Rizky Ridho Minta Maaf ke Jakmania, Persija Jakarta Gagal Juara Musim Ini

Rizky Ridho Minta Maaf Karena Persija Jakarta Gagal Juara Super League 2025/2026


Bek sekaligus kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, mengungkapkan rasa penyesalan terhadap pendukung setia timnya, The Jakmania, setelah Macan Kemayoran dipastikan hanya finis di peringkat ketiga Super League 2025/2026. Meski musim masih menyisakan dua pertandingan, hasil tersebut membuat target juara gagal tercapai.

Persija Jakarta kini memiliki 65 poin dan sudah tidak mungkin dikejar oleh pesaing terdekat, Dewa United Banten FC, yang hanya mengumpulkan 53 poin. Di sisi lain, Persija juga tidak berhasil menggeser Borneo FC Samarinda di posisi kedua yang telah mengoleksi 75 poin.

Alasan Rizky Ridho Meminta Maaf

Rizky Ridho menegaskan bahwa posisi ketiga bukanlah hasil yang diharapkan oleh seluruh elemen tim pada musim ini. Kapten berusia 24 tahun itu merasa bahwa Persija Jakarta seharusnya mampu bersaing lebih jauh dalam perebutan gelar juara.

“Musim ini masih menyisakan dua laga, tetapi posisi Persija sudah dipastikan berada di peringkat ketiga. Posisi akhir klasemen ini jelas bukan target dan hasil yang kami harapkan. Saya meminta maaf atas hasil ini, terutama kepada pendukung setia kami, The Jakmania,” ujarnya.

Menurut Ridho, perjalanan Persija Jakarta sepanjang musim memang penuh tantangan dengan performa yang naik turun. Meski begitu, dia menilai tim tetap menunjukkan perkembangan dibanding musim-musim sebelumnya.

“Musim yang tidak mudah. Ups and downs dalam sepak bola memang merupakan hal yang wajar, tetapi yang terpenting kami harus mengambil pelajaran dari setiap kesalahan yang dibuat. Namun, yang bisa saya pastikan, tim ini telah berusaha berada di jalur yang lebih baik dari tahun ke tahun,” katanya.

Laga Kontra Persib Bandung Jadi Titik Penentu

Ridho menyebut pertandingan pekan ke-32 melawan Persib Bandung pada 10 Mei 2026 menjadi momen penting yang memengaruhi nasib Persija Jakarta musim ini. Duel panas antara dua rival klasik itu berlangsung dengan tensi tinggi hingga memunculkan insiden selepas pertandingan.

Kapten timnas Indonesia itu mengakui insiden tersebut menimbulkan banyak tafsir di publik. Namun, dia memastikan para pemain siap menerima konsekuensi dari berbagai kejadian yang muncul setelah laga berakhir.

“Adanya insiden itu menimbulkan berbagai tafsir. Biarlah pihak yang berkepentingan yang menilai dan kami para pemain siap menerima konsekuensinya,” ujar Ridho.

Meski rivalitas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung kerap memanas di lapangan, Ridho memastikan hubungan antarpemain tetap berjalan baik setelah pertandingan usai. Dia juga berterima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan kepada tim sepanjang musim.

“Namun, yang terpenting dari semua ini, rivalitas hanya terjadi di atas lapangan. Setelah semua selesai, kami para pemain tetap menjalin komunikasi dengan baik. Terima kasih atas semua saran dan kritik yang diberikan kepada kami,” lanjutnya.

Persija Jakarta Fokus Benahi Tim untuk Musim Depan

Persija Jakarta masih memiliki dua pertandingan tersisa sebelum menutup musim Super League 2025/2026. Ridho memastikan seluruh pemain tetap berkomitmen memberikan hasil maksimal demi menutup kompetisi dengan catatan positif.

Menurutnya, evaluasi besar akan dilakukan setelah musim berakhir agar Persija Jakarta mampu tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya. Pembenahan disebut akan menyentuh seluruh elemen tim, termasuk dirinya sebagai kapten.

“Akhir kata, kami akan berusaha menyelesaikan sisa pertandingan musim ini dengan baik. Setelah itu, akan ada evaluasi dan pembenahan di seluruh elemen, termasuk diri saya sendiri, untuk meraih hasil yang lebih baik lagi untuk Persija,” katanya.

Finis di posisi ketiga membuat Persija Jakarta tetap berada di papan atas klasemen musim ini. Namun, capaian tersebut belum cukup memuaskan bagi The Jakmania yang berharap tim kesayangannya mampu mengakhiri musim sebagai juara.

Tekanan besar memang terus mengiringi perjalanan Persija Jakarta sepanjang musim 2025/2026. Pergantian momentum dalam beberapa laga penting membuat Macan Kemayoran kehilangan peluang untuk terus menempel rival-rival utama di papan atas.

Meski gagal memenuhi target juara, penampilan Rizky Ridho sepanjang musim tetap mendapat sorotan positif. Bek andalan timnas Indonesia itu tampil konsisten dan menjadi sosok penting di lini belakang Persija Jakarta.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah evaluasi yang akan dilakukan manajemen dan tim pelatih setelah kompetisi berakhir. The Jakmania berharap Persija Jakarta mampu bangkit dan kembali menjadi kandidat kuat juara pada musim depan.

0 Komentar