
Penurunan Animasi Suporter Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Jumlah penonton yang hadir dalam laga Timnas Indonesia pada ajang FIFA Series 2026 tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan saat kualifikasi Piala Dunia. Dalam pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria, jumlah suporter yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta hanya mencapai 26.703 orang dan 24.714 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan jumlah penonton saat kualifikasi Piala Dunia yang pernah mencapai lebih dari 60 ribu orang.
Selain itu, animo pendukung Timnas Indonesia juga terlihat lebih rendah dibandingkan laga antara Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya di kompetisi domestik. Laga tersebut dihadiri sekitar 40.000 suporter di stadion yang sama.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyebut beberapa faktor yang memengaruhi penurunan jumlah penonton. Salah satunya adalah kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Selain itu, jadwal laga yang berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri juga menjadi alasan utama.
Faktor Penyebab Penurunan Jumlah Penonton
Penurunan animo suporter Timnas Indonesia dalam laga FIFA Series 2026 tidak terlepas dari beberapa faktor. Pertama, kegagalan Timnas Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia 2026 membuat antusiasme masyarakat menurun. Sebelumnya, ketika Timnas masih memiliki peluang tampil di Piala Dunia, jumlah penonton bisa mencapai angka yang sangat tinggi.
Kedua, jadwal laga yang bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri juga turut memengaruhi partisipasi suporter. Banyak penggemar yang memilih untuk berlibur atau berkumpul dengan keluarga daripada datang ke stadion.
Rating TV Stabil dan Apresiasi untuk Suporter
Meski jumlah penonton di stadion menurun, rating televisi pertandingan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 justru meningkat. Menurut Erick Thohir, rating TV mencapai 50-60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah suporter yang hadir secara langsung berkurang, antusiasme masyarakat tetap tinggi melalui layar kaca.
Erick Thohir memberikan apresiasi kepada para pendukung yang tetap setia mendukung Timnas Indonesia. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang menyaksikan pertandingan melalui televisi. Menurutnya, pentingnya keseimbangan antara dukungan langsung dan antusiasme di layar kaca.
Update Proyek Naturalisasi di Era John Herdman
Mengenai proyek naturalisasi pemain, Erick Thohir memberikan pembaruan terkini. Meski nama-nama seperti Tristan Gooijer, Luke Vickery, hingga Dean Zandbergen sempat santer dikaitkan di media sosial, ia menegaskan bahwa belum ada nama baru yang diproses secara resmi.
Sejak menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada 16 Februari 2023, Erick Thohir telah mendatangkan 21 pemain naturalisasi, termasuk Jay Idzes, Thom Haye, hingga Kevin Diks. Proses terakhir dilakukan pada Agustus 2025 untuk Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra guna mengejar tiket Piala Dunia 2026. Namun, untuk tantangan terberat berikutnya di Piala Asia 2027, PSSI memilih bersikap blak-blakan.
Fokus pada Kekompakan Skuad yang Ada
Keputusan terkait penambahan pemain naturalisasi sepenuhnya berada di bawah pertimbangan pelatih John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa saat ini masih ingin memaksimalkan pemain yang ada guna membangun jam terbang dan kekompakan tim menuju Piala Dunia 2030.
Erick Thohir menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membangun kekuatan dari skuad yang sudah tersedia. Hingga saat ini, tidak ada rencana untuk menambah pemain baru dalam waktu dekat.
0 Komentar