Transportasi laut Maluku berkembang, tapi pengangkutan barang menurun

Transportasi laut Maluku berkembang, tapi pengangkutan barang menurun

Perkembangan Transportasi Laut di Maluku pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan transportasi laut di Provinsi Maluku yang menunjukkan tren yang beragam. Data ini mencakup kunjungan kapal, jumlah penumpang, serta angkutan dan bongkar muat barang. Berikut adalah rincian dari data tersebut.

Kunjungan Kapal Mengalami Peningkatan

Pada bulan Maret 2026, jumlah kunjungan kapal tercatat sebanyak 923 unit. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 12,42 persen dibandingkan dengan bulan Februari 2026 yang hanya mencapai 821 unit. Namun, jika dibandingkan dengan Maret 2025, jumlah kunjungan kapal sedikit mengalami penurunan sebesar 0,1 persen, yaitu dari 924 unit menjadi 923 unit.

Kunjungan kapal terbagi dalam dua kategori, yaitu pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul. Dalam presentasinya, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku, Jessica Pupella, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah kunjungan kapal terjadi di sebagian besar pelabuhan pengumpul, kecuali Pelabuhan Saumlaki dan Pelabuhan Bula.

Adapun peningkatan tertinggi terjadi di Pelabuhan Tual dengan kenaikan sebesar 16,04 persen. Berikut rinciannya:

  • Pelabuhan Utama
  • Pelabuhan Yos Sudarso:
    Februari 2026 : 246
    Maret 2026 : 313

  • Pelabuhan Pengumpul

  • Saumlaki:
    Februari 2026 : 48
    Maret 2026 : 41
  • Amahai:
    Februari 2026 : 106
    Maret 2026 : 111
  • Tulehu:
    Februari 2026 : 153
    Maret 2026 : 162
  • Bula:
    Februari 2026 : 53
    Maret 2026 : 52
  • Namlea:
    Februari 2026 : 63
    Maret 2026 : 69
  • Dobo:
    Februari 2026 : 46
    Maret 2026 : 52
  • Tual:
    Februari 2026 : 106
    Maret 2026 : 123

Penumpang Melonjak Signifikan

Jumlah penumpang angkutan laut pada Maret 2026 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 56,41 persen. Jumlah penumpang pada Februari 2026 sebanyak 72.510 orang meningkat menjadi 113.411 orang pada Maret 2026.

Data ini juga menunjukkan peningkatan signifikan di pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul. Untuk pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Yos Sudarso, jumlah penumpang meningkat sebesar 38,51 persen. Sementara itu, jumlah penumpang pada 7 pelabuhan pengumpul meningkat sebesar 75,45 persen.

Barang Angkut dan Bongkar Menurun

Sementara itu, data tentang barang angkut dan bongkar menunjukkan penurunan. Secara total, jumlah barang yang diangkut pada pelabuhan utama maupun pelabuhan pengumpul mengalami penurunan sebesar 9,44 persen, dari 91,98 ribu ton pada Februari 2026 menjadi 83,29 ribu ton pada Maret 2026.

Pada pelabuhan utama, jumlah barang yang diangkut pada Maret 2026 mencapai 25,68 ribu ton atau turun sebesar 12,49 persen dibanding bulan sebelumnya. Di sisi lain, jumlah barang yang diangkut melalui 7 pelabuhan pengumpul pada Maret 2026 sebanyak 57,62 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 8,02 persen.

Beberapa pelabuhan pengumpul mengalami penurunan yang signifikan, seperti Pelabuhan Namlea (62,70 persen), Pelabuhan Tulehu (55,97 persen), dan Pelabuhan Saumlaki (53,00 persen). Namun, Pelabuhan Dobo mengalami peningkatan drastis sebesar 400,32 persen atau 1,30 ribu ton.

Barang Bongkar Mengalami Penurunan

Total barang yang dibongkar pada Maret 2026 mengalami penurunan sebesar 1,63 persen, dari 198,05 ribu ton menjadi 194,81 ribu ton. Pada pelabuhan utama, jumlah barang yang dibongkar mencapai 80,72 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 11,98 persen dibanding Februari 2026.

Sementara itu, jumlah barang yang dibongkar melalui 7 pelabuhan pengumpul pada Maret 2026 sebesar 114,09 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 9,42 persen dibanding Februari 2026.

Beberapa pelabuhan pengumpul mengalami penurunan, seperti Pelabuhan Tual (28,84 persen), Pelabuhan Saumlaki (23,15 persen), dan Pelabuhan Tulehu (9,12 persen). Namun, Pelabuhan Dobo mengalami peningkatan terbesar sebesar 211,89 persen atau sebanyak 10,18 ribu ton.

Pentingnya Transportasi Laut bagi Ekonomi Maluku

Transportasi laut memainkan peran penting dalam perekonomian Maluku, terutama karena sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Dengan adanya transportasi laut, masyarakat dapat terhubung antar wilayah, sehingga memfasilitasi perdagangan dan aktivitas ekonomi lainnya. Data perkembangan transportasi laut ini memberikan gambaran yang jelas tentang dinamika perekonomian daerah tersebut.

0 Komentar