
Ringkasan Berita
Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur menunjukkan bahwa total perjalanan wisatawan nusantara mencapai 4.099.621 perjalanan selama Januari hingga Maret 2026. Angka ini dihimpun melalui metode Mobile Positioning Data (MPD), yaitu pengumpulan data berbasis pergerakan sinyal perangkat seluler untuk memantau mobilitas penduduk dan perjalanan wisatawan secara lebih akurat.
Wisatawan nusantara merujuk pada warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan di dalam negeri, baik untuk tujuan rekreasi, bisnis, kunjungan keluarga, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan perjalanan sementara. Tingginya angka perjalanan wisatawan domestik di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa sektor mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak cukup aktif pada awal tahun 2026.
Peningkatan aktivitas perjalanan juga tidak lepas dari perkembangan infrastruktur, pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta tumbuhnya wisata perkotaan atau urban tourism di sejumlah wilayah utama Kalimantan Timur.
Kota Samarinda Jadi Daerah dengan Kunjungan Wisatawan Tertinggi
Kota Samarinda menjadi daerah dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tertinggi selama Januari hingga Maret 2026. Total perjalanan wisatawan ke ibu kota Provinsi Kalimantan Timur tersebut mencapai 1.041.213 perjalanan. Jumlah itu terdiri dari 339.518 perjalanan pada Januari 2026, kemudian 296.336 perjalanan pada Februari, dan meningkat tajam menjadi 405.359 perjalanan pada Maret 2026.
Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kalimantan Timur, Samarinda memiliki daya tarik yang cukup besar bagi mobilitas masyarakat. Kota ini menjadi pusat aktivitas bisnis, perdagangan, pendidikan, hingga layanan pemerintahan yang membuat arus perjalanan masyarakat berlangsung sangat tinggi setiap bulan.
Selain itu, wisata perkotaan di Samarinda juga terus berkembang. Kawasan tepian Sungai Mahakam, pusat kuliner, hotel, pusat perbelanjaan, hingga berbagai event daerah turut menjadi faktor yang mendukung tingginya kunjungan wisatawan domestik.
Balikpapan Tempati Posisi Kedua
Di posisi kedua terdapat Kota Balikpapan dengan total 860.332 perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Maret 2026. Rinciannya yakni 300.047 perjalanan pada Januari, 227.801 perjalanan pada Februari, dan meningkat menjadi 332.484 perjalanan pada Maret.
Balikpapan dikenal sebagai salah satu kota dengan infrastruktur paling maju di Kalimantan Timur. Keberadaan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menjadikan kota ini sebagai pintu gerbang utama mobilitas masyarakat dari dan menuju Kalimantan Timur.
Selain sektor bisnis dan industri, Balikpapan juga memiliki sejumlah destinasi wisata perkotaan dan wisata alam yang cukup populer. Pantai Kemala, Pantai Manggar, kawasan konservasi hutan lindung, hingga wisata kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik.
Kutai Kartanegara Masuk Tiga Besar
Kabupaten Kutai Kartanegara berada di posisi ketiga dengan total 820.922 perjalanan wisatawan nusantara selama triwulan pertama 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 267.482 perjalanan pada Januari, 236.900 perjalanan pada Februari, dan 316.540 perjalanan pada Maret.
Kutai Kartanegara dikenal memiliki kekayaan wisata budaya dan sejarah yang cukup kuat di Kalimantan Timur. Kabupaten ini merupakan wilayah bekas Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, salah satu kerajaan tertua di Indonesia.
Selain wisata sejarah dan budaya, Kutai Kartanegara juga memiliki banyak destinasi wisata alam seperti danau, sungai, serta kawasan wisata pedesaan. Tingginya angka perjalanan di wilayah ini juga tidak terlepas dari aktivitas ekonomi dan konektivitas yang cukup baik dengan Samarinda maupun kawasan IKN.
Penajam Paser Utara Mulai Ramai Dikunjungi
Penajam Paser Utara (PPU) berada di posisi keempat dengan total 366.216 perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Maret 2026. Rinciannya yakni 121.768 perjalanan pada Januari, 88.550 perjalanan pada Februari, dan meningkat signifikan menjadi 155.898 perjalanan pada Maret.
Wilayah ini menjadi salah satu daerah yang mengalami peningkatan mobilitas cukup pesat sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara dimulai. Sebagian kawasan inti IKN berada di Kabupaten Penajam Paser Utara sehingga banyak masyarakat dari berbagai daerah datang untuk urusan pekerjaan, bisnis, survei lokasi, maupun kunjungan lainnya.
Kutai Timur Lengkapi Lima Besar
Posisi kelima ditempati Kabupaten Kutai Timur dengan total 305.488 perjalanan wisatawan nusantara selama triwulan pertama 2026. Rinciannya terdiri dari 104.386 perjalanan pada Januari, 87.918 perjalanan pada Februari, dan 113.184 perjalanan pada Maret.
Kutai Timur memiliki potensi wisata alam yang cukup besar, mulai dari kawasan hutan tropis, wisata sungai, hingga destinasi ekowisata. Ekowisata sendiri merupakan konsep wisata berbasis pelestarian lingkungan dan alam yang dilakukan secara bertanggung jawab.
Selain sektor wisata, mobilitas masyarakat ke Kutai Timur juga dipengaruhi aktivitas industri dan pertambangan yang cukup besar di wilayah tersebut.
Daerah Lain di Kalimantan Timur
Selain lima daerah dengan jumlah kunjungan tertinggi, sejumlah wilayah lain di Kalimantan Timur juga mencatat angka perjalanan wisatawan nusantara yang cukup signifikan. Kabupaten Paser mencatat total 210.984 perjalanan selama Januari hingga Maret 2026. Kemudian Kota Bontang mencapai 184.125 perjalanan, disusul Kabupaten Berau sebanyak 160.343 perjalanan.
Berau sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kalimantan Timur karena memiliki Kepulauan Derawan yang terkenal hingga mancanegara. Sementara Kabupaten Kutai Barat mencatat 136.436 perjalanan wisatawan nusantara selama triwulan pertama 2026.
Di sisi lain, Mahakam Ulu menjadi wilayah dengan jumlah perjalanan paling sedikit yakni 13.562 perjalanan. Kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi masih menjadi tantangan utama mobilitas masyarakat menuju wilayah tersebut.
Maret 2026 Jadi Bulan dengan Kunjungan Tertinggi
Jika dilihat berdasarkan pergerakan bulanan, Maret 2026 menjadi periode dengan jumlah perjalanan wisatawan nusantara tertinggi di Kalimantan Timur. Total perjalanan pada Maret mencapai 1.594.585 perjalanan.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding Januari yang mencapai 1.375.871 perjalanan maupun Februari sebesar 1.129.165 perjalanan. Peningkatan pada Maret diduga dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang periode libur panjang serta mobilitas ekonomi yang mulai meningkat di berbagai daerah.
Tingginya jumlah perjalanan wisatawan nusantara di Kalimantan Timur menunjukkan sektor mobilitas dan pariwisata masih menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Setiap perjalanan wisata biasanya berdampak langsung pada sektor lain seperti transportasi, hotel, restoran, pusat perbelanjaan, hingga pelaku UMKM lokal.
0 Komentar