Kegiatan Muskablub dihadiri oleh perwakilan berbagai perguruan pencak silat se-Kabupaten Probolinggo, jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo, serta pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur.
Pelaksanaan Muskablub dilakukan sebagai langkah organisasi untuk menjaga kesinambungan kepengurusan setelah adanya pengunduran diri ketua sebelumnya. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh insan pencak silat di Kabupaten Probolinggo guna memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan organisasi ke depan.
Ketua Panitia Muskablub, Ino Imam S., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam jalannya musyawarah. Menurutnya, pelaksanaan Muskablub merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam memastikan roda kepengurusan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Musyawarah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi IPSI Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Selain menyampaikan apresiasi, panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses penyelenggaraan kegiatan berlangsung.
Sementara itu, perwakilan KONI Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa Muskablub memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas organisasi olahraga pencak silat di daerah. Menurutnya, percepatan pembentukan kepengurusan baru sangat diperlukan agar program pembinaan atlet tidak mengalami hambatan.
Ia menilai keberadaan kepengurusan yang definitif akan memberikan kepastian dalam pelaksanaan program kerja, terutama yang berkaitan dengan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga persiapan menghadapi berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh perwakilan Ketua Umum Pengurus Provinsi IPSI Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelaksanaan Muskablub merupakan bagian dari penataan organisasi yang harus dijalankan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
Menurutnya, tertib administrasi dan legalitas organisasi menjadi fondasi penting dalam menjalankan program pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Selain itu, penguatan sistem pembinaan atlet juga menjadi prioritas agar prestasi pencak silat Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkat.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Probolinggo sehingga lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Dalam forum tersebut, Ahmad Febrianto dipercaya sebagai Ketua Formatur Terpilih IPSI Kabupaten Probolinggo. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh perguruan, tokoh pencak silat, serta peserta musyawarah yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ahmad menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya. Di samping itu, ia juga bertekad memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarperguruan demi menciptakan iklim pembinaan yang lebih solid dan produktif.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya berperan sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan bersama.
“Kami akan berupaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Dukungan dan sinergi seluruh perguruan menjadi kunci untuk mewujudkan prestasi yang lebih baik,” katanya.
Melalui hasil Muskablub ini, IPSI Kabupaten Probolinggo resmi memulai proses pembentukan kepengurusan baru yang akan bertugas hingga tahun 2029. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan organisasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet pencak silat daerah.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan prestasi olahraga pencak silat, serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai bagian dari budaya dan identitas masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IPSI Kabupaten Probolinggo optimistis dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di daerah, termasuk dalam menghadapi agenda-agenda kompetisi besar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang. (*)
0 Komentar