Kunjungan Delegasi Sumatera ke KBRI Beijing
Dubes Republik Indonesia (RI) di Beijing, Djauhari Oratmangun, dengan ramah menyambut delegasi Sumatera yang berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, pada Sabtu (16/5) sore. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh delegasi asal Sumatera selama berada di Tiongkok.
Selama delapan tahun bertugas di Beijing, Dubes Djauhari mengungkapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Tiongkok semakin membaik. Ia menekankan bahwa Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia di dunia. "Nilai perdagangan kita dengan Tiongkok mencapai 168,7 miliar dolar AS," ujar Dubes Djauhari.
Angka ini jauh lebih besar dibandingkan nilai kerjasama RI dengan Uni Eropa yang hanya mencapai 30 miliar dolar AS. "Ini nyaris enam kali lipat lebih besar dibanding kerjasama dengan Tiongkok," tambahnya. Selain itu, nilai kerjasama antara RI dan Amerika Serikat hanya sekitar 60 miliar dolar AS, yang jauh lebih kecil dibandingkan kerjasama dengan Tiongkok.
Investasi Tiongkok yang Terus Meningkat
Nilai investasi Tiongkok juga terus meningkat. Dubes Djauhari menjelaskan bahwa nilai investasi dari Beijing mencapai 40 miliar dolar AS, sedangkan dari Hongkong mencapai 35 miliar dolar AS. Ia menilai bahwa hubungan kerja sama yang baik antara kedua negara tidak lepas dari hubungan yang harmonis antara kepala negara masing-masing.

Dubes Djauhari juga menyampaikan bahwa hubungan antar manusia RI-Tiongkok semakin memperkuat kerja sama. Bantuan Tiongkok terhadap Indonesia sangat maksimal, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19. "Pada masa paling sulit, China memberikan banyak dukungan vaksin dan kerja sama kesehatan yang sangat membantu Indonesia," ujarnya.
Ia menekankan bahwa hubungan antar masyarakat menjadi fondasi utama hubungan jangka panjang antara Indonesia dan Tiongkok. Menurutnya, hubungan budaya dan interaksi masyarakat kedua negara telah berlangsung lama, bahkan sebelum era pelayaran Laksamana Cheng Ho.
Jumlah Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Meningkat
Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Tiongkok mendekati 20 ribu orang. Semakin banyak generasi muda Indonesia, termasuk dari latar belakang sekolah Islam dan pendidikan keagamaan, memilih melanjutkan studi di Tiongkok. "Jangan kaget kalau sekarang banyak mahasiswa Indonesia yang fasih berbahasa Mandarin. Kami berharap semakin banyak mahasiswa asal Sumatera Utara yang melanjutkan pendidikan di sini," kata Dubes Djauhari.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Sumut, Maratua Simanjuntak, yang mewakili delegasi asal Sumatera, menyampaikan terima kasih kepada Dubes Djauhari atas kesediaannya menerima delegasi. Ia berharap hubungan kerja sama antara RI dan Tiongkok semakin membaik dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Makan Malam Khas Indonesia
Untuk mengobati kerinduan delegasi atas cita rasa makanan Tanah Air, Dubes Djauhari menyiapkan makan malam dengan hidangan Indonesia. Salah satu hidangan yang mengobati kerinduan delegasi Sumatera adalah bubur sumsum.
Delegasi Sumatera yang hadir di KBRI Beijing berasal dari Sumut, Sumbar, dan Aceh. Mereka berada di Tiongkok sejak 10 hingga 18 Mei 2026. Beberapa tokoh yang ikut dalam delegasi antara lain Ketua Umum Perhimpunan INTI dr Indra Wahidin, Ketua MUI Sumatera Utara Maratua Simanjuntak, Wakil Ketua Umum MUI Sumut HM Jamil, serta rektor universitas dan tokoh masyarakat lainnya.
Kunjungan ke Museum dan Istana Musim Panas
Selain mengunjungi KBRI, delegasi juga menyambangi dua tempat penting, yaitu museum dan Istana Musim Panas Beijing. Kunjungan ke museum bertujuan untuk mengetahui perjuangan masyarakat Tiongkok selama lebih dari 100 tahun serta perkembangan sejarah modern Tiongkok.
Delegasi juga mengunjungi Istana Musim Panas Beijing. Istana ini terletak di bagian barat laut Beijing dan dibangun dengan lanskap utama Danau Kunming dan Bukit Panjang Umur. Kompleks ini dikenal sebagai salah satu taman kekaisaran paling lengkap yang masih terjaga di China dan dijuluki sebagai “Museum Taman Kerajaan”.
Kawasan tersebut memadukan konsep taman khas Jiangnan dengan gaya arsitektur tradisional kekaisaran Tiongkok. Pada 1998, UNESCO menetapkan Istana Musim Panas sebagai Situs Warisan Dunia. Saat ini, luas kawasan Istana Musim Panas mencapai sekitar 300 hektare dengan Danau Kunming mencakup hampir tiga perempat area keseluruhan.
0 Komentar