Profil Gregoria Mariska Tunjung, Mantan Atlet Pelatnas PBSI Pemenang Medali Perunggu Olimpiade 2024

Profil Gregoria Mariska Tunjung, Mantan Atlet Pelatnas PBSI Pemenang Medali Perunggu Olimpiade 2024

Pengunduran Diri Gregoria Mariska Tunjung dari Pelatnas PBSI

Pada hari Jumat (15/5/2026), Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengumumkan pengunduran diri Gregoria Mariska Tunjung, yang akrab disapa Jorji. Keputusan ini diambil karena masalah kesehatan yang dialaminya, khususnya kondisi vertigo yang kambuh dalam beberapa waktu terakhir. Pemain tunggal putri ini telah memilih untuk fokus pada pemulihan total kondisi kesehatannya.

Gregoria Mariska Tunjung telah menjadi bagian dari pelatnas PBSI selama 12 tahun dan memberikan kontribusi besar bagi bulu tangkis Indonesia. Prestasinya mencakup medali perunggu Olimpiade Paris 2024 serta gelar Juara Dunia Junior. Selain itu, ia juga berhasil meraih medali perak di Uber Cup dan berkontribusi dalam keberhasilan tim beregu putri Indonesia di SEA Games 2025.

Alasan Kesehatan Membuat Jorji Mundur

Kondisi kesehatan Jorji menjadi perhatian utama sejak penyakit vertigo mengganggunya sejak tahun lalu. Masalah ini menyebabkan kesulitan dalam menjaga kebugaran, baik saat latihan maupun bertanding di turnamen internasional. Bahkan, Jorji sempat mengajukan permintaan proteksi ranking kepada BWF lantaran harus istirahat dari kompetisi.

Sejak April 2025, performa Jorji mulai menurun. Ia bahkan batal memperkuat Indonesia di Sudirman Cup 2025 dan hanya mengikuti beberapa turnamen. Penampilan terakhirnya adalah membela tim beregu putri Indonesia di SEA Games 2025, di mana mereka meraih medali perak.

Apresiasi dari PBSI

PBSI menyampaikan apresiasi atas dedikasi Jorji selama 12 tahun di pelatnas. Sepanjang kariernya, ia telah memberikan banyak momen membanggakan bagi bulu tangkis Indonesia melalui kerja keras, semangat juang, dan komitmen tanpa henti di setiap pertandingan. PBSI menghormati keputusan Jorji untuk mundur dari pelatnas demi fokus pada proses pemulihan kesehatannya.

Perjalanan Karier Jorji

Jorji bergabung dengan pelatnas PBSI pada 2014 melalui kelompok atlet muda potensial. Bakatnya mulai terlihat sejak usia belia ketika berhasil menembus final turnamen Grand Prix Gold (kini setara Super 300) di Syed Modi International 2017. Pada tahun yang sama, ia juga menorehkan prestasi sebagai Juara Dunia Junior serta meraih medali perunggu di SEA Games 2017.

Perjalanan karier Jorji terus berkembang hingga membantu tim beregu putri Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 2018. Meski sempat mengalami periode sulit antara 2019 hingga 2022 dengan banyak hasil kurang memuaskan, Jorji tidak menyerah dan berhasil bangkit. Atlet kelahiran 11 Agustus 1999 itu kemudian mencatat berbagai pencapaian penting, seperti juara Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters Japan 2023.

Puncak prestasinya datang pada 2024 ketika ia berhasil mempersembahkan medali perunggu Olimpiade Paris serta membawa Indonesia meraih perak Uber Cup. Namun, di tengah performa yang sedang menanjak, kondisi kesehatan Jorji menjadi tantangan.

Profil dan Rekam Jejak Gregoria

Gregoria Mariska Tunjung atau yang akrab disapa Jorji merupakan pebulutangkis profesional Indonesia yang lahir pada 11 Agustus 1999 di Wonogiri. Mulai menekuni dunia bulu tangkis di usia 7 tahun, Jorji memilih untuk bergabung dengan PB. Mutiara Cardinal Bandung. Dan kemudian ditarik PBS untuk masuk pelatnas Cipayung pada tahun 2013.

Kerja kerasnya di Pelatnas membuahkan hasil ketika ia menjadi juara tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior BWF 2017 pada usia 18 tahun. Hingga berlanjut pada tahun 2016, Jorji berhasil meraih medali perunggu Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017, serta selang lima tahun pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2021.

Puncak karier Jorji dialami saat bertemu dengan juara dunia, An Se-young pada pertandingan Australia Open 2022 di final. Walaupun tak berhasil meraih juara, namun Jorji telah menunjukkan kualitas bermainnya dengan skor 17-21, 9-21. Total trofi penghargaan yang berhasil Jorji raih yakni sebanyak 23 medali baik perunggu, silver, dan emas.

Dengan hasil presentase pertandingan tertinggi sebanyak 55 persen poin dari total tiga kemenangan dari empat pertandingan yang dilakoninya pada turnamen India Open 2025. Dengan rincian memenangkan sebanyak 6 game dari 10, dan finis pada peringkat ke-3 setelah kalah melawan An Se-young.

Biodata Gregoria Mariska Tunjung

  • Nama panggilan: Gregoria
  • Tempat, tanggal lahir / umur: Wonogiri, 11 Agustus 1999
  • Asal provinsi: Jawa Tengah, Indonesia
  • Tinggi: 166 cm
  • Posisi: Tunggal putri
  • Tangan dominan: Kanan
  • Asal klub: Pelatnas PBSI, Mutiara Cardinal Bandung


0 Komentar