Komitmen Total untuk Infrastruktur Olahraga di Bali
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali masa bakti 2026-2030, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan total terhadap infrastruktur olahraga di Pulau Dewata. Dalam masa jabatannya, ia berkomitmen untuk mentransformasi GOR Ngurah Rai Denpasar menjadi pusat olahraga atau sport center yang representatif dan modern.
Giri Prasta menyatakan bahwa langkah ini merupakan prioritas yang harus segera direalisasikan. Ia menjelaskan bahwa tatanan perencanaan, mulai dari visual video, Feasibility Study (FS), hingga Detail Engineering Design (DED), telah rampung disusun.
"Untuk venue dan sarana prasarana ini, sudah barang tentu kita sudah putuskan bahwa GOR Ngurah Rai ini adalah merupakan salah satu sport center yang harus kita wujud nyatakan," tegasnya di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Jumat 15 Mei 2026.
"Kami sudah sampaikan dan kita sudah buat tatanan, baik itu visual videonya, FS-nya, begitu juga dengan DED. Maka sesegera mungkin kita akan wujudkan bahwa GOR Ngurah Rai ini harus menjadi sport center, itu harus terwujud dengan baik," imbuh Giri Prasta.
Fokus pada Pembenahan Infrastruktur Olahraga
Tidak hanya berfokus pada pusat provinsi, Giri Prasta juga berencana melakukan koordinasi intensif dengan Bupati dan Wali Kota di seluruh Bali dengan tujuan mendorong kesiapan pemerintah daerah untuk membangun sport center di wilayah masing-masing dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali.
Menurut dia, ketersediaan fasilitas yang memadai adalah kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi secara mandiri. Ketika disinggung mengenai target realisasi pembangunan besar ini, Giri Prasta mematok tenggat waktu hingga berakhirnya masa tugasnya sebagai Gubernur Bali.
Ia menampik kekhawatiran mengenai durasi pembangunan yang dianggap terlalu lama dengan memberikan bukti nyata keberhasilan pembangunan infrastruktur olahraga yang pernah ia lakukan di tingkat desa.
"Contoh misalkan ketika saya jadi Bupati, teman-teman media boleh lihat Desa Belok Sidan memiliki sport center, Desa Plaga ada bahkan bisa main sepak bola malam. Carangsari juga ada, desa contoh misalkan Petang," bebernya.
"Ini akan kita wujudnyatakan. Kalau memang itu tidak terwujud berarti kita tidak bekerja. Kalau itu terwujud berarti kita kerja," sambung dia.
Anggaran dan Pembangunan yang Menyeluruh
Mengenai besaran anggaran yang akan dikucurkan, ia menjelaskan bahwa hal tersebut sedang dihitung oleh tim teknis. Giri Prasta menekankan bahwa pembangunan ini akan mencakup seluruh cabang olahraga (cabor) tanpa pengecualian, bukan hanya cabor yang masuk dalam kategori prioritas atau grade satu saja.
"Kalau masalah anggaran kan sudah ada tim teknis. Bukan saya menghitung anggaran. Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi Bali, Dinas Pendidikan, dan Pak Sekda, terutama koordinasi langsung dengan Bapak Gubernur Bali," bebernya.
"Salah satu ikon olahraga yang ada di Bali ini adalah Sport Center GOR Ngurah Rai. Ini adalah aspirasi se-Bali," tambahnya.
Rencana Penataan Kawasan GOR Ngurah Rai
Dalam rencana penataan kawasan GOR Ngurah Rai, Giri Prasta memaparkan transformasi menyeluruh untuk mengatasi keterbatasan kapasitas dan kualitas fasilitas yang ada saat ini. GOR Ngurah Rai yang memiliki nilai sejarah tinggi di Kota Denpasar akan ditingkatkan fungsinya melalui pembangunan jogging track di area luar, penataan area kuliner, serta penyediaan ruang terbuka hijau dan taman yang lebih tertata.
Selain itu, renovasi ini juga mencakup pembangunan Kantor KONI Bali yang terintegrasi, peningkatan kapasitas tribun penonton, serta optimalisasi aksesibilitas dan area parkir. Pengembangan ini diharapkan tidak hanya mendukung pembinaan atlet lokal, tetapi juga layak untuk menyelenggarakan ajang olahraga skala nasional maupun internasional.
Janji dan Garansi Proses Pembangunan
Giri Prasta juga menyatakan akan meminta Gubernur Bali untuk menandatangani prasasti sebagai simbol dimulainya era baru infrastruktur olahraga tersebut. Ia juga memberikan jaminan kepada KONI Pusat bahwa seluruh proses pembangunan akan berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
"Satu hal yang kami garansikan kepada Bapak Gubernur Bali dan Bapak Ketua Umum KONI Pusat, kami akan taat dan patuh dengan regulasi," pungkasnya.
0 Komentar