
Persiapan Menyeluruh untuk Peluncuran Car Free Night dan Car Free Day di Palembang
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus mematangkan persiapan peluncuran Car Free Night (CFN) dan uji coba Car Free Day (CFD). Kedua kegiatan ini akan digelar di Kol Atmo pada Sabtu (18/4/2026) malam dan di Jembatan Ampera pada Minggu (19/4/2026). Walikota Palembang, Ratu Dewa, telah memberikan peringatan kepada jajarannya yang terlibat langsung dalam kedua acara tersebut.
Beberapa dinas seperti Dinas Pariwisata, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Kominfo, DLHK hingga perangkat Camat dan Kelurahan yang ada diminta untuk mensukseskan kegiatan tanpa ada keluhan dari masyarakat. Tidak hanya itu, Gubernur Sumsel Herman Deru juga direncanakan hadir dalam peluncuran CFN.
Fasilitas Umum yang Masih Perlu Diperbaiki
Salah satu hal yang masih menjadi perhatian adalah fasilitas umum yang belum mendukung kegiatan. Misalnya, CCTV di lokasi, lampu penerangan, petugas kebersihan, toilet umum, hingga kantong-kantong parkir yang ada masih kurang memadai. Selain itu, pengaturan lalu lintas yang tidak optimal selama CFD berlangsung sempat mendapat kritikan tajam dari warga net.
Ratu Dewa menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar catatan, tetapi akan segera ditindaklanjuti. Pemkot Palembang berkomitmen memperbaiki kelemahan agar kegiatan bebas kendaraan ini benar-benar menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan mendidik.
Kehadiran Gubernur dan Forkompinda
Asisten II Setda Pemkot Palembang, Isnaini Madani, memastikan bahwa launching CFN Kol Atmo akan dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan Forkompinda Sumsel, serta Walikota Palembang Ratu Dewa bersama OPD dan Forkompinda yang ada. Ia menyampaikan bahwa launching bukan sekadar acara panggung, tetapi setelahnya Gubernur dan walikota akan diajak keliling untuk melihat atraksi yang ada.
Penyempurnaan Acara dengan Ciri Khas Palembang
Evaluasi pelaksanaan CFN lebih pada penyempurnaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari awal hingga selesai. Dalam acara tersebut, akan lebih banyak menampilkan ciri khas dan etnik Palembang dengan konsep acara hiburan yang harus menonjolkan etnik Palembang, seperti seni dulmuluk, stand-up comedy berbahasa santun, serta komunitas olahraga dan seni kreatif lokal, keterlibatan UMKM lokal, Posko kesehatan yang memadai, dan menghadirkan hiburan khas Palembang.
Pengamanan dan Pemantauan
Dalam hal pengamanan, Pemkot Palembang sendiri sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan saat pelaksanaan. Personil ditempatkan sesuai kebutuhan, termasuk melibatkan pihak Sat Pol PP, Dishub, Kepolisian dan perangkat Kecamatan dan Lurah yang ada, yang disebar di lokasi-lokasi yang dianggap rawan kemacetan.
Selain itu, CCTV yang disebar dilokasi CFN dan petugas kebersihan dari DLH akan lebih banyak dilokasi, ataupun dilokasi CFD kedepannya, sehingga bisa memantau kegiatan. Kominfo juga menyiapkan CCTV yang bisa disebar merata sekitar 4-5 titik dilokasi, yang nantinya pada CCTV nya ada speaker cukup besar, yang nanti langsung negur jika ada hal-hal yang dianggap janggal.
Fasilitas Kesehatan dan Toilet Umum
Pemkot Palembang telah menyiapkan posko kesehatan dan mobil ambulance di Puskesmas Atmo yang buka pelayanan kesehatan hingga pukul 23.00 Wib, sehingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa tetap terlayani. Untuk toilet umum, pihaknya sudah menyiapkan toilet umum jenis lavatory (mobil) yang posisikan di depan toko Gemilang Variasi.
Selain itu, panitia juga sudah bekerjasama dengan instansi atau perkantoran terkait, seperti kantor Bank Sumsel Babel Cabang Palembang Kol Atmo, Puskesmas untuk mempersilahkan para pengunjung CFN Atmo bisa memakai toiletnya. Para pengunjung juga dipersilahkan memakai toilet umum di Puskesmas Dempo Kol Atmo, dimana sengaja membuka pelayanan kesehatannya sampai pukul 23.00 wib, khusus di malam minggu dalam rangka mendukung kegiatan CFN Atmo.
Pertumbuhan Ekonomi dan Partisipasi UMKM
Menurut Isnaini, pertumbuhan ekonomi Palembang tetap menunjukkan tren positif di angka 5,60 persen. Lonjakan jumlah pengunjung dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ramainya aktivitas jual beli di CFN menunjukkan daya beli masyarakat Palembang masih kuat.
Kawasan Kolonel Atmo yang selama ini tidak terlalu padat lalu Lalang aktifitas warga dan kendaraan melintas pada malam hari, tentunya dengan menyulap kawasan tersebut menjadi pusat kreasi dan hiburan warga, akan ada lonjakan dratis warga, untuk itu, Dishub harus melakukan penataan kantong parkir dan mendata jukir resmi dengan atributnya.
Penataan Parkir dan Pengawasan
Dishub Palembang sendiri telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi saat pelaksanaan CFN, yaitu di Jl KS Tubun, Dempo Luat, Lr Abdul Roni, Jl Krakatau dengan petugas resmi berompi. Tarif parkir untuk motor Rp 2.000 dan mobil Rp 4.000. Jika ada yang meminta lebih bisa difotokan atau divideokan, agar ditindaklanjuti petugasnya.
Sementara untuk di lokasi CFD karena masih uji coba, kantong- kantong parkir untuk sementara belum ditetapkan secara pasti, namun pengunjung bisa parkir di Jl Letkol Iskandar, kawasan Masjid Agung, Jl Rustam Effendi, Dermaga 7 Ulu dan dibawah jambatan Ampera 7 Ulu.
Kesimpulan
Dalam dua event itu sendiri, Isnaini mendapat kepercayaan dari Walikota Palembang untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan lancar. Meski begitu, Isnaini memastikan jika semua OPD yang ada terlibat untuk mensukseskannya.
0 Komentar