
Pengembangan Embarkasi Haji di Banten
Provinsi Banten akan segera memiliki embarkasi haji pertama yang berada di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang. Keberadaan embarkasi ini akan menjadi sejarah bagi Provinsi Banten dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa Grand El Hajj akan menjadi percontohan pusat layanan terpadu atau disebut One-stop services. Inisiatif ini merupakan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan maskapai Garuda Indonesia serta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk merampungkan semua urusan keberangkatan haji di satu lokasi saja.
One-stop services memudahkan seluruh mekanisme keberangkatan dilayani dalam satu lokasi di asrama haji. Mulai dari proses keimigrasian, pengurusan tiket pesawat, manasik, hingga penginapan domestik. Gagasan tersebut membuat embarkasi Banten menjadi percontohan program one-stop services bagi jamaah haji dan umrah.
"InsyaAllah asrama haji Cipondoh pada tahun ini sudah bisa difungsikan sebagai titik lokasi embarkasi bagi semua jemaah dari Provinsi Banten," ujar Dahnil.
Dengan skema tersebut, jemaah haji dan juga umrah mandiri maupun yang dikoordinir oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta pengguna maskapai Garuda Indonesia dapat menikmati kemudahan proses birokrasi di satu lokasi lengkap dengan fasilitas pendukung. Semua petugas juga terus mematangkan persiapan untuk memberikan pelayanan yang nyaman bagi semua jemaah haji khususnya dari kelompok lansia.
Pelayanan Keimigrasian yang Lebih Efisien
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana mendukung kelancaran proses keberangkatan calon jemaah haji dengan menerapkan sistem clearance atau proses kepengurusan izin dokumen resmi di asrama yang menjadi titik embarkasi.
Petugas akan menggunakan perangkat portable dalam melakukan pemeriksaan dokumen dan pemberian stempel keberangkatan di sejumlah titik embarkasi Asrama Haji Cipondoh. Stempel keberangkatan akan dilakukan di embarkasi supaya ketika sampai di Bandara Soetta, proses keberangkatan jadi lebih cepat, teratur dan nyaman bagi peserta haji.
Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah melakukan sejumlah strategi pelayanan calon jemaah haji Indonesia. Dalam pelayanan tersebut, pihak imigrasi telah menyiapkan petugas serta memaksimalkan fasilitas sarana dan prasarana yang memudahkan calon jemaah haji saat hendak menuju Arah Saudi.
Untuk mendukung keberangkatan haji tahun ini, mereka telah melakukan berbagai kesiapan mulai dari operasional hingga pengamanan untuk menunjang seluruh pemeriksaan keimigrasian yang terpusat di asrama haji keberangkatan.
Proses Keberangkatan yang Terstruktur
Alur keberangkatan calon jemaah haji, yang akan dilepas menggunakan bus dengan pengawalan ketat dari lokasi embarkasi menuju bandara terbesar se-Indonesia itu. Setibanya di bandara, ribuan jemaah langsung diarahkan menuju Makkah Route yang ada di Terminal 2 Bandara Soetta guna menjalani pemeriksaan keimigrasi khusus otoritas Arab Saudi.
Pelayanan Makkah Route ini memberi kemudahan bagi para calon jemaah haji dalam pemeriksaan imigrasi yang dilakukan oleh Kerajaan Arab saudi. Dengan demikian ketika tiba di Jeddah dan Madinah, para calon jemaah haji tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan dokumen keimigrasian.
Imigrasi juga telah memastikan kesiapan kelayakan fasilitas Makkah Route dari segi fasilitas maupun gedung untuk mendukung pelaksanaan embarkasi di Bandara Soetta. Dengan layanan ini para jemaah yang tiba di Arab dapat langsung lanjutkan perjalanan ke pemondokan tanpa harus pemeriksaan keimigrasian kembali.
0 Komentar