Tak Perlu Cari Vendor ke Luar Kota, Besuki Wedding Festival 2026 Tunjukkan Kualitas Kreator Lokal Situbondo

SITUBONDO – Industri kreatif di Kabupaten Situbondo terus menunjukkan geliat positif. Hal itu terlihat dalam gelaran Besuki Wedding Festival 2026 yang berlangsung meriah di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jumat (22/5/2026) malam.

Kegiatan yang digelar oleh komunitas fotografer Besuki Creative (FBC) tersebut menjadi ajang konsolidasi sekaligus promosi bagi para pelaku industri kreatif, khususnya di bidang wedding dan event organizer di wilayah Besuki dan Situbondo.

Mengusung konsep “Parade Show Pate Alos”, event ini menghadirkan berbagai vendor pernikahan mulai dari Make Up Artist (MUA), fotografer, wedding organizer, wedding planner, hingga penampil hiburan dan band lokal. Acara tersebut juga menjadi ruang inspirasi bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan konsep pernikahan impian mereka.

Ketua Panitia Besuki Wedding Festival 2026, Muhammad Imam Ghazali, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran vendor pernikahan, melainkan bentuk penguatan jaringan antar pelaku industri kreatif lokal.

Menurutnya, Besuki dan Situbondo saat ini memiliki banyak talenta kreatif dengan kualitas yang tidak kalah bersaing dibanding daerah lain. Karena itu, melalui festival tersebut pihaknya ingin memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.

“Event ini kami laksanakan sebagai bentuk konsolidasi pelaku industri kreatif di Besuki secara khusus dan Situbondo secara umum. Kami ingin menunjukkan bahwa daerah ini punya banyak insan kreatif yang kompetitif dan memiliki kemampuan luar biasa,” ujar Imam Ghazali saat ditemui di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, setiap pasangan tentu memiliki impian untuk menghadirkan momen pernikahan yang berkesan. Karena itu, festival tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menemukan referensi sekaligus vendor terbaik tanpa harus mencari hingga ke luar daerah.

“Setiap orang dan setiap pasangan berhak mendapatkan dream wedding mereka. Lewat kegiatan ini kami ingin membantu mewujudkan hal tersebut dengan mempertemukan masyarakat bersama vendor-vendor terbaik yang ada di Besuki dan Situbondo,” katanya.

Selain menjadi ajang promosi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Sebab, industri pernikahan dinilai memiliki efek domino yang cukup besar terhadap sektor usaha lainnya, mulai dari tata rias, fotografi, dekorasi, musik hiburan, hingga UMKM pendukung acara.

Imam menilai, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa vendor-vendor lokal di Situbondo sebenarnya memiliki kualitas yang baik dan profesional. Akibatnya, tidak sedikit calon pengantin yang memilih menggunakan jasa dari luar daerah dengan biaya yang lebih mahal.

Melalui Besuki Wedding Festival 2026, pihaknya ingin mengubah pandangan tersebut sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap karya anak daerah.

“Di Besuki ini sebenarnya sudah banyak vendor unggulan dengan kualitas bagus. Jadi masyarakat tidak perlu lagi mencari vendor terlalu jauh yang akhirnya membuat biaya pernikahan membengkak,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh elemen yang biasanya terlibat dalam sebuah pesta pernikahan hadir dalam event tersebut. Mulai dari fotografer, MUA, wedding organizer, wedding planner, pengisi hiburan, hingga berbagai detail pendukung lainnya.

“Semua vendor yang bekerja di bawah terop pernikahan hadir bersama menampilkan karya terbaik mereka. Ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kreatif di Situbondo mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tambahnya.

Suasana acara berlangsung meriah dengan antusiasme pengunjung yang cukup tinggi. Sejumlah penampilan fashion show dan showcase konsep dekorasi pernikahan turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang hadir.

Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan vendor terkait konsep acara, paket pernikahan, hingga tren wedding terkini yang sedang diminati masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti Besuki Wedding Festival 2026, para pelaku industri kreatif berharap kolaborasi antarvendor di Situbondo semakin kuat dan mampu membuka peluang pasar yang lebih luas di masa mendatang.

Festival tersebut juga menjadi bukti bahwa industri kreatif lokal terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat identitas kreatif Kabupaten Situbondo di tingkat regional. (*)

0 Komentar