Dua Jamaah Kloter 9 Gagal Berangkat, Dirujuk ke RSUDZA Akibat Sakit

Dua Jamaah Kloter 9 Gagal Berangkat, Dirujuk ke RSUDZA Akibat Sakit

Kloter 9 Aceh Berangkat ke Jeddah, Dua Jamaah Tertinggal Akibat Masalah Kesehatan

Pada hari Kamis (14/5/2026) sore, sebanyak 391 jamaah dari Kloter 9 asal Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya berhasil bertolak menuju Jeddah. Namun, dua jamaah lainnya harus tertinggal di Asrama Haji Embarkasi Aceh karena kondisi kesehatan yang menurun. Mereka adalah Muhammad Waita (62) dan Ilyas Nanyek Muhammad (88), yang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Sebelumnya, kedua jamaah tersebut mengalami penurunan kondisi kesehatan setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Rabu (13/5/2026) malam. Mereka baru saja menempuh perjalanan darat dari Tapaktuan menuju Banda Aceh. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa keduanya membutuhkan penanganan lebih lanjut, sehingga keberangkatan mereka ditunda hingga kondisi membaik.

Afrizal, Kepala Bidang Dokumen PPIH Embarkasi Banda Aceh, menjelaskan bahwa dua jamaah tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya tidak stabil. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya, satu jamaah dari Kloter 4 juga ditunda keberangkatannya setelah mengalami penurunan kesehatan sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh.

Saat ini, secara keseluruhan, terdapat delapan open seat dari Embarkasi Aceh. Tiga jamaah dirujuk ke RSUDZA saat masuk asrama haji, sedangkan lima jamaah lainnya ditunda keberangkatannya sebelum masuk asrama, karena meninggal dunia dan sakit parah. Hal ini membuat tidak memungkinkan lagi digantikan oleh jamaah lain dalam waktu yang tersisa.

Darwin, Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, menyampaikan bahwa jamaah yang saat ini kondisinya belum membaik masih terus dipantau dan berpeluang diberangkatkan bersama Kloter 14 atau kloter terakhir Aceh. “Kalau kondisi kesehatan membaik, maka akan diberangkatkan bersama dengan kloter 14 nanti atau kloter terakhir Aceh,” ujar Darwin.

Hingga kemarin, sebanyak 3.529 jamaah haji Aceh dari sembilan kloter telah meninggalkan Aceh menuju tanah suci. Proses pemberangkatan akan terus berlangsung hingga Rabu (20/5/2026) mendatang.

Pengingatan untuk Jamaah Haji

Dalam keterangan kepada awak media, Afrizal juga mengingatkan para jamaah agar menjaga paspor dengan baik selama berada di asrama haji maupun di tanah suci, agar tidak terjadi kehilangan yang dapat menyulitkan jamaah sendiri. Ia meminta jamaah selalu memakai gelang identitas yang diberikan petugas saat beraktivitas. Gelang tersebut merupakan identitas jamaah selain paspor dan kartu nusuk yang juga wajib selalu digunakan.

Menurutnya, jamaah tidak boleh melepas kartu nusuk karena apabila sewaktu-waktu tersesat dan ditemukan oleh petugas haji Arab Saudi, mereka akan lebih mudah dikembalikan ke hotel tempat menginap. Ia juga mengingatkan agar jamaah yang kehilangan kartu nusuk atau dokumen lainnya segera melapor kepada petugas terkait.

Perjalanan Kloter 1 Menuju Makkah

Afrizal menyampaikan bahwa jamaah haji Kloter 1 Aceh asal Banda Aceh dan Aceh Besar, Kamis (14/5/2026), sudah bertolak dari Madinah menuju Makkah dengan menempuh perjalanan darat menggunakan bus. Mereka akan bergabung dengan jamaah haji lainnya di Kota Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

Kloter 1 Aceh termasuk dalam pemberangkatan gelombang pertama sehingga mendarat di Bandara Madinah. Sementara Kloter 2 dan seterusnya masuk ke gelombang kedua sehingga mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah.

Sebelumnya, jamaah Kloter 1 telah sekitar delapan hari berada di Madinah. Nantinya mereka tidak kembali lagi ke Madinah dan akan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Kloter 10 Memasuki Asrama Haji Aceh

Tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB, jamaah haji Kloter 10 sudah memasuki Asrama Haji Aceh. Kloter ini hampir seluruhnya jamaah berasal dari Kabupaten Pidie Jaya, hanya satu jamaah asal Aceh Besar yang tergabung di dalamnya.

Setibanya di asrama haji, jamaah langsung menjalani proses administrasi seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian kartu nusuk, kartu identitas Aceh, hingga penerimaan living cost. Mereka dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada Jumat (15/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Jamaah Gagal Berangkat

Dua jamaah asal Aceh Selatan gagal berangkat karena kondisi kesehatan menurun, sehingga hanya 391 dari 393 jamaah dari Kloter 9 yang berangkat ke Jeddah. Mereka dirujuk ke RSUDZA, yakni Muhammad Waita (62) dan Ilyas Nanyek Muhammad (88). Jamaah yang masih dirawat berpeluang diberangkatkan bersama Kloter 14 jika kondisi membaik.

Hingga Kamis (14/5/2026), sebanyak 3.529 jamaah dari 9 kloter sudah berangkat ke tanah suci.

0 Komentar