Pelatihan Pengolahan Ikan di Gampong Jurong Mesjid untuk Meningkatkan Keterampilan dan Ekonomi Masyarakat
Tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar pelatihan pengolahan ikan di Gampong Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan bergizi yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 20 peserta dari kelompok mitra sasaran “Kelompok Andalan” di Gampong Jurong. Peserta mendapatkan pendampingan mulai dari pengenalan bahan baku ikan, teknik pengolahan, formulasi produk hingga praktik pembuatan berbagai olahan ikan bernilai ekonomi dan bergizi tinggi.
Produk-produk yang dihasilkan dalam pelatihan meliputi surimi, nugget ikan, fish roll, fish katsu, dan bakso ikan. Produk-produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif usaha rumah tangga berbasis hasil perikanan guna meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
Selain pelatihan teknis, tim pengabdian juga memberikan edukasi mengenai pengolahan pangan higienis, teknik pengemasan produk, serta strategi pemasaran agar produk olahan ikan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi Internasional dalam Program Pengabdian
Program pengabdian ini dilaksanakan dalam kerangka kolaborasi internasional bersama Universiti Sultan Zainal Abidin. Tim dosen USK dipimpin oleh Fahrizal dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (THP), bersama rekan-rekan dari berbagai disiplin ilmu seperti Junaidi M Affan dari Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakhrurazi dari Ekonomi Manajemen, dan Yanti Meldasari Lubis dari Prodi THP.
Dr Ishamri Ismail dan mahasiswa dari Universiti Sultan Zainal Abidin turut hadir sebagai mitra akademik dalam pengembangan kapasitas masyarakat berbasis potensi lokal. Kehadiran mereka membantu memperkuat program pengabdian dengan pengetahuan dan pengalaman lintas budaya.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian USK sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Hal ini bertujuan untuk penguatan kompetensi mahasiswa di luar kampus.
Dukungan Pendanaan dan Tujuan SDGs
Program pengabdian ini terselenggara berkat dukungan pendanaan LPDP melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognitions (EQUITY) Tahun 2025–2026 Universitas Syiah Kuala. Program ini menjadi salah satu upaya USK dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan dampak perguruan tinggi bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan juga sejalan dengan pencapaian sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Di antaranya mengatasi kelaparan, mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pengembangan industri dan inovasi, serta mendorong pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Di sisi lain, kegiatan tersebut mendukung program Asta Cita Pemerintah melalui penguatan kewirausahaan masyarakat, hilirisasi produk perikanan, dan pembangunan berbasis desa. Program itu juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) USK, khususnya pada aspek pengalaman mahasiswa di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, serta pemanfaatan hasil kerja dosen oleh masyarakat.
Harapan Ketua Tim Pengabdian
Ketua tim pengabdian, Fahrizal, berharap pelatihan tersebut menjadi langkah awal membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya perikanan lokal yang melimpah di Kabupaten Pidie.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat mampu menghasilkan produk olahan ikan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memiliki nilai jual sehingga dapat menjadi peluang usaha berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr Ishamri Ismail menekankan pentingnya konsumsi ikan dan produk olahannya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Menurutnya, pengolahan ikan menjadi surimi dapat menjadi solusi penyediaan produk berbasis ikan yang praktis dan siap digunakan kapan saja.
0 Komentar