Rekaman Misa di Timor Leste Disalahgunakan sebagai Pengungsi Israel

Penjelasan Terkait Video yang Menyebar dengan Konteks Salah

Setelah perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada 12 April 2026 gagal mencapai kesepakatan, sebuah video yang menampilkan orang-orang memadati sebuah jalan disebarkan dengan konteks salah sebagai massa yang mengungsi dari Israel. Padahal, video tersebut menunjukkan prosesi misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Timor Leste pada September 2024.

Video tersebut menayangkan ribuan orang berjalan kaki di sebuah jalan raya bersama iring-iringan kendaraan yang bergerak dengan pelan. Postingan tersebut beredar setelah pembicaraan damai antara AS dan Iran pada 12 April gagal mencapai kesepakatan tentang bagaimana mengakhiri perang yang berkecamuk di Timur Tengah. Hal ini menyebabkan gencatan senjata selama dua minggu di wilayah itu kembali berada di posisi yang rentan.

  • Beberapa pihak menyebut bahwa kegagalan perundingan disebabkan oleh penolakan Iran untuk berkomitmen mengakhiri program nuklirnya.
  • Sementara itu, pejabat Iran menyalahkan AS atas kegagalan pembicaraan tanpa merinci poin-poin yang menjadi hambatan.

Namun, pihak AS mengatakan pada 15 April bahwa mereka sedang mendiskusikan kemungkinan diadakannya pembicaraan damai kedua dan optimis akan mencapai kesepakatan dengan Iran.

Sebelumnya, Tehran mengancam akan menutup jalur perdagangan di Laut Merah kecuali Washington mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan mereka. Video dengan klaim pengungsi Israel tersebut juga beredar di Instagram, Threads, dan TikTok dalam bahasa Inggris, Arab, dan Bengali. Namun, video itu merupakan rekaman lama yang tidak berkaitan dengan perang di Timur Tengah.

gubukinspirasi.id pernah menyanggah postingan misinformasi yang menggunakan video yang sama di tahun 2024 dan 2025. Pencarian gambar terbalik di Google dengan menggunakan potongan klip yang beredar menemukan video dengan kualitas lebih baik diunggah di TikTok pada 11 September 2024.

Keterangan postingan TikTok tersebut menggunakan sejumlah tagar, seperti #timor, #katolikroma, dan #pausfransiskus. Hal ini mengindikasikan bahwa rekaman diambil saat kunjungan mendiang Paus Fransiskus ke Timor Leste pada 9 September 2024. Paus Fransiskus meninggal akibat stroke pada April 2025.

Pengguna TikTok yang mengunggah rekaman tersebut — seorang fotografer bernama Rey Marques yang berbasis di Timor Leste — sebelumnya mengatakan kepada gubukinspirasi.id bahwa ia tidak tahu siapa yang merekam video itu, tetapi lokasi pengambilan rekaman berada di dekat Pemakaman Umum Raikotu.

Lukisan Fransiskus dengan latar biru juga terlihat dalam video TikTok, sama dengan lukisan yang terlihat pada foto gubukinspirasi.id yang diambil saat kunjungan Paus ke Timor Leste.

"Umat Katolik berjalan melewati sebuah mural Paus Fransiskus untuk menghadiri misa kudus yang dipimpin Paus Fransiskus di sebelah Taman Esplanade of Tasitolu di Dili pada 10 September 2024," demikian keterangan foto gubukinspirasi.id tersebut.

Di dalam video TikTok itu juga terlihat jelas bendera Timor Leste di lampu lalu lintas, serta sebuah poster sang paus. Menurut Vatikan, yang mengutip informasi dari otoritas lokal di Dili, misa yang dipimpin Paus Fransiskus di Timor Leste pada 10 September 2024 dihadiri lebih dari 600.000 orang — atau hampir separuh populasi negara itu.

Mural Paus Fransiskus dan bangunan-bangunan di jalan raya di kota Dili itu bisa dilihat dalam tampilan di Google Street View.

gubukinspirasi.id telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan perang di Timur Tengah disini.

0 Komentar