Presiden Prabowo Salurkan 10 Sapi Kurban untuk Masyarakat Papua Jelang Idul Adha 2026

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya di wilayah Papua, dengan menyumbangkan 10 ekor sapi kurban menjelang perayaan Idul Adha 2026. Bobot sapi yang disiapkan oleh Presiden ini dikabarkan mencapai lebih dari 800 kilogram. Hal ini menunjukkan komitmen Presiden dalam memenuhi syarat dan kriteria hewan kurban yang sesuai dengan ajaran agama.
Idul Adha adalah salah satu hari raya besar bagi umat Islam, yang selalu identik dengan ritual kurban. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Zulhijah dan memiliki makna spiritual yang mendalam. Ibadah kurban mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, serta kepedulian terhadap sesama. Dalam momen ini, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Presiden Prabowo juga turut serta dalam tradisi ini dengan memberikan bantuan berupa 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat Papua. Tak hanya itu, sapi-sapi tersebut dipilih dengan kriteria khusus, yaitu bobot di atas 800 kilogram. Pemilihan sapi ini dilakukan dengan melibatkan peternak lokal di Papua.
Lunanka Daimboa, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo akan berkurban 10 sapi di Provinsi Papua. Dari jumlah tersebut, satu ekor diberikan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, sedangkan sembilan ekornya disalurkan ke Pemerintah Kabupaten/Kota.
"Untuk tahun ini bantuan sapi kurban dari Presiden sebanyak 10 ekor, satu ekor untuk provinsi dan sembilan ekor untuk kabupaten dan kota," ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Bobot Sapi di Atas 800 Kilogram
Menurut Lunanka, pemilihan sapi kurban harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah bobot sapi yang harus di atas 800 kilogram. Seluruh sapi kurban yang disiapkan berasal dari peternak lokal di Papua dan telah melalui proses pendataan oleh dinas terkait.
"Pemprov Papua pun telah mengirimkan data sapi, berat, dan pemilik ternaknya kepada pihak kepresidenan melalui staf khusus yang menangani bantuan sapi kurban. Sementara itu, Pemprov Papua sendiri melalui Dinas Pertanian Provinsi Papua juga menyiapkan lima ekor sapi kurban pada tahun ini."
Sapi kurban tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan dana otonomi khusus. Untuk memastikan mutu dan keamanan pangan hewani, Pemprov Papua akan menurunkan tim khusus ke lokasi penjualan hewan kurban guna melakukan pemeriksaan lebih ketat lagi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah menyiapkan hewan kurban di provinsi-provinsi lain di Indonesia. Bahkan, pada tahun 2025, Presiden sempat menyerahkan 985 ekor sapi kurban melalui skema bantuan kemasyarakatan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyerahkan sapi untuk kurban sebanyak 985 ekor pada tahun 2025. Sapi-sapi tersebut berasal dari berbagai jenis seperti Limosin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, dan Sapi Bali.
"Sapi yang diserahkan dari Bapak Presiden itu beratnya antara 800 Kg sampai 1,3 ton sapi beratnya. Ada 55 daerah yang tidak tersedia sapi dengan bobot antara 800 Kg sampai 1,3 ton. Sehingga harus diberikan dua sapi di 55 kabupaten-kota," katanya.
Selain itu, sapi yang diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat berjumlah 378 ekor. Sapi tersebut memenuhi syarat sebagai hewan kurban, yaitu sudah berumur lebih dari dua tahun dan sehat tanpa cacat. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memastikan kualitas dan kesesuaian dengan ajaran agama.
0 Komentar