
GT World Challenge Asia 2026 Berikan Dampak Positif bagi Pariwisata dan Ekonomi Lokal
GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 1–3 Mei 2026 berhasil mencatatkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan wisatawan. Acara ini menarik perhatian banyak orang, dengan total penonton yang hadir langsung menyaksikan persaingan mobil grand tourer di lintasan The Mandalika mencapai 12.522 orang.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9 ribu penonton. Tingginya animo publik terlihat dari padatnya area grandstand hingga paddock sepanjang akhir pekan balapan berlangsung.
Tidak hanya menghadirkan tontonan motorsport kelas dunia, event ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode penyelenggaraan balapan mencapai rata-rata 86,6 persen. Bahkan beberapa hotel seperti Montana, Novotel, dan Bale Secha mencatat tingkat hunian hingga 100 persen.
Tingginya okupansi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event internasional mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, GT World Challenge Asia 2026 juga melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari NTB dalam berbagai aspek operasional, mulai dari marshal, race control, tenaga pendukung, hingga tim medis. Partisipasi masyarakat lokal juga tampak dalam opening ceremony yang melibatkan 250 warga dengan mengangkat unsur budaya daerah dan semangat sportainment khas The Mandalika.
Sementara itu, sebanyak 17 pelaku UMKM turut meramaikan area sirkuit dengan menyediakan berbagai produk lokal dan kuliner bagi pengunjung selama event berlangsung.
Ajang GT World Challenge Asia 2026 mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai partner pengembangan sport tourism di The Mandalika. Selain itu, Krida Agya Kartini Race juga hadir berkat kolaborasi bersama Pegadaian sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi perempuan di dunia motorsport.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menilai keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 menjadi bukti kuat bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. “Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar,” bebernya.
“Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal,” tambahnya. Menurut Troy, tingginya animo masyarakat selama event berlangsung juga memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport berstandar internasional.
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam menyukseskan event tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika, mulai dari peserta balap, pemerintah, aparat keamanan, media, hingga masyarakat yang hadir meramaikan event ini,” kata Priandhi.
Ia juga menilai kehadiran berbagai supporting race seperti Krida Agya Kartini Race, Superstar Sportscar Series, Subaru BRZ Super Series, dan Radical Time Attack turut memperkaya pengalaman motorsport di The Mandalika sekaligus menarik minat penonton dari berbagai kalangan.
Keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 juga didukung kolaborasi lintas sektor bersama regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta berbagai institusi pendukung operasional kawasan dan event internasional. Ajang ini semakin menegaskan posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu venue motorsport strategis di kawasan Asia yang mampu menghadirkan balapan grand tourer bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan kelas dunia.
Kehadiran tim dan pembalap internasional, dukungan penonton yang tinggi, serta atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan sport tourism sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di panggung motorsport dunia.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Signifikan
Selain dampak pariwisata, acara ini juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat setempat. Banyak UMKM yang terlibat dalam event ini mengalami peningkatan penjualan secara signifikan. Mereka menyediakan berbagai produk lokal dan makanan khas NTB untuk para pengunjung yang hadir.
Pemerintah setempat juga sangat mendukung penyelenggaraan event ini, karena dianggap sebagai momentum penting untuk mempromosikan potensi wisata dan olahraga di wilayah Nusa Tenggara Barat. Selain itu, adanya kolaborasi dengan berbagai lembaga dan instansi menjadikan event ini lebih terstruktur dan sukses.
Dengan jumlah penonton yang mencapai 12.522 orang, GT World Challenge Asia 2026 tidak hanya sekadar ajang balap, tetapi juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Mandalika sebagai destinasi utama di kawasan Asia.
0 Komentar