Disiplin Jamaah Gelombang II Meningkat, Petugas Bandara Jeddah Perhatikan Detail Kecil

Disiplin Jamaah Gelombang II Meningkat, Petugas Bandara Jeddah Perhatikan Detail Kecil

Kondisi Jamaah Haji Gelombang II di Arab Saudi Mulai Lebih Tertib

Memasuki pertengahan fase kedatangan jamaah haji Gelombang II di Arab Saudi, suasana di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah mulai menunjukkan perubahan signifikan. Dibandingkan dengan awal kedatangan, kini kondisi dinilai lebih tertib dan terkendali.

Pada awal operasional Gelombang II, petugas masih menghadapi berbagai tantangan terkait kesiapan jamaah dalam menjalankan ihram. Banyak jamaah yang tiba tanpa pakaian ihram yang sempurna, bahkan ada yang masih menggunakan jaket, kaus kaki, dan sepatu meskipun sudah berniat ihram dari pesawat. Selain itu, beberapa jamaah juga belum melaksanakan salat sunah ihram dan mencoba mandi ihram di area bandara setibanya di Jeddah.

Perubahan ini terlihat dari meningkatnya kesadaran jamaah Indonesia yang langsung melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menjalankan umrah wajib sesaat setelah tiba di Jeddah. Menurut Anis Diyah Puspita, Kepala Seksi Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, kesadaran jamaah terhadap tata cara ihram kini semakin baik setelah dilakukan evaluasi dan penguatan koordinasi dengan embarkasi di Indonesia.

“Secara umum alhamdulillah kondisi sudah lebih kondusif. Jamaah sekarang semakin tertib dibanding awal-awal kedatangan,” ujar Anis di Jeddah, Sabtu (16/5/2026).

Meski kondisi telah membaik, petugas masih menemukan sejumlah detail pelanggaran kecil yang terus diingatkan kepada jamaah. Contohnya, laki-laki yang masih memakai kaus kaki dan sepatu, kain ihram bawah yang belum terpasang sempurna, hingga aurat yang terbuka saat berjalan. Sementara pada jamaah perempuan, masih ditemukan penggunaan cadar saat sudah memasuki kondisi ihram.

Penyesuaian Petugas dan Pendampingan Khusus

Selain perubahan pada jamaah, perubahan terbesar saat ini juga terjadi pada kesiapan petugas kloter yang semakin disiplin dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pembimbingan ibadah sejak dari embarkasi. Petugas di bandara kini lebih banyak melakukan pemantauan dan pendampingan ringan dibanding pembenahan besar seperti pada awal kedatangan.

Pendampingan khusus diberikan kepada jamaah lanjut usia dan risiko tinggi. Kelompok ini mendapatkan pendampingan terkait niat ihram bersyarat atau isytirath sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan menyelesaikan rangkaian ibadah secara sempurna.

“Untuk jamaah lansia dan risiko tinggi, kami bimbing niat ihram dengan syarat agar jika sewaktu-waktu mengalami kendala kesehatan, mereka bisa bertahalul tanpa terkena kewajiban dam,” jelas Anis.

Di tengah suhu udara Arab Saudi yang terus meningkat menjelang puncak haji, Anis juga mengingatkan jamaah agar tidak terlalu memaksakan diri melakukan amalan sunah yang berlebihan. Menurutnya, menjaga kondisi fisik jauh lebih penting agar jamaah tetap kuat menjalani fase utama ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Pentingnya Kesehatan dan Ketertiban dalam Ibadah

“Yang terpenting sekarang adalah menjaga kesehatan dan stamina. Jangan memaksakan diri untuk ibadah sunah jika kondisi tubuh tidak memungkinkan,” kata Anis.

Ia juga mengimbau jamaah memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa selama perjalanan menuju Makkah serta menjaga larangan-larangan ihram agar ibadah yang dijalankan lebih sempurna.

“Perjalanan dari Jeddah ke Makkah itu bagian dari ibadah. Jadi manfaatkan untuk memperbanyak talbiyah dan menjaga ketertiban ihram,” imbuhnya.


0 Komentar