
Sapi Raksasa "Batu Aji" Resmi Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sebuah berita menarik datang dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sapi raksasa bernama "Batu Aji" milik peternak Sapari telah resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo. Sapi berjenis simental ini memiliki bobot mencapai 1.053 kilogram dan dijual dengan harga Rp126 juta. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa peternakan rakyat di Magelang mampu menghasilkan ternak berkualitas unggul yang bisa bersaing secara nasional.
Perawatan Khusus untuk Mencapai Berat Ideal
Sapi "Batu Aji" memiliki usia sekitar 3,5 tahun dan telah dipelihara selama 17 bulan. Awalnya, Sapari membelinya saat berusia dua tahun dari Pasar Jelok Boyolali dengan harga Rp42,65 juta. Setelah itu, ia memberinya nama "Batu Aji" karena merasa sapi tersebut sangat berharga dan memiliki tempat istimewa di hatinya.
Perawatan yang dilakukan Sapari sangat maksimal. Dalam sehari, "Batu Aji" diberi pakan kombinasi dua kali, yaitu ampas tahu, konsentrat, dan bekatul. Selain itu, ia juga diberi hijauan serta tambahan singkong. Saat cuaca cerah, sapinya juga dimandikan agar tetap segar dan sehat.
Lokasi pemeliharaan "Batu Aji" berada di lereng Merapi-Merbabu, yang memiliki lingkungan sejuk. Hal ini memengaruhi perawatan yang lebih telaten, terutama dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan tidak stres.
Proses Pemilihan Sebagai Hewan Kurban Presiden
Keberadaan "Batu Aji" diketahui oleh Dinas Peternakan Kabupaten Magelang melalui teman Sapari bernama Slamet. Saat itu, Slamet memberitahu Sapari bahwa Presiden Prabowo sedang mencari sapi kurban dengan berat di atas satu ton. Informasi ini kemudian disampaikan ke dinas setempat.
Setelah melalui proses pemeriksaan, "Batu Aji" resmi dibeli pemerintah sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Sapari mengaku bangga dan terharu karena hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun beternak akhirnya mendapat apresiasi besar.
Tanggung Jawab dan Tantangan dalam Beternak Sapi
Meski harga jual mencapai Rp126 juta, Sapari mengaku bahwa keuntungan harus diperhitungkan dengan biaya perawatan yang cukup besar, mulai dari pakan hingga menjaga kesehatan ternak. Menurutnya, usaha ternak sapi bukan pekerjaan mudah. Selain membutuhkan modal besar, peternak juga harus menghadapi berbagai tantangan seperti wabah PMK, LSD, hingga naiknya harga pakan.
Sapari kini masih memelihara tujuh ekor sapi jantan di kandangnya. Beberapa di antaranya sudah dipesan pembeli dari berbagai daerah, termasuk Masjid Jogokariyan dan Kendal.
Apresiasi dari Wakil Bupati Magelang
Wakil Bupati Magelang Sahid menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan Sapari. Ia menilai bahwa "Batu Aji" memenuhi seluruh syarat sebagai hewan kurban presiden, baik dari segi bobot, kesehatan, maupun kondisi fisik secara keseluruhan.
Menurut Sahid, keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi peternak lain agar terus meningkatkan kualitas ternak melalui perawatan yang baik dan menjaga kesehatan hewan secara rutin. Ia juga menyebut bahwa Kabupaten Magelang memiliki potensi besar dalam bidang peternakan, khususnya di kawasan lereng Merapi dan Merbabu yang didukung kondisi alam sejuk dan ketersediaan pakan hijauan melimpah.
Persiapan Penyerahan Hewan Kurban
Nantinya, "Batu Aji" akan dikirim pada hari pelaksanaan Salat Iduladha menuju lokasi penyerahan di wilayah Sawitan. Dinas Peternakan Kabupaten Magelang akan melakukan pendampingan kesehatan terhadap sapi kurban presiden hingga hari pengiriman. Pemeriksaan rutin dilakukan untuk memastikan kondisi sapi tetap prima menjelang penyerahan pada Hari Raya Iduladha.
0 Komentar