Peringatan 10 Muharram di Situbondo, Batuud Koramil Banyuputih Hadiri Rokat dan Doa Bersama

SITUBONDO – Peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, berlangsung khidmat, Jumat (26/6/2026). Tradisi Rokat dan doa bersama yang digelar masyarakat setempat menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat pesisir Dusun Mimbo ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Hadir sebagai penceramah Ustaz Junaidi Al Hafidz, Batuud Koramil 0823/08 Banyuputih Pelda Hairul Milla, perwakilan Kapolsek Banyuputih Aiptu Bad Lutfi, Camat Banyuputih Aus Sawarudin, S.Sos., Kepala Desa Sumberanyar H. Suharto Binar, Kepala Desa Banyuputih H. Juharto, para kepala dusun se-Desa Sumberanyar, serta ratusan warga dari Dusun Mimbo dan Dusun Nyamplung.

Sejak kegiatan dimulai, suasana religius dan penuh kekeluargaan terasa begitu kuat. Masyarakat mengikuti rangkaian acara dengan tertib sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan bagi seluruh warga.

Dalam sambutannya, Pelda Hairul Milla mengatakan bahwa peringatan 10 Muharram memiliki makna penting, tidak hanya sebagai momentum keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Menurutnya, tradisi doa bersama seperti yang dilaksanakan di Dusun Mimbo menjadi salah satu cara menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Kegiatan doa bersama seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat," ujar Pelda Hairul Milla.

Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat yang terus melestarikan tradisi Rokat sebagai bagian dari kearifan lokal. Tradisi tersebut dinilai mampu memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara masyarakat dengan aparat pemerintah maupun unsur TNI dan Polri.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustaz Junaidi Al Hafidz mengajak seluruh jamaah menjadikan bulan Muharram sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Ia mengingatkan bahwa semangat berbagi, menjaga persaudaraan, dan memperkuat ukhuwah menjadi nilai penting yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, lingkungan yang aman, damai, dan harmonis dapat terus terjaga.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Seluruh jamaah memanjatkan doa agar masyarakat Desa Sumberanyar, khususnya Dusun Mimbo dan Dusun Nyamplung, senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Selain menjadi agenda keagamaan, kegiatan ini juga menunjukkan masih kuatnya tradisi gotong royong dan budaya religius di tengah masyarakat Situbondo. Kehadiran unsur pemerintah, TNI, Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam satu kegiatan mencerminkan sinergi yang terus terjalin untuk menjaga persatuan dan kerukunan.

Melalui peringatan 10 Muharram yang dirangkai dengan Rokat dan doa bersama ini, diharapkan semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan yang harmonis sekaligus mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Situbondo.

0 Komentar