Peran Industri Kopi dalam Ekonomi Kreatif Indonesia

Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Keunikan cita rasa kopi dari berbagai daerah membuat negara ini memiliki daya tarik yang tinggi di pasar global. Dengan meningkatnya konsumsi domestik dan berkembangnya budaya ngopi di masyarakat, industri kopi nasional dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang, baik sebagai komoditas ekspor maupun bagian dari ekonomi kreatif.
Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, produksi kopi Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 789.260 ton. Tren konsumsi kopi di dalam negeri juga semakin meningkat seiring dengan perkembangan industri kuliner dan menjamurnya kedai kopi modern di berbagai kota.
Melihat potensi ini, Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menyelenggarakan Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026. Pameran ini mengusung tema “Brewing Business, Shaping Lifestyle and Coffee Excellence”.
Jadwal Penyelenggaraan ICX 2026
ICX 2026 akan diselenggarakan di tiga kota besar, yaitu:
- Surabaya menjadi kota pembuka di Grand City Convention pada 29–31 Mei 2026.
- Dilanjutkan di Tiara Convention Center Medan pada 31 Juli–2 Agustus 2026.
- Ditutup di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Jakarta pada 4–6 September 2026.
Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI), Daryanto Witarsa, menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam industri kopi dunia karena karakter rasa unik dari setiap daerah penghasil kopi. Ia menyatakan bahwa tema ICX 2026 menunjukkan bahwa kopi hari ini tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif sekaligus bagian dari gaya hidup modern masyarakat Indonesia.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menyebut bahwa ICX 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pelaku industri kopi, mulai dari produsen hingga konsumen. Menurutnya, pemilihan Surabaya, Medan, dan Jakarta dilakukan dengan pertimbangan strategis. Surabaya dinilai sebagai gerbang perdagangan Indonesia Timur, Medan mewakili kekuatan kopi Sumatra, sementara Jakarta menjadi pusat pertemuan pelaku industri, investor, dan konsumen urban.
Platform Kolaboratif untuk Industri Kopi
ICX 2026 dirancang sebagai platform kolaboratif yang mempertemukan petani, roaster, barista, pelaku UMKM, brand lifestyle, hingga institusi keuangan dalam satu ekosistem industri kopi yang terintegrasi. Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa budaya minum kopi di Indonesia kini mengalami transformasi besar, terutama di kalangan generasi muda.
Menurut Nixon, kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Ada pergeseran dari sekadar konsumsi menjadi pengalaman. Indonesia secara konsisten berada di jajaran lima besar produsen kopi dunia dengan jutaan petani yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut. Nama-nama seperti Kopi Gayo, Toraja, Flores, Kintamani, hingga Mandailing sudah dikenal luas di pasar global. Tak hanya unggul dari sisi volume, specialty coffee Indonesia juga memiliki reputasi sangat baik karena kualitas dan cerita asal-usulnya.
Program Unggulan ICX 2026
Selain menjadi ajang promosi, ICX 2026 juga menghadirkan sejumlah program unggulan, antara lain:
- Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC)
- Experience Area “Origin Trip”
- The Coffee Lab “SCAI Lecture”
- Roaster Alley yang menampilkan roaster lokal dari berbagai daerah di Indonesia
Program-program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta, sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku industri kopi dan konsumen. Dengan adanya pameran ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri kopi nasional yang terus berkembang pesat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern masyarakat Indonesia.
0 Komentar