
Kisah Muhammad Amin Teunom, Jamaah Haji Tertua yang Berhasil Mewujudkan Impian Setelah Menabung Selama Puluhan Tahun
Muhammad Amin Teunom, seorang warga asal Teunom, Aceh Jaya, akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk berhaji di usia 95 tahun. Perjalanan panjang dan perjuangan keras yang ia lalui selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil. Dari hasil berjualan ikan keliling, Amin berhasil menabung cukup untuk mendaftar haji melalui kuota lansia.
Amin tidak hanya berangkat sendirian, tetapi juga bersama istrinya, Zubaida Hasan, yang kini berusia 84 tahun. Keduanya menyisihkan penghasilan harian mereka sedikit demi sedikit, bahkan menabung dalam bentuk emas agar bisa mencapai target keberangkatan haji. Perjalanan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi umat Islam yang ingin menjalankan rukun Islam yang kelima.
Perjalanan Panjang Seorang Pedagang Ikan
Pada tahun 1980-an, Amin sudah mulai berjualan ikan dengan menggunakan sepeda tua. Dengan keranjang ikan di bagian belakang, ia berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan dagangannya. Di bawah terik matahari dan guyuran hujan, Amin tidak pernah patah semangat. Dari hasil penjualan ikan, ia mendapatkan rezeki yang cukup untuk meningkatkan alat kerjanya.
Dengan uang hasil tabungan, Amin membeli sepeda motor Honda C70, salah satu kendaraan lama yang kini jarang ditemukan. Dengan kendaraan tersebut, jangkauan dagangannya semakin luas. Tahun demi tahun berlalu, Amin kembali memperluas bisnisnya dengan membeli becak motor agar bisa membawa lebih banyak ikan untuk dijual kepada pelanggan.
Tabungan yang Tak Terlihat
Meskipun uang hasil penjualan ikan cukup besar, Amin tidak menyimpannya dalam bentuk uang tunai. Ketika tabungannya dirasa cukup, ia memilih membeli emas sebagai bentuk tabungan. Hal ini dilakukan karena emas dianggap lebih aman dan memiliki nilai tukar yang stabil.
“Kalau saya dapat Rp50 ribu sehari, berarti Rp20 ribu saya tabung, Rp30 ribu untuk belanja sehari-hari,” kata Amin dalam wawancara sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Perlahan-lahan, tabungan Amin terkumpul dan akhirnya cukup untuk mendaftar haji. Beruntung, ia mendapatkan kuota lansia sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama. Meski sebenarnya ia sudah mendapat panggilan berangkat haji tahun lalu, namun karena nama istrinya belum tercantum dalam daftar calon jamaah, Amin memilih menunda keberangkatannya hingga tahun ini.
Perjalanan Umrah Sebelum Haji
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, beberapa tahun lalu Amin dan istrinya juga telah menunaikan ibadah umrah. Ini menjadi bukti bahwa Amin dan Zubaida telah menjalani perjalanan spiritual yang penuh makna. Meski usia sudah senja, Amin masih aktif dan penuh semangat.
Pada Kamis (14/5/2026) sore, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Amin dan istrinya beserta jamaah lainnya lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdulaziz, di Jeddah, Arab Saudi. Saat berita ini dibaca, Amin sudah berada di Kota Mekkah Al Mukaramah, bersiap menunaikan rukun Islam yang kelima.
Semangat yang Menginspirasi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Aceh Jaya, Alfaizin S.Pd.I, MM, menyampaikan bahwa Muhammad Amin Teunom mendaftar haji pada tanggal 13 Desember 2019. Ia masuk dalam kouta lansia dan menunggu selama 6 tahun 5 bulan. Melihat semangat beliau untuk menunaikan ibadah haji menjadi motivasi bagi kita semua umat Islam dalam menunaikan rukun islam yang ke lima.
Menurut Alfaizin, dalam pelaksanaan manasik haji yang dilaksanakan oleh Kankemenhaj Aceh Jaya, Amin dan istrinya sangat semangat mengikuti seluruh kegiatan manasik. “Maka beliau termasuk jamaah mandiri walau sudah berusia 94 tahun,” ujarnya.
0 Komentar