Sapi Suro 1,07 Ton Milik Dua Bersaudara di Jepara Terpilih Jadi Sapi Prabowo, Kini Jalani Diet Khusus

Sapi Suro 1,07 Ton Milik Dua Bersaudara di Jepara Terpilih Jadi Sapi Prabowo, Kini Jalani Diet Khusus

Sapi Suro, Hewan Kurban Prabowo Subianto dari Jepara

Sapi yang memiliki nama unik yaitu Suro menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Iduladha 2026. Sapi ini adalah hasil dari usaha dua bersaudara, Hasan (48) dan Suramat (45), yang berasal dari Desa Banjaran RT 2 RW 12, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Sebelumnya, sapi ini sempat gagal menjadi pilihan hewan kurban pada tahun lalu, namun kini berhasil terpilih sebagai hewan kurban yang terbaik.

Sapi Suro merupakan campuran antara jenis Limousin dan Simmental. Nama Suro juga diambil dari nama usaha Rumah Potong Hewan (RPH) yang dikelola oleh keluarga tersebut dengan nama Lembu Suro. Saat ini, bobot sapi tersebut mencapai 1.070 kilogram atau setara 1,07 ton. Diperkirakan, beratnya akan meningkat sedikit lagi menjadi 1,1 ton saat hari penyembelihan tiba.

Perawatan dan Diet untuk Menjaga Kesehatan Sapi

Karena khawatir pertumbuhan berat badan sapi tidak terkontrol akibat kebiasaan makan yang berlebihan, Sapi Suro menjalani diet selama sebulan terakhir. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas berat badan agar tidak bertambah secara drastis. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kaki sapi tidak mampu menopang beban berat yang berlebihan.

Hasan, salah satu pemilik Sapi Suro, menjelaskan bahwa sapi tersebut dibeli dari seorang peternak asal Kaliaman, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara tiga tahun lalu. Saat itu, sapi berusia sekitar 1 tahun 6 bulan dengan harga Rp 37 juta. Setelah dua tahun dirawat, bobotnya berkembang pesat. Pada momentum Iduladha 2025 lalu, bobotnya sudah mencapai 960 kilogram atau 9,6 kuintal.

Usia Sapi Suro saat ini sekitar 4 tahun 6 bulan. Dari total waktu pemeliharaan selama tiga tahun, bobotnya kini mencapai 1,07 ton. Meski ada kemungkinan naik menjadi 1,1 ton pada hari H penyembelihan, peningkatan tersebut tidak akan terlalu signifikan.

Perawatan Khusus dan Nutrisi yang Terjaga

Untuk menjaga kestabilan berat badan, Sapi Suro menjalani treatment khusus. Proses ini bukanlah diet untuk menurunkan berat badan, tetapi lebih kepada pengaturan pola makan dengan mengurangi jumlah asupan makanan. Hal ini dilakukan agar sapi tetap nyaman dan tidak mengalami tekanan berlebihan pada kaki.

Sapi Suro dibeli dengan harga Rp 115 juta. Saat ini, sapi telah melalui pengecekan kesehatan rutin dan dinyatakan sehat. Ia juga terbebas dari ancaman penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain itu, Sapi Suro telah mendapatkan vaksin hewan dan terus dipantau oleh tenaga profesional di bidang kesehatan hewan.

Dalam hal makanan, Sapi Suro diberi asupan rumput segar, seperti rumput gajah yang masih hijau. Ditambah dengan polar dan dedak yang dicampur air minum sebagai tambahan nutrisi dan protein. Namun, saat ini, konsentrat tidak lagi digunakan untuk mengontrol pertumbuhan berat badan.

Rencana Penyembelihan dan Pembagian Daging

Rencananya, Sapi Suro akan dipotong pada hari H Iduladha di Masjid Al Iman Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Jepara. Dari bobot saat ini, Hasan memprediksi bisa menghasilkan 450-500 kilogram daging murni yang siap dibagikan kepada masyarakat sebagai daging kurban.

Perawatan terhadap Sapi Suro tetap sama seperti biasanya. Untuk pembayaran sapi sudah dilakukan pada tanggal 13 Mei. Tanggung jawab perawatan, pengantaran ke lokasi penyembelihan, serta proses penyembelihan sendiri akan menjadi tanggung jawab peternak. Tidak ada lagi penimbangan sapi, fokus utamanya adalah menjaga pola makan, asupan nutrisi, dan vitamin agar sapi tetap bugar dan sehat hingga hari H kurban.


0 Komentar