
Kampung Belgia: Wisata Heritage yang Menggabungkan Sejarah dan Alam
Kampung Belgia terletak di Dusun Sumberwadung, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tempat ini resmi menjadi destinasi wisata heritage pada pertengahan September 2024. Kawasan ini memiliki sejarah panjang sebagai bekas perkebunan dan pabrik karet milik perusahaan Belgia sejak awal abad ke-20. Bangunan-bangunan yang berdiri di sini memiliki gaya arsitektur Eropa yang khas, serta peninggalan kolonial yang masih terawat hingga kini.
Selain nilai sejarahnya, Kampung Belgia menawarkan suasana alam yang sejuk dan tenang. Di tengah hutan karet dan kopi, pengunjung dapat menikmati pengalaman unik dengan mengelilingi area perkebunan sambil melihat bangunan-bangunan kuno yang masih berdiri kokoh. Selain itu, kawasan ini juga memiliki sumber mata air abadi yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Sejarah Perkebunan Belgia di Jember
Dulunya, Kampung Belgia merupakan kawasan perkebunan dan pabrik karet yang dibangun oleh perusahaan Belgia pada sekitar tahun 1910. Pada masa Hindia Belanda, wilayah ini berkembang menjadi kawasan perkebunan penting di Jember bagian timur. Perusahaan tersebut menyediakan berbagai fasilitas seperti kantor, rumah pegawai, dan pabrik pengolahan hasil kebun.
Pada tahun 1928, perkebunan ini secara resmi dibuka dan mulai beroperasi. Setelah Indonesia merdeka, seluruh aset perkebunan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia. Saat ini, kawasan ini dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan milik Pemerintah Kabupaten Jember. Pengelola kemudian mengembangkan kawasan tersebut menjadi wisata heritage bernama Wisata Kampung Belgia.
Arsitektur Kolonial yang Masih Terawat
Salah satu daya tarik utama Kampung Belgia adalah deretan rumah tua bergaya Eropa yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Rumah-rumah tersebut menjadi saksi sejarah kehidupan masyarakat perkebunan pada masa Hindia Belanda. Arsitektur khas Belgia dengan atap tinggi menjulang dan langit-langit yang sangat tinggi membuat rumah tetap terasa sejuk meski berada di tengah kawasan tropis.
Tiang penyangga di bagian teras rumah juga tampak kokoh dengan susunan batu besar yang masih terawat. Genteng model lama serta plafon kayu asli peninggalan kolonial masih dipertahankan hingga sekarang. Beberapa rumah saat ini masih ditempati oleh karyawan dan pekerja perkebunan. Meski sudah berusia lebih dari 100 tahun, bangunan tersebut tetap terlihat kuat dan memiliki nuansa klasik yang khas.
Selain rumah tinggal, pengunjung juga dapat melihat bangunan kantor lama, gudang, hingga pabrik pengolahan karet dan kopi peninggalan masa kolonial yang masih tersisa di tengah area perkebunan.
Sumber Mata Air dan Suasana Alam yang Menenangkan
Selain bangunan bersejarah, Kampung Belgia juga dikenal memiliki sumber mata air yang tidak pernah kering. Mata air tersebut berada di sisi barat kawasan permukiman tua peninggalan Belgia. Konon, nama Sumberwadung berasal dari gabungan kata “sumber” yang berarti mata air dan “wadung” yang merujuk pada nama dusun setempat. Hingga kini, sumber air tersebut masih dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.
Suasana alam di kawasan Kampung Belgia juga menjadi daya tarik tersendiri. Hamparan kebun karet dan kopi membuat udara di wilayah tersebut terasa sejuk dan nyaman bagi wisatawan. Wisata Kampung Belgia mengusung konsep agrowisata heritage dengan memadukan wisata sejarah, perkebunan, dan petualangan alam dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri area perkebunan sambil melihat berbagai bangunan kuno yang masih berdiri di tengah hutan karet.
Resmikan Jadi Wisata Heritage Jember
Kampung Belgia resmi diluncurkan sebagai destinasi wisata heritage pada Minggu, 15 September 2024. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto bersama jajaran pemerintah daerah dan pengelola perkebunan. Bupati Hendy menyebut Kampung Belgia sebagai salah satu destinasi wisata heritage yang menjadi kebanggaan masyarakat Jember karena menyimpan sejarah perkebunan berusia lebih dari satu abad.
Kawasan tersebut tidak hanya menyuguhkan wisata sejarah, tetapi juga edukasi mengenai perkebunan kopi dan karet yang telah lama berkembang di Jember. Wisatawan juga dapat menikmati suasana alam terbuka yang tenang dan nyaman. Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan, Sofyan Sauri, menjelaskan bahwa pengembangan Wisata Kampung Belgia dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk pegiat wisata dan masyarakat sekitar. Ia berharap keberadaan wisata heritage tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM di sekitar kawasan perkebunan.
Keunikan dan Potensi Wisata
Kini, Kampung Belgia menjadi salah satu destinasi wisata unik di Kabupaten Jember yang menawarkan perpaduan sejarah kolonial, budaya perkebunan, dan suasana alam yang masih asri di tengah hutan karet Sumberwadung. Pengunjung bisa menikmati pengalaman yang berbeda dengan suasana klasik khas Eropa di tengah kawasan perkebunan Jember. Kondisi alam yang masih asri membuat tempat ini cocok dijadikan lokasi wisata edukasi maupun rekreasi keluarga.
0 Komentar