
Kehilangan Maut di Batam: Ibu dan Anak Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas
Kepergian Sri Hartini dan anak semata wayangnya, Dewa Andika Pratama, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Batam. Keduanya meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Sei Beduk, Jumat (15/5/2026) pagi.
Bagi pihak keluarga, Sri Hartini bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi kepala keluarga setelah sang suami meninggal dunia sekitar lima tahun lalu. Desman, kerabat korban, menyampaikan bahwa Sri Hartini adalah orang baik yang selalu komunikasi dengan keluarga di kampung.
Menurut Desman, sejak kehilangan suami, Sri Hartini tinggal berdua bersama Dewa di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Sei Beduk. Dika sendiri diketahui merupakan anak tunggal dan sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kadang-kadang memang beliau ada cerita sedih juga semenjak kehilangan suaminya," kata Desman. Meski begitu, keluarga menyebut Sri Hartini tetap menjalani hidup seperti biasa bersama anaknya.
Suasana rumah duka pun dipenuhi pelayat yang datang silih berganti. Pihak keluarga mengaku terharu melihat banyaknya rekan driver online dan warga yang ikut membantu proses pemakaman. "Terima kasih kepada keluarga besar komunitas Komando sebanyak-banyaknya. Apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi kami sebagai ahli waris."
Keluarga berharap proses hukum terkait kecelakaan tersebut dapat berjalan apabila mengarah ke unsur pidana.
Perjalanan Rutin yang Berujung Tragedi
Pagi itu, seperti hari-hari biasanya, Dewa Andika Pratama (26), warga Batam bersiap mengantar ibunya pergi bekerja. Tak ada yang berbeda dari aktivitas warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk itu Jumat (15/5/2026) pagi.
Dewa yang dikenal sebagai driver ojek online di Batam, menjalankan rutinitasnya mengantar sang ibu, Sri Hartini, ke tempat kerjanya di PT Ghim Li. Namun siapa sangka, perjalanan singkat itu menjadi perjalanan terakhir bagi ibu dan anak tersebut.
Keduanya meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan S. Parman arah Panbil, tepatnya di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning sekira pukul 08.00 WIB. Sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai Dewa terlibat kecelakaan dengan sebuah truk. Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil. Namun nyawa keduanya tak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Di lingkungan tempat tinggalnya, pria kelahiran Tanjung Uban tahun 2000 itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah terhadap warga sekitar. Ia merupakan anak tunggal dan tinggal bersama ibunya di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2. Sementara sang ayah diketahui telah lebih dulu berpulang beberapa tahun lalu.
Seorang tetangga korban, Joel, mengaku sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Dewa dan sang ibu. "Kalau ibu ini sama anaknya memang baik. Sama warga pun baik juga," ujar Ibu Joel. Menurutnya, aktivitas mengantar ibunya bekerja memang sudah menjadi rutinitas harian Dewa sebelum mencari penumpang ojek online.
"Dia antar ibunya kerja dulu. Habis itu biasanya balik lagi ke rumah, baru pergi narik ojol itu," katanya.
Kabar kecelakaan tersebut pertama kali diketahui warga dari informasi Ketua RT setempat. Sejak pagi, rumah duka dipenuhi keluarga, tetangga, dan rekan sesama driver online yang datang silih berganti. Ibu Joel berharap pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dapat bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Kasihanlah. Meninggal dua orang. Harus ada tanggung jawablah," ungkapnya lirih.
Rencana Pemakaman dan Proses Hukum
Rencananya, jenazah Dewa dan ibunya akan dimakamkan usai salat Jumat di TPU Bagan Piayu. Sementara itu, petugas Satlantas Polresta Barelang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti. Sopir truk juga telah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Suasana Duka di Rumah Duka
Suasana duka menyelimuti rumah sederhana di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Jumat (15/5/2026) siang. Ratusan pelayat tampak silih berganti datang memberikan penghormatan terakhir kepada Dewa Andika Pratama (26) dan ibunya, Sri Hartini, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Simpang Bagan Mukakuning, Jumat pagi.
Sejak jenazah tiba di rumah duka, antrean pelayat terus berdatangan. Tidak hanya warga sekitar, rekan sesama driver ojek online hingga pengemudi roda empat komunitas online turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa. Papan bunga ucapan duka cita juga terlihat berdiri di sekitar rumah korban.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah driver ojek online bahkan telah menunggu sejak pintu masuk gang perumahan, untuk ikut mengawal pemberangkatan jenazah menuju tempat pemakaman. Warga sekitar menyebut Dewa dikenal sebagai sosok ramah dan mudah bergaul. Ia tinggal berdua bersama ibunya setelah sang ayah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
"Orangnya baik, ramah sama tetangga. Makanya banyak yang datang melayat," ujar seorang warga.
KOMANDO Berduka
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut di Batam terjadi di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk arah Panbil, Kota Batam, Jumat (15/5/2026) pagi. Insiden tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan sebuah truk di Simpang Bagan, pintu 4 Mukakuning, sekitar pukul 08.00 WIB. Akibat kecelakaan itu, pengendara motor bernama Dewa Andika P (26) dan penumpangnya, Sri Hartini, meninggal dunia.
Keduanya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa keduanya tidak tertolong akibat luka parah yang dialami. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewa diketahui merupakan seorang pengemudi ojek online Grab. Saat kejadian, Dewa tengah mengantarkan ibunya yaitu Sri berangkat kerja ke PT Ghimli.
Diduga saat melintas, sepeda motor yang dikendarai Dewa menyenggol bagian truk hingga kecelakaan tidak dapat dihindari. Akibat benturan tersebut, kedua korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Batam, Feryandi Tarigan, membenarkan bahwa pengemudi Beat merupakan anggota Komando Batam. Pihaknya menyampaikan duka cita atas meninggalnya rekan sesama pengemudi online tersebut. "Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap rekan Komando dan mitra online Batam turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita tercinta," ujar Feryandi.
Ia berharap amal ibadah korban diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
0 Komentar