Menjelang Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Energi dan Jaga Kondisi Tubuh

Menjelang Haji 2026, Jemaah Diminta Hemat Energi dan Jaga Kondisi Tubuh

Imbauan Pemerangkatan Jemaah Haji Indonesia Menuju Fase Armuzna

Pemerintah mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mulai menjaga stamina dan membatasi aktivitas berat menjelang fase Armuzna di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Fase ini menjadi inti dari pelaksanaan ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Armuzna merupakan rangkaian ibadah yang mencakup wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta lontar jamrah di Mina. Proses tersebut sangat menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji karena memerlukan kondisi tubuh yang prima. Jemaah harus siap menghadapi cuaca panas ekstrem dan mobilitas tinggi bersama jutaan jemaah dari berbagai negara.

Berdasarkan jadwal operasional haji 2026, pemberangkatan jemaah dari Makkah menuju Arafah dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026. Setelahnya, pada 26 Mei 2026 seluruh jemaah akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah, yang merupakan rukun haji paling utama. Selanjutnya, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit dan kemudian ke Mina guna menjalani prosesi lontar jamrah.

Karena padatnya aktivitas selama Armuzna, pemerintah meminta jemaah mulai menghemat tenaga sejak sekarang. Aktivitas ibadah sunah yang terlalu menguras energi, perjalanan jauh tanpa keperluan mendesak, hingga terlalu lama berada di luar hotel saat siang hari diminta untuk dikurangi agar tubuh tetap fit saat puncak haji tiba.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan bahwa kesiapan fisik memiliki peran penting agar jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk. “Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh mengingat suhu udara di Arab Saudi cukup tinggi. Risiko dehidrasi dan kelelahan dinilai meningkat apabila jemaah terlalu memaksakan diri melakukan aktivitas berat menjelang puncak ibadah haji.

Data Operasional Haji 2026

Hingga memasuki hari ke-24 operasional haji 2026, layanan jemaah Indonesia dilaporkan berjalan lancar. Sebanyak 395 kelompok terbang dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Sementara itu, sebanyak 353 kloter dengan 136.422 jemaah dan 1.412 petugas telah tiba di Kota Makkah setelah diberangkatkan secara bertahap dari Madinah.

Kedatangan jemaah gelombang kedua melalui King Abdul Aziz International Airport juga terus berlangsung. Tercatat sebanyak 120 kloter dengan 45.914 jemaah dan 481 petugas telah tiba melalui jalur tersebut.

Persiapan Layanan Armuzna

PPIH Arab Saudi saat ini terus mematangkan kesiapan layanan menjelang Armuzna melalui Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satop Armuzna). Berbagai layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan terus disiapkan agar mobilitas jemaah berjalan aman dan tertib selama puncak haji.

Kesiapan tenda di Arafah dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen. Selain itu, pengecekan transportasi bus Masyair juga terus dilakukan untuk memastikan proses perpindahan jemaah berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Aturan Jemaah Selama di Arafah

Berdasarkan Buku Tuntunan Manasik Haji 2026, jemaah diminta menjaga ketertiban saat turun dari bus dan memasuki kemah di Arafah. Jemaah dianjurkan memperbanyak talbiyah, zikir, doa, dan istighfar serta tetap berada di dalam kemah guna menghindari cuaca panas ekstrem. Petugas juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri pergi ke Jabal Rahmah jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Ketentuan Saat di Muzdalifah dan Mina

Di Muzdalifah, jemaah diminta menjaga komunikasi dengan ketua regu agar tidak terpisah dari rombongan. Jemaah juga dapat mengambil batu kerikil untuk lontar jamrah, meski pemerintah telah menyiapkan kantong kerikil agar ibadah berjalan lebih tertib. Sementara selama berada di Mina, jemaah dijadwalkan melontar jamrah secara berkelompok di lantai tiga area jamarat guna mengurangi kepadatan.

Petugas mengingatkan jemaah agar tidak melempar jamrah menggunakan sandal, botol, atau batu besar karena berbahaya bagi jemaah lain.



0 Komentar