Madura Paling Dicari: Penangkapan Pencuri Motor di Bangkalan hingga Harga LPG 3 kg di Kepulauan

Berita Terpopuler Madura, 14 Mei 2026

Spesialis Pencuri Ayam di Bangkalan Ngaku Tak Bakat Curi Motor, Sekali Dapat Beat Ditangkap Polisi


Personel Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menggulung tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terdiri dari SF (41) dan AG (36), keduanya warga Desa Binoh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, serta ZN (26), warga Desa Togubang, Kecamatan Geger, Bangkalan.

Mereka ditangkap atas pencurian motor Honda Beat dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dusun Durbuk, Desa Batangan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat berada dalam mobil menuju Polres Bangkalan, tersangk SF di hadapan personel opsnal satreskrim mengaku tidak terbiasa melakukan pencurian sepeda motor yang malah membawanya ke balik jeruji tahanan.

"Keliling iya cuma jarang dapat (motor). Sering balik tangan kosong. Saya hanya sering curi ayam, kalau motor yang ada HP-nya benar saya bersama 4 orang, baru dapat itu. Saya sudah jujur mengaku. (Honda Beat) Laku Rp 4,1 juta," ujar SF.

Pengakuan tersangka SF itu tidak kemudian membuat penyidik Satreskrim Polres Bangkalan percaya begitu saja. Pengembangan terus dilakukan termasuk memburu satu tersangka lain berinisial HS (45), warga Desa Togubang, Kecamatan Geger, yang ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi mengungkapkan, penangkapan terhadap para pelaku curamnor itu dilakukan ketika ketiganya tengah berkumpul di rumah tersangka ZN di Desa Togubang, Kecamatan Geger.

Harga LPG 3 Kilogram di Kepulauan Sumenep Tembus Rp 33 Ribu, Pasokan Dikeluhkan Mulai Seret


Perbedaan harga LPG 3 kilogram di wilayah daratan dan kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, masih cukup mencolok, Rabu (13/5/2026). Jika di wilayah daratan, gas melon dijual sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, di wilayah kepulauan harganya bisa tembus Rp 28 ribu-Rp 33 ribu.

Penjual LPG 3 kilogram asal Kecamatan Masalembu Sumenep, Aisiyah mengatakan, pasokan gas bersubsidi di wilayahnya mulai tersendat dalam dua bulan terakhir. Biasanya dirinya menerima pasokan sekitar 40 hingga 50 tabung. Namun, kini jumlahnya turun drastis menjadi sekitar 10 hingga 20 tabung.

"Tapi dalam dua bulan terakhir pasokan menurun drastis, saya hanya menerima stok sekitar 10 hingga 20 tabung," ucapnya, Rabu (13/5/2026). Saat ini ia masih menjual gas melon seharga Rp 30 ribu per tabung kepada warga. Bahkan, ada penjual lain yang mematok harga hingga Rp 32 ribu per tabung.

"Kalau harga dari pangkalan kita ambilnya tetap Rp 28 ribu," katanya. Aisiyah mengaku tidak mengetahui pasti penyebab berkurangnya pasokan LPG di wilayah kepulauan. Namun tambahnya, kondisi cuaca biasanya mempengaruhi distribusi karena kapal pengangkut tidak bisa berlayar.

Petani Tembakau di Sampang Mulai Garap Lahan Sambut Musim Kemarau, Berharap Harga Stabil


Memasuki musim kemarau, petani di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang, Madura, mulai menggarap lahan dan menanam tembakau, Rabu (13/5/2026). Cuaca panas yang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir menjadi penanda dimulainya musim tanam.

Petani asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Salamo, mengaku tetap optimistis meski musim tanam tahun lalu mengalami kerugian akibat hasil panen yang tidak sesuai harapan. "Kalau bagi orang seperti saya memang harus tetap semangat. Sebab selain bertani, sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan untuk mencari rezeki," ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Dia mengaku sempat merugi karena modal dan tenaga yang dikeluarkan tidak kembali. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah untuk kembali menanam tembakau tahun ini. "Kami tidak ingin patah semangat. Semoga ikhtiar para petani tembakau tahun ini bisa menghasilkan panen yang bagus," terangnya.

Selain berharap cuaca mendukung, para petani juga meminta pemerintah menjaga kestabilan harga tembakau agar tetap menguntungkan saat panen tiba.

0 Komentar