Wawancara Khusus: Dubes Kanada Kagum pada Tradisi Berburu Takjil Orang Bandung

Wawancara Khusus: Dubes Kanada Kagum pada Tradisi Berburu Takjil Orang Bandung

Kunjungan Dubes Kanada ke Bandung: Memperkuat Hubungan Bilateral

Dubes Kanada untuk Indonesia, Jess Duton, melakukan kunjungan ke Bandung dalam rangka "Embassy Goes to Bandung". Selama tiga hari, ia mengunjungi berbagai tempat dan bertemu dengan berbagai pihak seperti Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, para pakar dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), serta sejumlah pengusaha swasta. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pemantauan proses peningkatan gizi dan kesehatan pelajar melalui program yang diinisiasi oleh Nutrition International, sebuah organisasi nirlaba berbasis di Ottawa, Kanada.

Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, Jess Duton berkunjung ke Studio Tribun Jabar untuk berbincang dengan Pimpinan Redaksi Tribun Jabar, Adi Sasono. Berikut adalah beberapa poin penting dari wawancara tersebut:

Pengalaman di Bandung

Jess Duton mengatakan bahwa Bandung terasa lebih sejuk dibandingkan Kanada, meskipun bagi orang Kanada, cuaca di sini masih terasa panas. Ia menjelaskan bahwa musim dingin di Kanada bisa sangat dingin, namun tidak setiap saat. Selama kunjungannya ke Bandung, ia menghadiri pertemuan dengan Wakil Gubernur, memberikan kuliah umum di UNPAR, bertemu dengan banyak pelaku bisnis, melakukan wawancara media, dan mengunjungi Museum Asia-Afrika. Ia juga menghadiri acara Iftar bersama mitra utama dan mengunjungi proyek sekolah yang memberikan nutrisi penting bagi anak muda dan perempuan.

Transportasi dan Perjalanan

Jess Duton menyampaikan pengalamannya naik Whoosh, transportasi cepat yang digunakan di Bandung. Ia mengatakan bahwa perjalanan sangat cepat dan halus, dengan kecepatan mencapai 347 km per jam. Ia merasa sangat menikmati pengalaman tersebut.

Pengalaman Budaya

Selama kunjungannya, Jess Duton juga mengunjungi museum dan beberapa toko di waktu senggang. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap arsitektur Art Deco dan museum Konferensi Asia-Afrika. Ia juga mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Kanada saat itu, Louis Saint Laurent, pernah mengirim pesan selamat kepada Presiden Soekarno atas keberhasilan konferensi tersebut.

Kerja Sama Pendidikan

Jess Duton menjelaskan bahwa pendidikan sangat penting bagi hubungan antara Kanada dan Indonesia. Ia menyebutkan adanya program beasiswa bernama SEED yang dapat diakses secara daring. Ia juga menjelaskan bahwa Kanada menawarkan lingkungan yang aman dan multikultural bagi mahasiswa internasional. Mahasiswa Indonesia yang belajar di Kanada memiliki kesempatan untuk bekerja setelah lulus dan menjadi duta besar permanen bagi Kanada di Indonesia.

Teknologi dan Investasi

Jess Duton menyebutkan bahwa Kanada memiliki teknologi waste-to-energy yang sangat maju. Ia menyampaikan bahwa perusahaan Kanada aktif dalam bidang smart cities dan pengelolaan sampah. Ia juga menyampaikan bahwa Kanada ingin meningkatkan kolaborasi dengan Jawa Barat, terutama di sektor kedirgantaraan. Ia telah berbicara dengan Wali Kota dan Wakil Gubernur, Pak Erwan, yang menyatakan keinginan untuk meningkatkan kerja sama.

Pesan Akhir

Jess Duton menyampaikan pesan bahwa Kanada adalah mitra strategis penting bagi Indonesia dalam ketahanan pangan, energi, dan pengembangan SDM. Ia menegaskan bahwa kedua negara memiliki perspektif yang sama dalam situasi geopolitik yang sulit. Ia menutup wawancara dengan kutipan singkat: “Canada is a partner for life” (Kanada adalah mitra seumur hidup).


0 Komentar