Pasca-Mahasiswa ITB Hilang, Jalur Pendakian Pasir Kuda Ditutup Sementara

Pasca-Mahasiswa ITB Hilang, Jalur Pendakian Pasir Kuda Ditutup Sementara

Penutupan Jalur Base Camp Pasir Kuda Akibat Insiden Mahasiswa ITB

Jalur pendakian Base Camp Pasir Kuda di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, ditutup sementara setelah terjadi insiden hilangnya seorang mahasiswa ITB. Penutupan ini dilakukan sejak 13 Mei 2026, sesuai rekomendasi dari pihak kepolisian setempat. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan administrasi oleh pengelola jalur tersebut.

Base Camp Pasir Kuda biasanya menjadi titik awal bagi para pendaki yang ingin menuju Puncak Pasir Kuda maupun Puncak Mega di Gunung Puntang. Jalur ini dikenal relatif landai dan aman, dengan waktu tempuh sekitar 1–3 jam untuk mencapai Puncak Pasir Kuda dan 6–12 jam hingga Puncak Mega. Sebelum penutupan, jalur ini ramai dikunjungi oleh para pendaki, baik itu individu maupun kelompok.

Pengelola Base Camp Pasir Kuda, Ujang Taruna (45), mengatakan bahwa penutupan jalur dilakukan atas rekomendasi kepolisian pasca-insiden yang terjadi. Ia mengakui bahwa ada beberapa kesalahan yang perlu diperbaiki, termasuk administrasi dan prosedur keamanan. "Kami akan membenahi terlebih dahulu sebelum kembali membuka jalur ini," ujarnya.

Sebelum penutupan, Base Camp Pasir Kuda sering menjadi tempat berkumpul para pendaki. Mereka biasanya beristirahat atau menyiapkan perlengkapan sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak gunung. Bahkan, terkadang ada sejumlah kendaraan roda dua yang parkir di lokasi tersebut sebelum para pendaki melanjutkan perjalanan.

Ujang menjelaskan bahwa jalur ini baru beroperasi selama dua tahun terakhir. Dari pengamatan para pendaki, jalur ini dianggap relatif aman dan tidak memiliki risiko tinggi. Namun, insiden hilangnya mahasiswa ITB merupakan pertama kalinya terjadi di jalur tersebut.

"Sebelumnya belum pernah ada kejadian seperti ini. Para pendaki biasanya merasa nyaman dengan jalur ini karena relatif mudah dan tidak terlalu curam," tambahnya.

Waktu tempuh untuk mencapai puncak juga bervariasi tergantung pada kondisi fisik dan pengalaman para pendaki. Untuk mencapai Puncak Pasir Kuda, rata-rata membutuhkan waktu 1–3 jam. Sementara untuk mencapai Puncak Mega, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 6–12 jam.

Sebelum para pendaki berangkat, pengelola selalu melakukan pengecekan perbekalan dan memberikan himbauan agar tidak memaksakan diri jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Selain itu, mereka juga mengingatkan para pendaki untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan selama perjalanan.

Insiden yang menimpa Arief Wibisono (25), mahasiswa ITB, terjadi pada Sabtu (9/5/2026). Ia bersama dua rekannya mendaki dari Base Camp Pasir Kuda menuju Puncak Mega. Setelah beristirahat di puncak, ketiganya turun kembali pada siang hari. Namun, saat perjalanan turun, Arief berjalan lebih dahulu dan terpisah dari dua temannya. Hingga malam hari, ia tidak kunjung tiba di base camp, sehingga dilakukan pencarian oleh rekan korban dan petugas.

Akhirnya, Arief ditemukan pada Senin (11/5/2026) di Kampung Leuweng Mangun, Desa Mekarjaya, dalam kondisi selamat. Ia kemudian dievakuasi ke RSUD Bedas Arjasari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.


0 Komentar