Perpanjangan Uang Wajib Tahunan di Perumahan Puskopar, Batam
Titik terang mengenai perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap ratusan rumah di Perumahan Puskopar, Batu Aji, Batam akhirnya ditemukan. Hal ini setelah Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan pertemuan dengan perwakilan warga dan pihak pengembang pada Senin (11/5/2026).
Hasil kesepakatan dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa pihak pengembang akan menyelesaikan kewajibannya untuk pembayaran UWT tahap awal selama 30 tahun. BP Batam memberikan batas waktu kepada pihak pengembang untuk menyelesaikan kewajibannya. Hal ini sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan oleh pihak pengembang.
"Kami memberikan waktu kepada pihak pengembang untuk menyelesaikan kewajibannya hingga pertengahan Juni 2026," ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, melansir bpbatam.go.id, Sabtu (16/5/2026).

Pohon Tumbang di Jalan Teuku Umar Karimun Akibat Hujan Deras
Di Karimun, sebuah pohon tumbang menimpa badan Jalan Teuku Umar, Kelurahan Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (16/5/2026) siang, akibat hujan deras yang mengguyur Karimun. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.48 WIB tersebut sempat mengganggu aktivitas dan arus lalu lintas pengguna jalan.
Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Karimun langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Kepala BPBD Karimun melalui Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Kabupaten Karimun, Raden Ricky, mengatakan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.59 WIB dan segera melakukan proses evakuasi serta pemotongan pohon yang menutupi badan jalan.
“Setelah menerima laporan dari pengguna jalan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi agar akses jalan kembali normal,” ujar Ricky.

Safe Migrant Desak Kejagung Tinjau Keputusan Kejari Batam
Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak Kota Batam mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia meninjau kembali keputusan penghentian penuntutan kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di Batam. Keputusan ini sebelumnya diambil Kejaksaan Negeri Batam, dengan alasan pelaku telah menikahi korban.
Safe Migrant juga meminta Kejagung memastikan restorative justice tidak dijadikan alat untuk menormalisasi kekerasan seksual terhadap anak. Tidak hanya itu, dalam tuntutan sikapnya, Safe Migrant Batam menyatakan menolak penghentian penuntutan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan alasan adanya pernikahan antara pelaku dan korban.
Kemudian meminta aparat penegak hukum mengedepankan kepentingan terbaik bagi korban anak, termasuk perlindungan, pemulihan psikologis, dan jaminan masa depan korban.

Sosok Dewa dan Ibunya Korban Kecelakaan Maut di Batam
Duka menyelimuti rumah Dewa Andika Pratama (26), driver ojol Batam dan ibunya, Sri Hartini, yang meninggal dunia akibat kecelakaan maut di Batam, persisnya di Simpang Bagan Mukakuning, Sei Beduk, Jumat (15/5/2026). Di rumah sederhana yang terletak di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Sei Beduk itu, ratusan pelayat silih berganti datang.
Mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Dewa dan ibunya. Tak hanya dari warga setempat, rekan sesama driver ojek online hingga pengemudi roda empat komunitas online turut hadir, hingga mengantar jenazah Dewa dan ibunya ke tempat peristirahatan terakhir mereka di TPU Bagan Piayu.
Kepergian ibu dan anak itu di hari yang sama akibat kecelakaan maut, meninggalkan duka bagi warga setempat dan orang-orang yang mengenalnya.

Bekas Tambang Pasir Ilegal di KKOP Batam Ditutup, BP Batam Siapkan Penghijauan Lahan
Badan Pengusahaan (BP) Batam pulihkan lingkungan di area bekas lahan tambang pasir ilegal, khususnya di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Pemulihan dilakukan dengan cara menutup sejumlah lubang bekas galian yang telah menjadi kolam.
Diperkiraan total luas kegiatan pertambangan yang perlu dipulihkan seluas 100 ribu meter persegi, dengan volume 347 ribu meter kubik. BP Batam berharap kondisi lingkungan yang selama ini mengalami eksploitasi dapat kembali pulih dan meningkatkan keselamatan operasional penerbangan.
"Saat ini proses penutupan bekas galian terus berlangsung," kata Anggota/Deputi Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait melansir bpbatam.go.id, Sabtu (16/5/2026).

Kepri Dukung Program Koperasi Merah Putih, Nyanyang Soroti Tantangan Infrastruktur Kepulauan
Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Kota Batam, Sabtu (16/5/2026).
Pada kesempatan itu, Nyanyang menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menyambut baik peluncuran program strategis nasional tersebut sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan. Menurut Nyanyang, semangat pemerataan pembangunan yang diusung melalui program KDKMP sangat relevan bagi daerah kepulauan seperti Kepri yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.
"Walaupun lokus utama peluncuran berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI, Bumi Segantang Lada, Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.
Ia mengatakan, Kepri merupakan provinsi kepulauan dengan 96 persen wilayah berupa lautan dan hanya 4 persen daratan.

SKK Migas dan KKKS Temui Gubernur Ansar, Bahas Perpanjangan Kontrak Migas di Natuna
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison meyakinkan jika hubungan antara pemerintah daerah di Kepulauan Riau dan industri migas selama ini terjalin sangat baik. Hal ini disampaikan Yanin dalam pertemuan bersama Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad di Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus kunjungan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari Prima Energy Northwest Natuna Pte. Ltd., Star Energy (Kakap) Ltd., Harbour Energy, Pertamina East Natuna, Medco E&P Natuna Ltd, serta West Natuna Exploration Ltd.
“Terima kasih atas kesempatan mengunjungi dan didampingi melihat perkembangan ibu kota Provinsi Kepri. Selama melaksanakan kunjungan kerja, ini menjadi salah satu agenda dengan durasi yang cukup panjang. Ini membuktikan hubungan antara industri migas dengan pemerintah daerah benar-benar terjalin baik,” ujar Yanin.

0 Komentar