Pelepasan 363 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 1447 Hijriah

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan pelepasan terhadap 363 petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) yang akan bertugas dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Pelepasan tersebut dilakukan di Asrama Haji Pondok Gede pada Jumat, 17 April 2026.
Petugas PPIH yang diberangkatkan berasal dari daerah kerja Madinah dan Bandara. Mereka akan menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, Arab Saudi, untuk memulai tugasnya dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji.
Dalam arahannya, Dahnil menekankan bahwa tugas PPIH bukan hanya sekadar pekerjaan teknis, tetapi juga bagian dari ibadah dan misi suci yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. “Kita siap menyukseskan Haji 2026. Kesiapan mental menjadi penting, termasuk kemampuan mengelola emosi, agar kekuatan fisik yang dimiliki benar-benar ditopang oleh kekuatan rohani yang siap,” ujarnya.
Dahnil juga meminta seluruh petugas PPIH untuk meniatkan keberangkatan ini sebagai bagian dari ibadah. Ia menegaskan bahwa tugas mereka adalah melayani jemaah haji agar ibadah mereka berjalan lancar. “Ini adalah misi suci, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, agama, dan bangsa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan maksimal dan penuh empati kepada jemaah haji, karena profil jemaah sangat beragam. Dahnil menjelaskan bahwa jemaah haji Indonesia memiliki latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi pekerjaan, pendidikan, maupun usia. “Pastikan pelayanan sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya,” tuturnya.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Haji dan Umrah per 15 April 2026, jemaah haji Indonesia menunjukkan keragaman yang tinggi. Dari sisi pekerjaan, jemaah didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), diikuti pegawai swasta (46.462), pegawai negeri sipil atau PNS (40.143), dan petani (24.126). Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah merupakan lulusan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), serta Sarjana/S1 (51.968).
Dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi oleh kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jemaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40 ribu orang secara keseluruhan.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyatakan bahwa pemerintah akan fokus pada keamanan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. “Presiden meminta kepada kami untuk menjadikan keselamatan dan keamanan jamaah sebagai prioritas utama,” ucap Irfan di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Irfan menjelaskan bahwa keamanan meliputi perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi dan sebaliknya, serta keamanan selama di Tanah Suci. Selain itu, pemerintah juga memastikan keamanan logistik yang akan mendukung kegiatan jemaah.
Pelaksanaan haji 2026 dimulai dengan jemaah berkumpul di asrama pada 21 April. Keesokan harinya, pada 22 April, gelombang pertama jemaah haji akan diterbangkan dari Tanah Air. Gelombang pertama akan diberangkatkan menuju Madinah sebelum dilanjutkan ke Mekkah. Rencananya, Presiden akan melepas jamaah haji rombongan pertama tanggal 22 April. Kemudian, gelombang kedua rencananya mulai diterbangkan pada 7 Mei menuju Jeddah, kemudian berlanjut ke Mekkah.
Irfan menargetkan seluruh jemaah haji Indonesia sudah berada di Tanah Suci pada 21 Mei 2026. “Puncak haji diperkirakan pada tanggal 25 sampai dengan 26 Mei di Arafah,” tutur Irfan.
Sementara itu, tahap pertama operasional pemulangan jemaah haji dimulai pada 1 Juni. Proses pemulangan jemaah ini akan dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan berakhir pada 1 Juli 2026.
Di sisi lain, petugas yang akan melayani pelaksanaan ibadah haji sudah mulai diberangkatkan. Irfan mengatakan tim pendahulu diterbangkan pada 13 April 2026. Sedangkan PPIH Bandara dan Madinah mulai diberangkatkan pada 17 April.
0 Komentar