernah menyatakan bahwa ia tidak akan ragu menurunkan tim ICE ke lima wilayah berbeda untuk memastikan Piala Dunia 2026 berlangsung aman dan tertib.
Meski demikian, Trump tidak menyebutkan secara spesifik lima kota yang menjadi incarannya tersebut. Ia hanya memastikan bahwa akan sering menelepon para Gubernur untuk memantau situasi. Ia juga akan mengingatkan para koleganya bahwa ICE siap diterjukan.
"Kami akan melakukannya lagi (menerjunkan ICE). Dan, ngomong-ngomong, kami akan bisa menggelar Olimpiade dan Piala Dunia yang aman," kata Trump dikutip dari Sportbible.
"Kami ada 5 kota yang menjadi pengawasan ketat kami. Namun kami ingin lebih merasa diundang daripada langsung menerjunkan agen ke sana."
"Kami akan sering menelepon para Gubernur. Kami akan mengumumkan kota-kota itu dalam waktu dekat," sambungnya.
Penerjunan agen ICE pernah dilakukan oleh Trump dalam beberapa kesempatan. Dalam konteks olahraga, ia juga pernah menurunkan agen ICE ke Los Angeles, California, pada musim panas tahun lalu. Penerjunan para agen itu dilakukan lantaran ada protes besar yang melibatkan pendemo dan barisan aparat penegak hukum.
Keputusan itu dipandang terlalu cepat oleh banyak pihak. Namun Trump menilai hal itu perlu dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.
"Saya benar-benar menyelamatkan Los Angeles," ucap Trump kala itu, dikutip dari NBC.
"Jika saya tidak menurunkan para agen dan Garda Nasional, Anda tidak akan bisa menggelar Olimpiade (2028)" paparnya.
Persiapan Piala Dunia 2026
Trump menyambut Piala Dunia 2026 dengan persiapan yang cukup nyentrik. Beberapa waktu lalu, ia juga mengeluarkan kebijakan yang membatasi dan melarang warga dari beberapa negara untuk masuk ke wilayahnya.
Sikap Amerika Serikat yang menerbitkan larangan penerbitan visa bagi 75 negara yang berlaku pada Januari 2026 mulai menimbulkan gejolak. Kebijakan ini akan memberikan pengaruh pada salah satu event olahraga paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2026, yang akan digelar di negeri Paman Sam.
Dari panjangnya daftar negara yang warganya dilarang masuk AS, ada beberapa di antaranya yang termasuk peserta Piala Dunia. Negara seperti Brasil, Maroko, Uruguay, hingga Pantai Gading menjadi beberapa yang akan terkena imbas itu.
Pemerintah AS memang sudah memberikan pengecualian kepada para pemain dan staf yang nantinya akan tampil di Piala Dunia 2026 untuk bisa tetap masuk ke negara super power itu. Namun pengecualian itu tak berlaku bagi para penggemar dari negara yang sama.
Hingga kini permasalahan tersebut masih belum mendapatkan jalan keluar dari FIFA selaku penanggungjawab terselenggaranya Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat akan menggelar Piala Dunia 2026 bersama Meksiko dan Kanada selaku tuan rumah bersama.
Harga Tiket Piala Dunia Melonjak Tajam
Sebelum gelaran Piala Dunia 2026 juga menuai protes setelah FIFA atau Federasi Sepak Bola Dunia menaikkan harga tiket. Kenaikan harga tiket untuk partai puncak meningkat lima kali lipat lebih dari edisi 2022.
Dilansir The Guardian via BolaSport.com, FIFA menaikkan harga tiket final Piala Dunia 2026 ke angka 10.990 dolar AS atau setara Rp186 juta menurut kurs saat ini. Angka tersebut merupakan harga tiket tertinggi yang dijual mereka saat merilis gelombang baru tiket untuk dijual pada Rabu (1/4/2026) kemarin.
Disebutkan harga ini meningkat drastis dari harga yang diumumkan saat gelombang penjualan tiket sebelumnya. Sebelumnya, FIFA mematok harga tiket kategori tertinggi untuk final berada di angka 8.680 dolar AS atau ekuivalen dengan Rp147,2 juta.
Tak hanya untuk kategori tertinggi, mereka juga menaikkan harga tiket untuk kategori 2 dan 3. Pada Desember lalu, harga tiket di kategori 2 berada di angka 5.575 dolar AS atau Rp95,5 juta dan kategori 3 sebesar 4.185 dolar AS (Rp70,9 juta).
Tetapi per April ini, harga tersebut meningkat, di mana tiket kategori 2 menjadi 7.380 dolar AS (Rp125 juta) dan kategori 3 menjadi 5.785 dolar AS (Rp98 juta).
Kenaikan ini terbilang gila-gilaan, mengingat empat tahun sebelumnya atau di edisi 2022, harga tiket final masih terjangkau. Pada final Piala Dunia 2022, FIFA hanya mematok harga tiket tertinggi di angka 1.600 dolar AS saja atau sekitar Rp27 juta menurut kurs saat ini.
Meningkatnya harga tiket ini tak lepas dari model penetapan harga secara dinamis yang diterapkan FIFA sejak jauh-jauh hari. Model ini sempat menuai protes dari banyak pihak karena harga dapat naik dan turun tergantung permintaan.
Induk sepak bola dunia itu mengaku model ini digunakan karena keuntungan tiket ditujukan untuk membantu sepak bola akar rumput di seluruh dunia.
Selain mengambil keuntungan dari penjualan tiket secara langsung, FIFA juga mengambil keuntungan sebesar 15 persen dari tiket yang dijual secara ritel.
0 Komentar