Sapi 1,1 Ton Milik Peternak Karanganyar Dibeli Prabowo Rp110 Juta

Presiden Prabowo Subianto Membeli Sapi Kurban Milik Warga Karanganyar

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membeli sapi kurban jenis Simmental-PO milik warga Kabupaten Karanganyar seharga Rp110 juta untuk perayaan Idul Adha 1447 H/2026 M. Sapi tersebut diberi nama Ragil dan merupakan milik Sugiarto (30), warga Dukuh Duwet, RT 01/RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

Sapi bernama Ragil memiliki bobot mencapai 1,1 ton. Uang hasil penjualan sapi tersebut rencananya akan digunakan oleh Sugiarto untuk membeli anak sapi dan memperbaiki kandang ternaknya. Saat dihubungi, Sugiarto mengatakan bahwa proses administrasi pembelian sapi oleh Presiden Prabowo sudah dilakukan dan dana pembelian dijadwalkan cair pada Jumat (22/5/2026).

"Kemarin sudah dilakukan penandatanganan, dan direncanakan uangnya turun 22 Mei 2026," kata Sugiarto. Ia mengaku bersyukur sapinya dipilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Ia pun sudah memiliki rencana untuk mengembangkan usaha peternakannya setelah menerima uang hasil penjualan tersebut.

Anak sapi yang akan dibeli nantinya berasal dari indukan Ragil yang kini tengah bunting milik tetangganya. Jika lahir jantan, Sugiarto berencana langsung membelinya untuk dipelihara kembali. "Ini kan ibunya Ragil yang milik tetangga saya, lagi bunting, kalau keluar jantan langsung saya beli, sisanya buat renovasi kandang," kata dia.

Sejarah Sapi Ragil

Nama Ragil diberikan kepada sapi bertubuh hitam dan besar itu saat usianya sekitar 3 tahun. Sugiarto mengatakan bahwa ia merawat Ragil sejak usia 2 tahun 8 bulan. "Saat itu saya membeli Si Ragil di juragan blantik, dengan usia masih 1 tahun 6 bulan," katanya. Ia membeli Ragil dengan harga Rp27,5 juta. Saat itu, bobot badan Si Ragil hanya sekitar 400-500 kilogram.

Setelah dibeli, Sugiarto merawat dan memberi pakan kepada Ragil hingga bobotnya mencapai 1,1 ton. Ia juga mengatakan bahwa Ragil dirawat dan diberi pakan untuk bisa ikut kontes sapi yang digelar APPSI (Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia), salah satu kontes terbesar di Indonesia.

Selain itu, kontes ini merupakan ajang bergengsi tahunan untuk meningkatkan semangat peternak lokal, menaikkan nilai jual sapi super, dan mendukung swasembada daging. "Ragil saya ikutkan kontes, saya bawa ke beberapa daerah, seperti Jember, Boyolali, dan terakhir di Wonosobo," kata Sugiarto. Ia mengatakan bahwa dalam tiga kali kontes terakhir, Ragil masuk peringkat 4, 6, dan 8.

Proses Karantina dan Penyimpanan

Sugiarto mengatakan bahwa saat ini Ragil sedang dikarantina untuk menjaga kesehatan sapi itu jelang Idul Adha nanti. Alasan ia melepas Ragil dan dibeli Presiden Prabowo Subianto adalah karena kebanggaan sebagai peternak kecil yang sapinya dibeli oleh presiden.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, membenarkan adanya sapi milik warga Karanganyar yang dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto. "Ada satu sapi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli oleh Pak Prabowo melalui Sekretariat Presiden untuk hewan kurban Idul Adha tahun ini," kata Feriana.

Feriana mengatakan bahwa usia sapi yang dibeli Presiden Prabowo Subianto sekitar 3 tahun. Ia juga menyebutkan bahwa sapi itu sudah dibayar oleh Sekretariat Presiden pada Rabu (13/5/2026) sebesar Rp110 juta. Jenis sapi yang dibeli yaitu peranakan Simmental, dan sapi telah melewati proses pemeriksaan kesehatan serta sudah dibayar lunas oleh Sekretariat Presiden.

Setelah pembayaran dilakukan, tahap selanjutnya adalah pengawasan dan karantina terhadap sapi tersebut. Pihak Sekretariat Presiden meminta agar sapi itu tidak banyak dikunjungi demi menjaga kesehatannya hingga hari H Idul Adha nanti di Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar. "Kemarin dari Sekretariat Presiden telah meminta agar sapi dikarantina dan tidak banyak dikunjungi karena akan sangat riskan terhadap kesehatan sapi. Rencananya sapi itu akan dibawa ke Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar," kata dia.

0 Komentar