Fakta Menarik Pulau Nusakambangan

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau, mulai dari Sabang hingga Merauke. Selain pulau-pulau besar seperti Sumatra, Kalimantan, dan Jawa, ada juga beberapa pulau kecil yang memiliki cerita unik. Salah satunya adalah Pulau Nusakambangan. Berlokasi di bagian selatan Pulau Jawa, pulau ini menyimpan berbagai fakta menarik yang mungkin belum kamu ketahui.

Pulau Nusakambangan tidak hanya dikenal sebagai tempat penjara, tetapi juga menjadi habitat alami bagi spesies langka dan memiliki keindahan alam yang luar biasa. Berikut beberapa fakta menarik tentang pulau tersebut:

Ada Banyak Lapas di Pulau Nusakambangan


Pulau Nusakambangan terkenal sebagai salah satu pulau yang memiliki banyak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Tercatat, terdapat sekitar 12 lapas di pulau tersebut. Lapas di Pulau Nusakambangan dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan tingkat keamanannya. Berikut daftar lengkapnya:

  • Lapas Super Maximum Security
  • Lapas Kelas I Batu
  • Lapas Kelas IIA Pasir Putih
  • Lapas Khusus Kelas IIA Karang Anyar
  • Lapas Maximum Security
  • Lapas Kelas IIA Besi
  • Lapas Narkotika Kelas IIA
  • Lapas Kelas IIA Gladakan
  • Lapas Kelas IIA Ngaseman
  • Lapas Medium Security
  • Lapas Kelas IIA Kembang Kuning
  • Lapas Kelas IIA Permisan
  • Lapas Kelas IIA Kumbang
  • Lapas Minimum Security
  • Lapas Kelas IIB Nirbaya
  • Lapas Kelas IIB Terbuka

Pulau Nusakambangan adalah Habitat Macan Tutul Jawa


Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan satu-satunya kucing besar yang tersisa di wilayah Pulau Jawa. Menariknya, kucing besar yang pandai memanjat pohon tersebut masih bisa ditemukan di Pulau Nusakambangan. Menurut Wahyono Restanto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Cilacap, masih tersisa belasan ekor macan tutul jawa di pulau tersebut.

Penelitian oleh Fauna dan Flora International (FFI) dan berbagai lembaga lain juga mengungkap fakta bahwa setidaknya terdapat 18 ekor macan tutul jawa di Pulau Nusakambangan. Bukti kehadiran predator puncak tersebut hadir dalam bentuk foto, video, hingga kotoran. Selain itu, terdapat dua jenis macan tutul jawa di Pulau Nusakambangan, yaitu macan kumbang berwarna hitam dan macan bercorak tutul.

Berlokasi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah


Pulau Nusakambangan berlokasi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Lebih tepatnya lagi, pulau tersebut masuk ke Kecamatan Cilacap Selatan. Luas wilayahnya sendiri sekitar 210 kilometer persegi (km²) atau 21 ribu hektare (ha). Panjangnya 36 kilometer dan lebarnya ada di angka 3-9 kilometer. Jika dilihat dari peta, Pulau Nusakambangan nampak seperti menyatu dengan Pulau Jawa. Namun, sebenarnya pulau tersebut terpisah dari Pulau Jawa lewat selat kecil bernama Selat Segara Anakan.

Bisa Dikunjungi oleh Wisatawan


Pulau Nusakambangan memang erat dengan hewan liar, kesan menyeramkan, dan tempat para narapidana. Namun, pulau tersebut terbuka untuk umum dan beberapa wilayahnya bisa dikunjungi oleh wisatawan. Di Pulau Nusakambangan terdapat berbagai tempat eksotis, seperti Pantai Pasir Putih, Pantai Permisan, Pantai Teluk Penyu, hingga Goa Ratu. Berbagai penginapan juga tersedia di Pulau Nusakambangan sehingga memudahkanmu untuk menginap dan melakukan eksplorasi selama berhari-hari.

Menariknya, Pulau Nusakambangan masih asri sehingga pantainya terawat dan bebas dari sampah. Destinasi wisata ini mulai dibuka pada tahun 1996.

Sejarah Singkat Pulau Nusakambangan


Sebelum memiliki nama besar seperti sekarang, ternyata Pulau Nusakambangan punya sejarah yang menarik. Awalnya, Pulau Nusakambangan ditetapkan sebagai daerah tertutup oleh pemerintah kolonial pada 1905. Kemudian, 32 tahun kemudian, Pulau Nusakambangan mulai menjadi tempat untuk mengurung narapidana.

Pada 1974, Pemerintah Indonesia juga mengukuhkan status Pulau Nusakambangan sebagai daerah tertutup melalui Kepres RI No. 38. Sebagai "pulau penjara", berbagai narapidana kelas kakap seperti Amrozi dan Ali Gufron juga pernah ditahan di pulau tersebut. Pulau Nusakambangan baru dibuka untuk umum sebagai tempat wisata pada 1996.

Kesimpulan

Berbagai fakta menarik Pulau Nusakambangan menjadi bukti kalau pulau tersebut merupakan tempat yang penting, entah bagi pemerintah, masyarakat, atau kelestarian alam Indonesia. Karena itu, Pulau Nusakambangan harus dijaga dan jangan dialihfungsikan untuk hal-hal buruk. Berbagai upaya juga harus digayangkan untuk meningkatkan fungsi dari pulau tersebut.