
Antrean Truk di SPBU Plajau dan Kekacauan Distribusi BBM
Antrean panjang truk berlangsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Plajau, Kecamatan SimpangeEmpat, Kabupaten Tanahbumbu. Pada hari Kamis (14/5), sekitar pukul 14.00 Wita, terlihat puluhan truk berwarna kuning menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Pembelian solar bersubsidi dibatasi. Satu truk hanya boleh mengisi 75-80 liter. Hal ini dilakukan karena stok biosolar terbatas. Pengelola SPBU, Karsono, menyampaikan bahwa antrean terjadi bahkan sebelum SPBU buka. “Hari ini kami kedatangan 8.000 liter dan langsung didistribusikan. Mungkin sekarang tidak banyak lagi. Cukup tidak cukup juga tidak tahu,” ujarnya.
Sebelumnya, SPBU Plajau mendapat kuota 12-13 tangki atau 96 ribu-104 ribu liter sebulan. Namun kini pasokan tidak stabil, sehingga muncul keluhan dari para pengemudi truk.
Di SPBU Kersik Putih, Desa Kersik Putih, Simpangeempat, dari pantauan sekitar pukul 14.40 Wita, tidak ada antrean truk. Hanya ada beberapa truk berwarna kuning yang parkir di tepi Jalan Ahmad Yani tanpa ada sopir di dalamnya. Di area SPBU, hanya ada kendaraan roda empat dan dua yang antre mengisi Pertalite dan Pertamax.
Tidak adanya antre truk lantaran stok biosolar kosong. Informasi yang didapat, pasokan diperkirakan tiba Jumat (15/5). Biasanya, jika ada solar, antrien truk tidak terhindarkan, bahkan sampai mengular di kedua tepi Jalan Ahmad Yani.
Unjuk Rasa Sopir Truk di Depan Kantor Gubernur Kalsel
Sulitnya mendapat biosolar membuat ratusan sopir truk dari berbagai daerah melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Rabu (13/5). Dalam aksinya, mereka membawa angkutan masing-masing. Sejumlah spanduk dibentangkan. Di antaranya bertulisan “Tangkap Mafia BBM” dan “Kami Butuh Solar Bukan untuk Ditimbun”.
Menyikapi hal ini, Pemprov Kalsel menurunkan satuan tugas (satgas) pengawasan ke beberapa SPBU, Kamis (14/5). Dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Ariadi Noor bersama Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Ahmad Bagiawan, Satgas Bahan Bakar Minyak (BBM) mendatangi SPBU di Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin.
Dari tujuh SPBU yang dipantau, Ariadi menyatakan timnya belum menemukan kecurangan dalam penyaluran BBM seperti pelangsiran. “Hari ini kami beserta tim satgas, termasuk dari TNI dan Polri, ingin memastikan pengelolaan BBM khususnya solar dan biosolar terdistribusi merata,” ujarnya.
Ariadi justru meminta pengelola SPBU dan sopir untuk mengatur antrean truk agar tidak mengganggu lalu lintas jalan. “Tolong diingatkan ke sopir, nanti diatur agar antrean tidak di bahu jalan, agar orang yang melintas tidak terganggu,” ujarnya kepada pengelola SPBU di Jalan Trikora Banjarbaru.
Dia pun menyampaikan sanksi bahkan penutupan SPBU jika di kemudian hari ditemukan penyelewengan. “Inspeksi mendadak akan dilakukan berkelanjutan. Tidak hanya sidak terbuka, tetapi juga terselubung,” ujarnya.
Pengawasan Berkelanjutan dan Penyediaan BBM
Di SPBU Basirih Trisakti Banjarmasin, satgas mendapat informasi fasilitas ini mendapat lebih banyak solar dari Pertamina dibandingkan SPBU lainnya. Dalam sehari disuplai 32 liter. Hal ini karena SPBU ini mendapat penugasan khusus untuk melayani angkutan yang beroperasi di Pelabuhan Trisakti.
Namun kini SPBU ini tidak lagi menerapkan penggunaan kartu Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk pengisian. “Siapapun yang antre kami layani,” kata Pengawas SPBU Basirih Trisakti, Miko. Namun setiap truk mendapatkan pembatasan. Truk roda delapan maksimal 200 liter dan roda enam 80 liter.
Beberapa waktu lalu, tim gabungan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kota Banjarmasin juga melakukan sidak ke SPBU. Sidak dilakukan lantara adanya keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan lonjakan harga BBM di tingkat pengecer.
Monitoring menyasar empat titik strategis, di antaranya kawasan Jalan Gubernur Soebarjo dan Lingkar Dalam Selatan. “Kami tidak menemukan bukti adanya kerja sama dengan pelangsir saat sidak berlangsung. Namun, pengawasan tidak akan berhenti sampai di sini,” ujar Plt Kepala Disperdagin Banjarmasin, Noorsyahdi.
0 Komentar