Luar Biasa! Candi Borobudur Dikunjungi Ribuan Orang Saat Waisak 2026, Ini Pernyataan Gubernur Ahmad Luthfi

Luar Biasa! Candi Borobudur Dikunjungi Ribuan Orang Saat Waisak 2026, Ini Pernyataan Gubernur Ahmad Luthfi

Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur Menarik Ribuan Umat Buddha

Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur mulai menunjukkan tanda-tanda kehadiran yang luar biasa. Kawasan wisata bersejarah ini diprediksi akan dikunjungi oleh ribuan umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat toleransi dan persatuan bangsa.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap perayaan Tri Suci Waisak tahun ini. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ritual agama, tetapi juga simbol keberagaman dan harmoni antarumat beragama di Indonesia. Dukungan gubernur tersebut memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para peserta dan panitia penyelenggara.

Antusiasme Meningkat

Kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang sudah mulai dipadati oleh pengunjung sejak beberapa hari menjelang puncak acara. Panitia menyebutkan bahwa antusiasme umat Buddha terhadap Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan jumlah peserta yang terdaftar mencapai 23 ribu orang, dengan peserta berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, Jakarta, Banten, hingga wilayah Jawa Tengah.

Pelepasan lampion di Candi Borobudur menjadi salah satu daya tarik utama acara ini. Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Soegito Harsono, mengatakan bahwa malam pelepasan lampion diperkirakan dapat menambah hampir 10 ribu pengunjung di kawasan Borobudur. Lonjakan pengunjung ini juga terasa pada sektor pariwisata, seperti hotel, homestay, dan penginapan warga sekitar.

Dampak Ekonomi yang Besar

Tanto menilai bahwa dampak ekonomi dari Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 sangat besar bagi masyarakat sekitar lokasi acara. Hotel, homestay, warung makan, dan restoran semuanya akan ramai menjelang Waisak. Banyak kamar penginapan di sekitar Candi Borobudur dilaporkan telah penuh sejak beberapa pekan sebelum acara dimulai.

Selain itu, momentum libur panjang akhir Mei turut memengaruhi tingginya animo umat menghadiri Waisak nasional. Ini membuat antusiasme terhadap acara semakin tinggi.

Rangkaian Ritual dan Bakti Sosial

Rangkaian Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 sebenarnya telah dimulai sejak awal Mei dengan berbagai agenda spiritual. Salah satu acara yang menarik perhatian adalah bakti sosial kesehatan gratis yang akan digelar pada 23 hingga 24 Mei 2026 di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan ini menargetkan pelayanan kesehatan gratis bagi sekitar 10 ribu pasien dari berbagai wilayah sekitar.

Selain bakti sosial, panitia juga menyiapkan ritual pengambilan Api Dharma dari Mrapen, Kabupaten Grobogan. Prosesi pengambilan Api Dharma dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei sebagai bagian tradisi sakral Waisak nasional. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit pada 30 Mei 2026 mendatang.

Perjalanan Bhikkhu Thudong

Karuna Murdaya, Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, menyebutkan bahwa ada perjalanan Bhikkhu Thudong yang berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur sejauh 660 km. Tahun ini, sebanyak 60 bhikkhu ikut dalam perjalanan ini, terdiri dari 50 bhikkhu asing dan 10 lokal.

Puncak Acara dan Dukungan Gubernur

Puncak Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 di kawasan Candi Borobudur. Detik-detik Waisak tahun ini berlangsung pada sore hari tepat pukul 15.44 WIB sehingga acara mengalami penyesuaian. Prosesi dimulai dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sebelum detik Waisak berlangsung pada sore harinya.

Pelepasan lampion perdamaian akan dibagi menjadi dua sesi mulai pukul 18.30 WIB dan dilanjutkan sendratari malam. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga dijadwalkan hadir langsung pada puncak Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi mendukung seluruh kegiatan mulai dari bakti sosial hingga prosesi puncak Waisak.

0 Komentar