
Kehilangan Selama 20 Tahun, Ihsan Akhirnya Hubungi Keluarga
Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, kembali bersemangat setelah menerima kabar yang tak terduga. Ihsan (35), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hilang kontak selama hampir dua dekade di Malaysia, akhirnya berhasil menghubungi keluarganya kembali pada Selasa (12/5/2026). Kabar ini membuat suasana di desa tersebut menjadi penuh haru dan kegembiraan.
Ihsan awalnya pergi merantau ke Malaysia pada tahun 2007 bersama kakak sulungnya, Bahri. Setelah kontrak kerjanya berakhir, Ihsan memilih untuk tetap tinggal di negara tersebut dengan status nonprosedural, sementara kakaknya pulang ke Lombok. Sejak saat itu, komunikasi antara Ihsan dan keluarganya mulai menurun hingga akhirnya putus total. Selama bertahun-tahun, keluarga dan masyarakat setempat percaya bahwa Ihsan telah meninggal dunia.
Ketidakpastian tentang nasib Ihsan diperparah oleh kabar mengenai kecelakaan kapal tenggelam yang terjadi pada tahun 2017. Keluarga besar di Desa Kabul sempat meyakini bahwa Ihsan adalah salah satu korban dalam tragedi tersebut. Bahkan, ayah Ihsan terus memikirkan nasib anaknya hingga jatuh sakit dan meninggal dunia dalam penantian panjang tanpa sempat melihat anaknya kembali.
Pesan dari Akun Asing di Facebook
Keajaiban datang pada Selasa malam, ketika Joni Sitanggang (30), pamannya Ihsan, menerima pesan melalui Facebook Messenger dari akun asing yang menanyakan nomor kontak Bahri (kakak Ihsan). Awalnya, Joni ragu dan mencoba memastikan identitas pengirim pesan tersebut dengan menanyakan detail keluarga di kampung halaman. Setelah yakin bahwa itu benar-benar keponakannya yang hilang, Joni langsung melakukan video call.
Momen pertama kali berkomunikasi dengan Ihsan sangat emosional. Joni mengaku gemetaran dan histeris saat mendengar suara Ihsan. “Bayangkan, keluarga hilang kabar bertahun-tahun, tiba-tiba muncul lagi padahal sudah dianggap mati. Saya tidak bisa bicara, pokoknya campur aduk perasaan saya,” tambahnya.
Keluarga Histeris Hingga Pingsan
Setelah mendapat kepastian, Joni langsung menuju rumah keluarga Ihsan di Desa Kabul untuk membagikan kabar gembira tersebut. Saat dilakukan video call ulang di hadapan keluarga besar, suasana berubah menjadi histeris. Adik perempuan Ihsan dilaporkan pingsan, sementara sang ibu menangis histeris memohon agar anaknya segera pulang.
Berdasarkan pengakuan singkat Ihsan, penyebab dirinya hilang kontak selama ini adalah karena sempat mendekam di penjara di Malaysia. Saat ini, Ihsan diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Lombok melalui jalur laut dari Batam menuju Tanjung Priok.
Perubahan Rasa Syukur
“Keluarga sudah ikhlas sebelumnya, bahkan sempat ada rencana untuk mengadakan ritual zikir kematian. Tapi sekarang, semuanya berubah menjadi rasa syukur yang luar biasa,” tutup Joni.
0 Komentar