
gubukinspirasi.idTunggal putri kenamaan, Ratchanok Intanon, melihat potensi pemain muda Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, setelah laga alot yang dijalani pada babak kedua Thailand Open 2026.

Ratchanok Intanon menjaga harapan publik Thailand setelah melewati adangan Thalita Ramadhani Wiryawan dalam laga di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, Kamis (15/6/2026). Butuh 1 jam lebih bagi mantan ratu bulu tangkis tersebut untuk akhirnya mengalahkan Thalita dengan skor 21-16, 19-21, 21-15.
Bagi Intanon, ini bukan pertama kalinya dia direpotkan remaja asal Indonesia. Delapan tahun lalu, dia harus melalui rubber game ketika ditantang Gregoria Mariska Tunjung pada babak kedua Indonesia Open 2018. Seperti Thalita, Gregoria dapat mencuri gim kedua atas Intanon yang diunggulkan tetapi berakhir kalah dengan skor 11-21, 21-17, 14-21. Usia Gregoria kala itu sama seperti Thalita sekarang yaitu 18 tahun.
"Kemampuan teknisnya cukup bagus. Saya pikir jika dia lebih kuat lagi, dia bisa menjadi pemain yang sangat bagus," ucap Intanon.
Salah satu kekurangan dari Thalita terlihat dari bagaimana dia kurang tahan ketika meladeni Intanon dalam permainan satu-satu. Intanon cukup leluasa dalam mendapatkan poin dengan memanfaatkan setiap jengkal bidang permainan untuk mengombang-ambingkan lawannya itu. Akan tetapi, seperti yang dikatakan Intanon, Thalita punya bekal dengan kemampuan teknik.
Tak cuma sekali Juara Dunia satu kali tersebut dibuat terkecoh dengan antisipasi Thalita. Momen-momen brilian ini yang membuat atlet asal Surabaya itu bertahan lebih lama.
"Saya merasa dia bisa menjadi pemain yang bagus karena dia sudah punya tekniknya," tukas Intanon menambahkan. "Terkadang, beberapa pemain itu kuat tetapi mereka tidak punya kemampuan teknik."
"Akan tetapi, dia sudah punya pergerakan tangan yang baik dan jika dia lebih kuat, saya percaya dia bisa lebih baik," tandasnya.
Thalita sekarang menjadi tunggal putri ketiga Indonesia dalam peringkat dunia. Dia berada di belakang Putri Kusuma Wardani (ke-6) dan Gregoria (ke-57). Lonjakan ranking dialami Thalita setelah sepanjang tahun lalu mencatat 4 gelar juara dari ajang-ajang bertaraf International Challenge/Series.
Tahun ini dia sudah dipercaya untuk mengikuti turnamen World Tour. Babak 16 besar kali ini jadi pencapaian terbaiknya dalam penampilan keduanya di tur elite dunia. Kejutan pun baru-baru ini diciptakannya saat menyumbang satu-satunya poin Indonesia saat dikalahkan Korea Selatan pada semifinal Uber Cup 2026.
Thalita mengalahkan Sim Yu-jin dengan skor 21-19, 21-19 untuk sekaligus mencatat kemenangan pertama atas pemain top 20 dunia. Dengan kekeringan yang dialami tunggal putri Indonesia, Thalita, juga pemain muda lainnya, diharapkan bisa segera menyusul ke persaingan papan atas.
Thalita sendiri ingin menjadi lebih baik. Kesempatan bertanding melawan Intanon pun menjadi bekal untuk ke depannya. "Senang dan excited dengan pertandingan hari ini karena saya memang pengen banget bertemu dia. Saya dapat pengalaman dan pelajaran yang bagus," ujar Thalita melalui PBSI.
"Ke depan saya harus lebih tahan lagi, lebih kuat fokusnya." "Secara keseluruhan cukup puas dengan hasil di Thailand Open ini tapi masih banyak kurangnya, saya pasti ingin lebih baik lagi," tambahnya.
Thalita akan melanjutkan petualangannya ke Malaysia Masters 2026 pekan depan. Di ajang lainnya yang bertaraf World Tour Super 500 itu, pemain didikan PB Winner dan PB Jaya Raya itu akan memulai dari babak kualifikasi.
0 Komentar